Dengan berselancar di website kami, Anda setuju dengan Kebijakan Privasi kami.
Accept
Teras7.comTeras7.com
  • INDEKS BERITA
  • NEWS
    • Nasional
    • Berita Umum
    • Ekonomi
    • Layanan Publik
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Banjir KalSel
  • LIFE
    • Education
    • Lifestyle
    • Teknologi
    • Kilas Balik
  • HEALTH
  • TRAVEL
  • FOOD
Search
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.
Reading: 30 Pembudidaya Ikan PPU Dapat Ilmu ‘Cuan’
Share
Sign In
Notification Show More
Aa
Teras7.comTeras7.com
Aa
Search
  • Indeks Berita
  • Nasional
  • Politik
  • Hukum
  • Pemerintahan
  • Lifestyle
  • Budaya
  • Opini
  • Education
  • Ekonomi
  • Video
  • Berita Umum
  • Environment
  • Infrastruktur
  • Kesehatan
  • Kilas Balik
  • Kuliner
  • Layanan Publik
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Religi
  • Sosial
  • Teknologi
  • Travel
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.

30 Pembudidaya Ikan PPU Dapat Ilmu ‘Cuan’

Tim Redaksi
Tim Redaksi 17 Oktober 2024, 21.06
Share
WhatsApp Image 2024 10 11 at 08.34.53
Diskan PPU dengan Balai Pengembangan Teknologi Perikanan Budidaya (BPTPB) Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), selama empat hari dari 8 hingga 11 Oktober 2024. Foto: Ist
SHARE

TERAS7.COM – Sebanyak 30 pembudidaya dari tujuh Kelompok Budidaya Ikan (Pokdakan) antusias untuk mencoba mengembangkan ikan Nila Salin atau Nilasa. Mereka menyadari bahwa budidaya ikan Nilasa dapat mendatangkan keuntungan besar jika menggelutinya dengan serius.

Kepala Bidang Perikanan Budidaya dan Lingkungan Dinas Perikanan Kabupaten PPU, Musakkar, menjelaskan bahwa pihaknya berupaya meningkatkan kapasitas 30 pembudidaya melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Budidaya Nilasa.

Kegiatan ini berlangsung sukses berkat kerja sama Diskan PPU dengan Balai Pengembangan Teknologi Perikanan Budidaya (BPTPB) Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), selama empat hari dari 8 hingga 11 Oktober 2024.

“Alhamdulillah, para pembudidaya cukup aktif mengikuti bimtek,” katanya baru-baru ini.

Berdasarkan pemaparan para narasumber, BPTPB berhasil mengkaji dan membuat skema analisis C/R Ratio atau Return Cost Ratio dalam pembudidayaan Nilasa dengan sistem bioflok.

Baca juga :

Mahfudz Anggota DPRD Banjar Dorong Peningkatan Budidaya Ikan Untuk Ketahanan Pangan Nasional dan Gizi Anak

Mahasiswa FKIK ULM Berinovasi Olahan Ikan Papuyu di Karang Intan

Ikan Mirip Louhan Muncul di Waduk Riam Kanan, DKPP Kabupaten Banjar Lakukan Pemantauan

Dengan kata lain, analisis R/C Ratio ini menjadi perbandingan antara total penerimaan dan total biaya, sehingga dapat mengetahui kelayakan suatu usaha.

“Saya senang para pembudidaya membawa pertanyaan sendiri untuk diajukan kepada narasumber. Mereka sangat antusias,” jelasnya.

Musakkar kemudian menjelaskan bahwa narasumber BPTPB memberikan contoh budidaya Nilasa bioflok pada tujuh media kolam terpal bulat berdiameter 3 meter. Setiap kolam memiliki volume kurang lebih tujuh meter kubik.

“Tiap satu meter kubik dapat menampung 100 ekor Nilasa,” ucapnya.

Dengan demikian, dengan tujuh kolam bioflok, pembudidaya bisa memelihara 4.900 ekor Nilasa.

Selanjutnya, varietas Nilasa memiliki tingkat kehidupan mencapai 90 persen dan tahan terhadap beberapa jenis penyakit. Oleh karena itu, persentase ikan saat panen mencapai 96 persen.

Prognosis total berat Nilasa pada masa panen mencapai 1.176 ton dengan nilai jual per kilogram Rp27 ribu. Dengan demikian, pembudidaya dapat menghasilkan sekitar Rp31 juta sekali panen.

Musakkar menguraikan, “Masa produksi Nilasa dari bibit hingga panen memerlukan waktu singkat, sekitar tiga sampai empat bulan dengan metode bioflok.”

Lebih jauh, ia menjelaskan bahwa memerlukan biaya investasi yang cukup besar. Sejak awal mengembangkan Nilasa dengan metode bioflok, pembudidaya harus melakukan pengadaan kolam terpal bulat, blower, selang dan keran aerasi, kabel listrik, serta genset mini untuk memenuhi kebutuhan oksigen dalam kolam saat listrik PLN padam. Total biaya investasi mencapai sekitar Rp20 juta.

Setelah itu, pembudidaya hanya perlu biaya tetap, yaitu 25 persen dari investasi awal dan biaya listrik, sehingga totalnya menjadi Rp6,5 juta.

Sedangkan pada sisi lain, biaya operasional yang mencakup pakan ikan, molase, probiotik, benih ikan, dan dolomit membutuhkan sekitar Rp17,5 juta.

Dengan perhitungan tersebut, maka pembudidaya bisa menghasilkan laba sekitar Rp7,6 juta.

“Analisa menunjukkan bahwa penerapan bioflok lebih menguntungkan,” tutupnya.

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Print
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Surprise0
Leave a review Leave a review

Leave a review Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Populer Bulan Ini

download 5
Tak Patuhi Ketentuan, Sejumlah Warung Kopi di Kertak Hanyar dan Mali-Mali Diberi SP1
5 Agustus 2026, 09.15
IMG 20260806 191642
Supian HK Pastikan DPRD Cari Solusi Atasi Gejolak Perunggasan di Banua
6 Agustus 2026, 19.19
DJI 20260806093249 0177 Dbjbtv
Bye-Bye Macet! Wali Kota Lisa Percepat Pembangunan Jalan Lingkar Selatan Banjarbaru
7 Agustus 2026, 22.15
IMG 20260808 120458
Rumah Janda Dua Anak di Banjarbaru Ini Terancam Digusur, Baskoro Kawal Penyelesaian Sengketa
8 Agustus 2026, 18.17
Compress 20260806 201843 3882 1024x683 1
Kalsel Punya Aset di Jakarta, DPRD Dorong Optimalisasi Guna Dongkrak PAD
7 Agustus 2026, 18.43

You Might Also Like

Mahfudz Anggota DPRD Banjar Dorong Peningkatan Budidaya Ikan Untuk Ketahanan Pangan Nasional dan Gizi Anak

Mahasiswa FKIK ULM Berinovasi Olahan Ikan Papuyu di Karang Intan

Ikan Mirip Louhan Muncul di Waduk Riam Kanan, DKPP Kabupaten Banjar Lakukan Pemantauan

Kalsel Lampaui Rata-rata Nasional, Konsumsi Ikan Capai 65,75 Kg per Kapita

Kalsel Kembangkan Produksi Albumin dari Ikan Haruan, Targetkan Pasar Lebih Luas

Teras7.comTeras7.com
Follow US
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.
  • Pedoman Media Siber
  • SOP Wartawan
  • Tim Redaksi
Selamat Datang!

Masuk ke akun

Register Lost your password?