TERAS7.COM – Ekonomi kreatif merupakan salah satu penopang kemajuan ekonomi masyarakat di Kota Banjarmasin. Maka itu, perlu adanya inovasi dari pelaku usaha untuk menghasilkan suatu produk yang “ngangenin'”.
Hal itu diungkapkan Wakil Walikota Banjarmasin, Arifin Noor dalam pembukaan rapat koordinasi 11 SKPD dengan Komite ekonomi kreatif Kota Banjarmasin, pada Selasa (28/05/2024) di Balai Kota Banjarmasin.
“Bagaimana ekonomi kreatif bisa menghasilkan produk yang ‘ngangenin,” ujar Arifin.
Menurut Arifin, Banjarmasin memiliki daya tarik dengan sungainya. Daya tarik itu lah yang kata Arifin tidak dimiliki daerah lain, sehingga potensi perkembangan ekonomi kreatif di Banjarmasin sangat besar.
“Kalau kita kreatif, wisata sungai, kuliner di pinggir sungai, bisa membuat orang kangen datang ke Banjarmasin,” ucap Arifin.
Pasalnya kata Arifin, dengan produk yang “ngangenin” menjadikan orang selalu ingin ke Banjarmasin. Misalnya saja kata Arifin seperti lontong, bingka, dan soto yang selalu jadi magnet wisatawan.
Kemudian kata Arifin, destinasi wisata yang unggul di Banjarmasin juga harus mudah di akses, dan memperhatkkan kenyamanan dalam hal infrastruktur serta kebersihannya. Menurutnya, hal-hal tersebut harus jadi sinergi SKPD terkait di Banjarmasin.
Bahkan kata Arifin, kalau perlu pelatihan dan pendidikan dilakukan untuk pengembangan 17 sub sektor ekonomi kreatif di Banjarmasin.
“Kalau memerlukan pendidikan atau pelatihan lakukan,” ucap Arifin.
Seperti kuliner sebagai salah satu potensial di Banjarmasin, menurut Arifin perlu belajar dari banyak kuliner luar. Bagaimana kemasan, desain tempat nongkrong dengan arsitektur yang kreatif.
“Ketika kita bayar, bisa lebih mahal, karena cita rasa, tempat nya nyaman,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Budaya Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Kota Banjarmasin, Puryanie mengatakan, sedikitnya ada 11 SKPD di Banjarmasin yang terkait dengan pengembangan ekraf.
Namun kendalanya kata Puryanie, sinkronisasi 11 SKPD dengan Komite Ekraf Kota Banjarmasin masih belum maksimal.
“Kita bangun komitmen untuk mendorong kemajuan ekonomi kreatif, di Banjarmasin,” kata Puryanie.
Pada pertemuan tersebut hadir ketua Komite ekonomi kreatif (Ekraf) Kota Banjarmasin Farid Fathurrahman bersama para Anggota. Hadir juga pembina Komite Ekraf Kota Banjarmasin, Prof Yunani.
Dalam kesempatan itu, Ketua Komite memaparkan data makro Ekraf di Banjarmasin, perkembangan ekonomi Kreatif di Banjarmasin. Komite Ekraf Banjarmadin memiliki sekitar 80 komunitas, dengan jumlah anggotanya lebih 800 orang.
Adapun 11 SKPD di Banjarmasin yang memiliki kerterkaitan dengan pengembangan ekraf, diantaranya Disbuporapar, Diskopumker, Dinas Perdagangan & Perindustrian, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan, Dinas Sosial, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pendidikan, Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian & Pengembangan.
Para SKPD ini bekerja dalam mengembangkan 17 sub sektor ekonomi kreatif seperti pengembang permainan, arsitektur, desain interior, musik, seni rupa, desain produk, fesyen, kuliner, film, animasi dan video, fotografi, desain komunikasi visual, televisi dan radio, kriya, periklanan, seni pertunjukan, penerbitan, dan aplikasi.