Dengan berselancar di website kami, Anda setuju dengan Kebijakan Privasi kami.
Accept
Teras7.comTeras7.com
  • INDEKS BERITA
  • NEWS
    • Nasional
    • Berita Umum
    • Ekonomi
    • Layanan Publik
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Banjir KalSel
  • LIFE
    • Education
    • Lifestyle
    • Teknologi
    • Kilas Balik
  • HEALTH
  • TRAVEL
  • FOOD
Search
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.
Reading: Wow, Ada Kerupuk Warna Warni Di Sungai Batang
Share
Sign In
Notification Show More
Aa
Teras7.comTeras7.com
Aa
Search
  • Indeks Berita
  • Nasional
  • Politik
  • Hukum
  • Pemerintahan
  • Lifestyle
  • Budaya
  • Opini
  • Education
  • Ekonomi
  • Video
  • Berita Umum
  • Environment
  • Infrastruktur
  • Kesehatan
  • Kilas Balik
  • Kuliner
  • Layanan Publik
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Religi
  • Sosial
  • Teknologi
  • Travel
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.

Wow, Ada Kerupuk Warna Warni Di Sungai Batang

Rizki Saputera
Rizki Saputera 3 Januari 2019, 13.49
Share
IMG 20190102 113358 scaled
Salah satu warung yang menjual kerupuk berwarna warni
SHARE

TERAS7.COM – Masyarakat Martapura dan sekitarnya yang sering lalu lalang di Jalan Martapura Lama Desa Sungai Batang, Kecamatan Martapura Barat atau warga dari daerah lain yang berziarah ke makam Datu Abdul Hamid Abulung Sungai Batang pasti sudah tidak asing lagi dengan warung-warung yang ada di sepanjang jalan yang menyajikan pemandangan unik.

Pemandangan berupa warung-warung yang menjual kerupuk berwarna warni yang terbungkus dalam plastik dan tergantung dengan harga yang cukup murah, mulai 5000 rupiah perkantong plastik, bahkan ada pula kerupuk yang masih dijemur di panas matahari yang berada di samping warung-warung tersebut.

Nurjannah (50) salah satu warga Desa Sungai Batang yang sudah selama 2 tahun menjual kerupuk warna warni ini menjelaskan pada jurnalis Teras7.com pada rabu siang (2/1) bahwa kerupuk yang berwarna-warni itu adalah kerupuk beras.

IMG 20190102 113240
Kerupuk beras sedang dijemur

“Kerupuk ini bahannya dari beras dengan beragam warna seperti putih, merah, kuning, hijau bahkan jingga. Kerupuk ini saya buat, bungkus serta jual sendiri. Nanti kalau pembeli mau mengkonsumsi, maka harus digoreng terlebih dahulu,” ujar Nurjannah.

Nurjannah pun menjelaskan bahwa bahan yang digunakan untuk membuat kerupuk ini cuma beras dan tepung kanji dengan bumbu-bumbu yang dihaluskan yaitu bawang putih, ketumbar, penyedap rasa dan garam.

Baca juga :

e-Government Kabupaten Banjar Makin Manis, Layanan Digital hingga Infrastruktur Sudah Jangkau Desa

Kado Harjad ke-76 Kabupaten Banjar, Warga Dapat Layanan Operasi Katarak hingga Bibir Sumbing Gratis

Dispersip Banjar Butuh Air Bersih, BPBD Langsung Kirim 2.500 Liter

“Pertama-tama beras dimasak sampai jadi bubur, lalu dimasukkan bumbu-bumbu dan tepung kanji. Kalau mau diberi warna maka diberi kesumba sebagai pewarnannya, karena kerupuk ini aslinya berwarna putih,” jelas Nurjannah.

Kemudian bahan dasar kerupuk itu dibentuk dengan sendok nasi jadi pipih bulat lalu dijemur seharian di bawah panas matahari, kemudian kerupuk tersebut dibalik dan dijemur lagi selama sehari hingga menghasilkan kerupuk kering dengan tekstur yang keras tapi rapuh.

Selain menjual kerupuk beras buatan sendiri, Nurjannah mengatakan bahwa dirinya juga menjual kerupuk lain seperti kerupuk kentang, kerupuk singkong dan opak, tapi bukan buatan sendiri.

