Dengan berselancar di website kami, Anda setuju dengan Kebijakan Privasi kami.
Accept
Teras7.comTeras7.com
  • INDEKS BERITA
  • NEWS
    • Nasional
    • Berita Umum
    • Ekonomi
    • Layanan Publik
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Banjir KalSel
  • LIFE
    • Education
    • Lifestyle
    • Teknologi
    • Kilas Balik
  • HEALTH
  • TRAVEL
  • FOOD
Search
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.
Reading: ‘Wajah’ Baru Desa Tiwingan Lama, Perputaran Roda Ekonomi Berkembang Pesat
Share
Sign In
Notification Show More
Aa
Teras7.comTeras7.com
Aa
Search
  • Indeks Berita
  • Nasional
  • Politik
  • Hukum
  • Pemerintahan
  • Lifestyle
  • Budaya
  • Opini
  • Education
  • Ekonomi
  • Video
  • Berita Umum
  • Environment
  • Infrastruktur
  • Kesehatan
  • Kilas Balik
  • Kuliner
  • Layanan Publik
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Religi
  • Sosial
  • Teknologi
  • Travel
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.

‘Wajah’ Baru Desa Tiwingan Lama, Perputaran Roda Ekonomi Berkembang Pesat

Salim Ma'ruf
Salim Ma'ruf 16 Juni 2019, 15.30
Share
WhatsApp Image 2019 06 16 at 1.29.26 AM
Perahu menjadi alat transportasi yang digunakan pengunjung untuk menuju kawasan wisata, seperti Hutan Pinus, Bukit Batu, dan sebagainya. Foto: Salim
SHARE

TERAS7.COM – Semenjak ditetapkannya Desa Tiwingan Lama sebagai Desa Wisata, ihwal tersebut membawa berkah bagi masyarakat setempat. Di antara berkah tersebut adalah berubahnya wajah desa yang dulunya sebagai desa tertinggal menjadi desa berkembang dan juga perputaran roda ekonomi, berkembang pesat.

Sebagaimana yang disebutkan oleh Arbani, Kepala Desa Tiwingan Lama kepada Teras7.com di rumahnya, Sabtu (15/6) bahwa dengan adanya ‘status’ baru Desa Tiwingan Lama, terlebih lagi ditambah dengan kehadiran objek wisata yang menjadi unggulan yakni Puncak Matang Keladan, hal ini menjadi potensi yang berkontribusi besar dalam mengurangi jumlah pengangguran di Desa Tiwingan Lama. Bagaimana tidak, masyarakat setempat banyak mendirikan warung, menjual berbagai macam jajanan maupun kue, menyewakan kelotok, berprofesi sebagai tukang ojek serta parkir dan sebagainya.

WhatsApp Image 2019 06 16 at 1.30.25 AM
Arbain, Kepala Desa Tiwingan Lama. Foto: Salim

“Alhamdulillah, masyarakat di sini yang dulunya banyak mengangur, sekarang banyak kegiatan/pekerjaan yang dapat mereka lakukan. Kami bersyukur dengan ditetapkannya Desa Tiwingan Lama sebagai desa wisata dan semua masyarakat mendukung semua kegiatan untuk mengembangkan potensi desa maupun objek wisatanya,” kata Arbani.

Arbani juga menyebutkan potensi-potensi yang dimiliki Desa Tiwingan Lama selain mempunyai objek wisata unggulan, yakni masyarakat banyak memiliki keramba yang dihuni oleh berbagai jenis ikan seperti Ikan Nila, Ikan Patin, Ikan Mas dan jenis ikan lainnya. Selain itu masyarakat juga ada yang berprofesi sebagai penyadap karet, berternak maupun bertani dalam skala sedikit karena kurangnya jumlah lahan, buruh angkut dan lainnya.

Nasruddin salah seorang pemilik perahu menyampaikan, pendapatan yang diperoleh dari meyewakan perahu kepada para pengunjung untuk menikmati wisata alam tidak menentu.Dari pengakuannya, Sabtu dan Minggu adalah hari yang ramai dan itu berimbas terhadap pendapatannya.

Baca juga :

Akses Kedatangan Dikeluhkan Pengguna, Bandara Syamsudin Noor Akui Sedang Menata Ulang

Kembali Digelar! Festival Balon Udara ke-2 di Amanah Borneo Park Siap Ramaikan Libur Akhir Tahun, Catat Tanggalnya

AirAsia Resmikan Penerbangan Perdana Banjarmasin-Kuala Lumpur, Penumpang Penuh!

“Pulau Pinus merupakan tempat wisata yang sering dikunjungi, di mana di sana juga terdapat Bukit Batas, kemudian Bukit Batu, dan juga Pantai Sirang,” jawab Nasruddin ketika ditanya Reporter Teras7.com tentang tempat-tempat yang sering menjadi tempat tujuan para pengunjung.

