TERAS7.COM – Beberapa waktu lalu, banjir besar telah melanda 11 kabupaten di Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel).
Salah yang terdampak diantara 11 Kabupaten, tersebut ialah Kabupaten Balangan.
Selain merusak merendam ribuan rumah warga, juga menyebabkan beberapa jembatan dan jalan alami kerusakan.
Berdasarkan data yang disampaikan Kepala Dinas Pekerjaan Umum, dan Perumahan Rakyat (PUPR) Balangan, Ir. Tuhalus, total ada 14 fasilitas jalan dan jembatan yang rusak, akibat banjir yang terjadi di Kabupaten Balangan beberapa waktu lalu.

“Berdasarkan dari data, kerusakan terjadi di beberapa kecamatan, ada di Kecamatan Halong 6 infrastruktur, Kecamatan Tebing-Tinggi 5, Kecamatan Juai 1, Kecamatan Awayan 2,” katanya ketika di Konfirmasi, Rabu (03/02/21).
Adapun kerusakan, di Kecamatan Halong, kerusakan jalan di Desa Tabuan, akibat longsor jalan Tabuan Urine yang berbeda di tepi sungai, dengan panjang sekitar 100 Meter (M) dengan perbaikan Pileslab, yang mana kalau anggaran memakan biaya sampai Rp. 12 Miliar.
Aspal terkelupas di Desa Kapul, ruas jalan Gunung Riut dan Halong, dengan panjang 50 M, dengan rencana perbaikan cor beton, dengan biaya, Rp. 100 juta.
Selanjutnya ada di Jembatan Gantung yang berada di Desa Halong hanyut terbawa arus, untuk perbaikan direncanakan pembangunan jembatan, yeng diperkirakan memakan biaya sekitar Rp. 700 juta.
Selanjutnya longsor di jalan Desa Ajung, jalan penghubung Mayanau – Ajung dengan panjang 50 M, untuk jenis perbaikan DPT, yang diprediksi memakan biaya Rp. 500 juta.
Jembatan desa Auh Kecamatan Tebing Tinggi mengalami kerusakan dengan panjang 10 M, dari kerusakan tersebut, penanganan berupa Box Culvert yang diperkirakan menghabiskan biaya sekitar Rp. 200 juta.
Adapula Longsor yang terjadi di ruas jalan Sungsum-Kambiyain, Desa Kambiyain, Kecamatan Tebing Tinggi, dengan panjang 20 M, jenis penanganan berupa pembersihan material longsor dan penyirtuan jalan, yang diperkirakan akan menghabiskan biaya sekitar Rp. 40 juta.
Kerusakan jembatan, Desa Kambiyain Kecamatan Tebing-Tinggi, jenis infrastruktur oprit jembatan, jenis penanganan pemeliharaan jembatan (oprit) diperkirakan menghabiskan dana sebesar Rp. 50 juta.

Kerusakan permukaan box culvert jalan provinsi Paringin-Halong, di Desa Muara Ninian Kecamatan Juai dengan panjang 6 x 2,5 M, jenis penangan, patching aspal, untuk anggaran belum diperkirakan.
Kerusakan permukaan box culvert jalan Provinsi Paringin-Halong di Desa Lok Batung, Kecamatan Halong, dengan ukuran 3,6 x 3, untuk penanganan akan dilakukan cor beton, untuk anggaran belum ada perkiraan.
Selanjutnya ada di Desa Murung Ambuin Kecamatan Awayan, kerusakan oprit box tergerus sungai (ruas jalan Badalungga-Murung abuin), untuk jenis perbaikan dilakukan pasangan batu dan sirtu, untuk anggaran diperkirakan Rp. 20 juta.
Selanjutnya ada di Desa Badalungga, Kecamatan Awayan, kerusakan aspal terkelupas di ruas jalan Badalungga – Murung Abuin, panjang kerusakan 10 M, sementara jenis penanganan, dilakukan cor beton, diperkirakan anggaran, Rp. 20 juta.
Desa Liyu Kecamatan Halong, kerusakan longsor ruas jalan Liyu, panjang 100 M, jenis perbaikan, Pileslab diperkirakan anggaran Rp. 12 M.
Data terakhir di Desa Kapul Kecamatan Halong, terdapat kerusakan longsor tebing sungai, dengan panjang 80 m, untuk penanganan, pembangunan jembatan gantung, diperkirakan anggaran Rp. 700 juta.
“Perkiraan dana yang diperlukan untuk melakukan pembuatan, perbaikan dan pembersihan jembatan dan jalan yang rusak memakan dana sekitar 26 miliar, rupiah,” pungkasnya.