IMG 20190102 113517
Penjemuran ikan kering ini dilakukan selama beberapa hari dibawah panas matahari

“Kerupuk yang lain saya beli dari pasar. Sebelumnya saya jual kerupuk ini, saya cuma jual ikan kering. Sekarang saya juga jual buah-buahan dan sayuran musiman seperti Waluh (Labu), Bilungka (Timun Suri) dan Nangka Belanda (sirsak) ditanam petani lokal,” ungkap Nurjannah.

Nurjannah melanjutkan bahwa Ikan Kering yang dijualnya itu juga buatannya sendiri secara tradisional dengan bahan ikan sungai lokal didapat dari mencari sendiri atau membeli dari orang lain.

“Biasanya ikan yang saya pakai itu ikan sepat, sepat siam, haruan (gabus), papuyu (betok), dan apa yang ada. Kalau sekarang di musim hujan ini susah untuk mendapatkan ikan juga untuk membuatnya jadi ikan kering karena cuaca tidak pasti, makanya disimpan di kulkas dulu sementara bila tidak kering” ungkapnya.

Nurjannah pun mengungkapkan bahwa dagangannya seperti berbagai jenis kerupuk, ikan kering dan buah-buahan serta sayuran sering cepat habis diserbu oleh pengguna jalan dan penziarah yang singgah untuk membeli di warungnya.

“Alhamdulillah soal penghasilan memang tidak pasti tapi sering kali habis, apalagi saat hari minggu yang paling ramai, biasanya cepat habis,” ungkapnya.

Saat ditanya soal bantuan dari Pemerintah Daerah, Nurjannah pun menyampaikan bahwa belum ada bantuan dari pemerintah, kecuali tempat menjemur ikan dari Dinas Perikanan.

“Jadi tempat menjemur ikan itu juga kami pakai untuk menjemur kerupuk. Juga belum ada bantuan modal dan perhatian dari pemerintah, kalaupun ada bantuan pun masih berupa hutang, makanya tidak kami ambil karena kami tidak berani berhutang,” ujarnya.

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Print
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Surprise0
30 Reviews 30 Reviews

Leave a review Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Populer Bulan Ini

83f51e18 4109 435a b616 14b65b7d5d3c
Rugikan PT AGM, Terdakwa Akui Surat Tanah Dicetak Mundur Tahun 2017 dalam Sidang di PN Kandangan
28 Juli 2026, 13.22
download 5
Tak Patuhi Ketentuan, Sejumlah Warung Kopi di Kertak Hanyar dan Mali-Mali Diberi SP1
4 Agustus 2026, 09.15
IMG 20260806 191642
Supian HK Pastikan DPRD Cari Solusi Atasi Gejolak Perunggasan di Banua
6 Agustus 2026, 19.19
DJI 20260806093249 0177 Dbjbtv
Bye-Bye Macet! Wali Kota Lisa Percepat Pembangunan Jalan Lingkar Selatan Banjarbaru
7 Agustus 2026, 22.15
IMG 20260808 120458
Rumah Janda Dua Anak di Banjarbaru Ini Terancam Digusur, Baskoro Kawal Penyelesaian Sengketa
8 Agustus 2026, 18.17

You Might Also Like

e-Government Kabupaten Banjar Makin Manis, Layanan Digital hingga Infrastruktur Sudah Jangkau Desa

Kado Harjad ke-76 Kabupaten Banjar, Warga Dapat Layanan Operasi Katarak hingga Bibir Sumbing Gratis

Dispersip Banjar Butuh Air Bersih, BPBD Langsung Kirim 2.500 Liter

Soal Tarif Air, Warga Minta PTAM Intan Banjar Buka-Bukaan Biaya dan Tingkatkan Pelayanan

Ketua DPRD Banjar Hadiri Upacara Hari Jadi ke-76 Kabupaten Banjar

Teras7.comTeras7.com
Follow US
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.
  • Pedoman Media Siber
  • SOP Wartawan
  • Tim Redaksi
Selamat Datang!

Masuk ke akun

Register Lost your password?