WhatsApp Image 2019 06 16 at 1.32.27 AM
Area di sekitar pelabuhan banyak dijumpai warung makan dan pedagang yang menjual beraneka macam jajanan. Foto: Salim

Untuk mengkoordinasi keberangkatan penumpang/pengunjung tersebut, maka dibentuklah organisasi yang diberi nama GASDAPRIKA. Nasruddin yang juga sebagai Sekretaris dari Gabungan Angkutan Sungai dan Danau Penyeberanga Riam Kanan (GASDAPRIKA) menerangkan bahwa jumlah anggotanya sebanyak 160 orang.

“Anggotanya sendiri berasal dari Kecamatan Aranio dan jumlah kapalnya sebanyak 160 buah dengan berbagai macam ukuran,”tambahnya.

Serupa dengan itu, berkah dari ditetapkannya Desa Tiwingan Lama sebagai Desa Wisata juga dirasakan oleh Salafiah, seorang pedagang yang telah berjualan selama 10 tahun. Ia menyebutkan barang dagangan lebih laku semenjak banyaknya kehadiran objek wisata di desa ini.

“Sekitar 3 tahun yang lalu atau semenjak adanya Matang Keladan, jualan ulun (Saya) semakin rame. Dahulu pendapatan saya sekitar sebulan sebanyak dua juta, sekarang Alhamdulillah ada peningkatan sekitar 3,5 juta an,”terang Salafiah.

Begitu pula dengan M. Yahya yang berprofesi sebagai tukang ojek mengaku kelimpahan berkah dengan kehadiran Matang Keladan.

“Penghasilannya sangat lumayan, ketika rame dalam satu hari bisa mencapai 1o kali ojek yang pendapatannya sebanyak 200 ribu, bahkan bisa mencapai 40 kali. Kalau hari-hari biasa kurang, berbeda dengan Sabtu atau Minggu atau hari-hari libur yang ramai dikunjungi wisatawan,” kata Yahya.

WhatsApp Image 2019 06 16 at 1.31.23 AM
Lahan parkir masih kurang dan perlu dibenahi untuk menghindari kemacetan ketika ramai pengunjung. Foto: Salim

Untuk jalur menuju Matang Keladan, kata Yahya, khusus bagi ojek telah disediakan dengan waktu tempuhnya sekitar 10 menit-an dan keberadaan ojeknya sekitarnya 2 tahun yang lalu. Adapun jumlah tukang ojek yang tergabung dalam Ojek Matang Keladan ini sebanyak 35 orang.

Tidak berbeda dengan yang disebutkan Yahya, salah seorang tukang parkir mobil yang bernama Ansari Amin juga mengaku mendapat berkah tersebut. Namun untuk lahan parkir, menurutnya masih kurang, “Harus dibenahi sebenarnya, karena kalau rame sering penuh,” tambahnya.

Pada kesempatan itu pula, Ardi seorang wisatawan dari Surabaya mengetahui tentang Matang Keladan dari Google. Ia mengaku senang melakukan perjalanan dan ingin mengenal Kalimantan Selatan yang menurutnya masih memiliki tempat-temoat yang alami.

“Di sini masih berupa alam atau banyak memiliki hutan, istilahnya masih alami,” terangnya.

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Print
What do you think?
Love1
Cry0
Sad0
Happy1
Angry0
Surprise1
7 Reviews 7 Reviews

Leave a review Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Populer Bulan Ini

83f51e18 4109 435a b616 14b65b7d5d3c
Rugikan PT AGM, Terdakwa Akui Surat Tanah Dicetak Mundur Tahun 2017 dalam Sidang di PN Kandangan
28 Juli 2026, 13.22
20260726 193045
Bupati Taufik Sampaikan 3 Pesan kepada 62 Pendeta HKBP yang Baru Ditahbiskan di Asahan
26 Juli 2026, 17.48
download 5
Tak Patuhi Ketentuan, Sejumlah Warung Kopi di Kertak Hanyar dan Mali-Mali Diberi SP1
4 Agustus 2026, 09.15
IMG 20260722 165547
Lisa Halaby Buka Piala Banjarbaru Emas 2026 U13 dan U15, Perkuat Pembinaan Sepak Bola Usia Dini
22 Juli 2026, 22.45
IMG 20260806 191642
Supian HK Pastikan DPRD Cari Solusi Atasi Gejolak Perunggasan di Banua
6 Agustus 2026, 19.19

You Might Also Like

Akses Kedatangan Dikeluhkan Pengguna, Bandara Syamsudin Noor Akui Sedang Menata Ulang

Kembali Digelar! Festival Balon Udara ke-2 di Amanah Borneo Park Siap Ramaikan Libur Akhir Tahun, Catat Tanggalnya

AirAsia Resmikan Penerbangan Perdana Banjarmasin-Kuala Lumpur, Penumpang Penuh!

Rute Baru Bandara Syamsudin Noor, AirAsia Siap Terbang Perdana Kuala Lumpur–Banjarmasin

Antusiasme Tinggi, Tiket Penerbangan Perdana Batulicin–Makassar Ludes Terjual

Teras7.comTeras7.com
Follow US
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.
  • Pedoman Media Siber
  • SOP Wartawan
  • Tim Redaksi
Selamat Datang!

Masuk ke akun

Register Lost your password?