TERAS7.COM – Beberapa waktu yang lalu Pemerintah Indonesia pada tahun ini kembali tak memberangkatkan calon jamaah Haji ke tanah suci untuk yang kedua kali.
Pembatalan keberangkatan calon jamaah haji ini sendiri dilakukan karena berbagai alasan, diantaranya adalah Pandemi Covid-19 yang belum usai.
Di Kabupaten Banjar sendiri ada kurang lebih 414 calon jamaah Haji yang gagal berangkat haji tahun ini, setelah pada tahun 2020 yang lalu juga gagal berangkat karena alasan yang sama.
Hal ini diungkapkan oleh Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Banjar, H. Najwan Noor saat ditemui di ruang kerjanya.
“Total ada 414 calon jamaah haji asal Kabupaten Banjar yang gagal berangkat tahun ini. Mereka semua adalah calon jamaah haji yang juga batal berangkat pada tahun 2020 lalu,” katanya.
Namun lanjut Najwan Noor, pelaksanaan Ibadah Haji tetap dilaksanakan oleh Pemerintah Arab Saudi, akan tetapi hanya dikhususkan bagi warga Arab Saudi dan warga negara lain yang sebelumnya sudah bermukim, seperti ekspatriat.
Jika pada tahun 2020 yang lalu jamaah yang mengikuti haji berjumlah 10 ribu orang, maka tahun ini naik diperkirakan sekitar 60 ribu orang jamaah.
Pemerintah Indonesia sendiri lanjut Najwan Noor telah melakukan berbagai persiapan untuk memberangkatkan calon jamaah haji, namun hal tersebut diurungkan mengingat situasi pandemi yang belum usai setelah melakukan kajian dan konsultasi dengan stakeholder terkait.
“Karena itu pemerintah kita mengumumkan lebih awal pembatalan pemberangkatan ini sebelum pemerintah Arab Saudi mengumumkan kembali menolak jamaah haji dari luar negeri karena alasan yang sama seperti tahun yang lalu,” ungkapnya.
Ketika keputusan pembatalan pemberangkatan haji oleh Menteri Agama, pihaknya tambah Najwan Noor langsung memberi tahu calon jamaah Haji mengenai pembatalan tersebut.
“Alhamdulillah sampai saat ini calon jamaah haji kita di kabupaten Banjar bisa menerima fakta tersebut dan tak ada yang komplain. Namun berdasarkan info dari Seksi Pelayanan Haji dan Umrah, saat ini ada 2 calon jamaah haji yang sudah melakukan pelunasan biaya haji yang membatalkan berangkat dan dana hajinya sudah kami kembalikan. Yang mana alasannya mungkin karena ada keperluan lain dan sudah sepuh sehingga urung berangkat. Tapi sudah kami sampaikan ke calon jamaah yang lain agar tetap bersabar menunggu, karena jika batal, bisa lama lagi menunggu antrian untuk berangkat. Untuk calon jamaah haji yang rencananya berangkat tahun ini tak ada meninggal dunia,” jelasnya.
Jika ada calon jamaah haji yang meninggal dunia sebelum diberangkatkan, Najwan Noor memastikan kouta haji tersebut tidak hangus dan dapat dialihkan ke ahli waris yang bersangkutan.
“Bisa digantikan oleh Ahli Waris yang bersangkutan, tinggal datang ke tempat kami dan mengajukan permohonan. Kemudian mengisi beberapa formulir yang sudah disiapkan untuk menggantikan calon jamaah haji yang meninggal dunia. Jika tidak diurus, nanti dana haji yang sudah dilunasi akan dikembalikan,” terangnya.
Sementara itu salah satu calon jamaah haji Kabupaten Banjar asal Kecamatan Karang Intan, Muhammad Adnan (62) saat ditemui di kediamannya menungkapkan ia pasrah jika tahun ini kembali batal berangkat menunaikan ibadah haji.

“Kita pasrah saja kalau batal, tapi kita tidak terkejut dengan kabar tersebut. Biasa-biasa aja karena sebelumnya sudah 2 kali umroh, jadi kita menerima saja keputusan ini,” katanya.
Muhammad Adnan mengaku ia mendaftar untuk beribadah haji bersama istri dan beberapa orang keluarganya pada tahun 2009 yang lalu dengan masa tunggu selama 10 tahun, sehingga harusnya berangkat pada tahun 2020 yang lalu.
Ia sendiri mengatakan mendengar informasi mengenai pembatalan pemberangkatan ibadah haji ini sendiri dari media elektronik dan media massa sebelum mendapatkan informasi dari Kementerian Agama.
“Setelah itu ada informasi dari Kementerian Agama pada calon jamaah haji lewat grup Whatsapp, tapi saya kurang tahu bagaimana karena tidak terlalu ikut dalam grup tersebut. Walaupun begitu, kita tidak ada rencana untuk membatalkan keberangkatan, karena rugi kalau menunggu lagi,” tambahnya.
Namun Muhammad Adnan berharap tahun depan, ia beserta calon jamaah haji yang lain dapat berangkat, karena semakin bertambah umur membuat kondisi fisik bisa tak prima lagi.
“Tahun depan kita berharap bisa berangkat, karena mengingat kondisi fisik dengan umur lanjut ini. Kalau tertunda lagi, tenaga bisa semakin kurang, padahal stamina yang bagus diperlukan saat beribadah haji nanti,” sebutnya.