Dengan berselancar di website kami, Anda setuju dengan Kebijakan Privasi kami.
Accept
Teras7.comTeras7.com
  • INDEKS BERITA
  • NEWS
    • Nasional
    • Berita Umum
    • Ekonomi
    • Layanan Publik
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Banjir KalSel
  • LIFE
    • Education
    • Lifestyle
    • Teknologi
    • Kilas Balik
  • HEALTH
  • TRAVEL
  • FOOD
Search
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.
Reading: Makin Beragam Cara Budidaya Ikan, Pembudidaya di PPU Pelajari Kembangkan Nila Salin Melalui Kolam
Share
Sign In
Notification Show More
Aa
Teras7.comTeras7.com
Aa
Search
  • Indeks Berita
  • Nasional
  • Politik
  • Hukum
  • Pemerintahan
  • Lifestyle
  • Budaya
  • Opini
  • Education
  • Ekonomi
  • Video
  • Berita Umum
  • Environment
  • Infrastruktur
  • Kesehatan
  • Kilas Balik
  • Kuliner
  • Layanan Publik
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Religi
  • Sosial
  • Teknologi
  • Travel
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.

Makin Beragam Cara Budidaya Ikan, Pembudidaya di PPU Pelajari Kembangkan Nila Salin Melalui Kolam

Tim Redaksi
Tim Redaksi 28 Oktober 2024, 11.06
Share
11 04 56 images
Ilustrasi budidaya ikan nila salin melalui kolam. (Foto:BLU LMPUKP)
SHARE

TERAS7.COM – Pembudidaya ikan air tawar dan payau di Kabupaten Penajam Paser Utara mulai mempelajari cara mengembangkan ikan nila salin (nilasa) melalui kolam. Edukasi ini didapat para pembudidaya dalam bimbingan teknis di Yogyakarta.

Dengan adanya cara mengembangkan ikan nila salin melalui kolam ini, maka memberikan lebih banyak pilihan bagi para pembudidaya di PPU.

Kepala Bidang (Kabid) Perikanan Budidaya dan Lingkungan Dinas Perikanan Kabupaten PPU, Musakkar, menjelaskan bahwa sebanyak 30 peserta dari 7 kelompok pembudidaya ikan (pokdakan) mengikuti bimtek tersebut.

Lebih lanjut, kegiatan tersebut terlaksana berkat kerja sama dengan Balai Pengembangan Teknologi Perikanan Budidaya (BPTPB) Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

“Alhamdulillah, para peserta sangat antusias mengembangkan varietas Nilasa,” ujar Musakkar baru-baru ini.

Baca juga :

Alasan Sewa Mobil Defender 160 Juta per Bulan, Wali Kota Samarinda: Waktu Mau Beli Gak Ada Duit

Mantap! Pemko Samarinda Sewa Land Rover Defender 160 Juta per Bulan untuk Layani Tamu VIP

Usai Viral se-Indonesia, Gubernur Kaltim Batalkan Pengadaan Mobil Dinas Rp8,5 Miliar

Selanjutnya, Musakkar menjelaskan bahwa para narasumber Bimtek memberikan gambaran yang komprehensif mengenai budidaya Nilasa dengan beberapa media kolam. Mereka menjelaskan penggunaan metode kolam terpal bulat dan metode kolam beton.

“Jika menggunakan kolam beton, maka perawatannya mirip dengan ternak ikan pada alam,” ungkapnya, menekankan kemudahan metode ini.

Namun, para narasumber lebih menyarankan agar melakukan budi daya Nilasa pada kolam terpal, baik menggunakan metode bioflok maupun tanpa bioflok, karena metode ini menawarkan keuntungan tersendiri.

Dalam kesempatan tersebut, para pembudidaya juga mendapatkan pemahaman mengenai metode budi daya Nilasa pada tujuh kolam terpal bulat tanpa bioflok. Masing-masing kolam memiliki volume tujuh meter kubik dengan kapasitas benih ikan sebanyak 100 ekor per satu meter persegi.

Oleh karena itu, dengan total tujuh kolam terpal, pembudidayaan benih Nilasa bisa mencapai 4.900 ekor. Dengan potensi hasil yang mencapai 882 tonase ikan, pembudidaya dapat meraih keuntungan yang signifikan.

Maka, dengan asumsi harga Nilasa Rp27 ribu per kilogram, penerimaan hasil panen budidaya bisa mencapai sekitar Rp23,8 juta. Namun, harga per kilogram varietas ini bervariasi tergantung daerah masing-masing.

Sedangkan pada Kabupaten PPU, harga per kilogramnya bisa mencapai Rp45 ribu. Sehingga, para pembudidaya dapat menghasilkan laba yang lebih besar.

Adapun biaya investasi awal mencapai sekitar Rp20 juta, yang mencakup pengadaan terpal bulat, blower, selang dan keran aerasi, batu aerasi, tali tampar, terminal dan kabel listrik, serta genset mini untuk memenuhi kebutuhan oksigen dalam kolam.

Selanjutnya, ada biaya tetap yang perhitungannya berdasarkan 25 persen dari biaya investasi, serta perhitungan laju penyusutan 20 persen per tahun. Namun nilai tersebut belum termasuk tambahan biaya listrik, total pengeluaran berkisar Rp6 juta.

Kemudian, terdapat biaya operasional yang terdiri dari pengadaan pakan ikan, benih ikan, dan dolomit, dengan total sekitar Rp20,7 juta. Dengan demikian, Musakkar menilai bahwa budidaya Nilasa dengan metode bioflok lebih menguntungkan bagi para pembudidaya.

“Istilahnya, jika menggunakan metode bioflok, operasional untuk menyediakan pakan menjadi lebih murah karena adanya bantuan pakan alami tambahan,” tukasnya.

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Print
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Surprise0
Leave a review Leave a review

Leave a review Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Populer Bulan Ini

83f51e18 4109 435a b616 14b65b7d5d3c
Rugikan PT AGM, Terdakwa Akui Surat Tanah Dicetak Mundur Tahun 2017 dalam Sidang di PN Kandangan
28 Juli 2026, 13.22
20260726 193045
Bupati Taufik Sampaikan 3 Pesan kepada 62 Pendeta HKBP yang Baru Ditahbiskan di Asahan
26 Juli 2026, 17.48
download 5
Tak Patuhi Ketentuan, Sejumlah Warung Kopi di Kertak Hanyar dan Mali-Mali Diberi SP1
4 Agustus 2026, 09.15
IMG 20260806 191642
Supian HK Pastikan DPRD Cari Solusi Atasi Gejolak Perunggasan di Banua
6 Agustus 2026, 19.19
DJI 20260806093249 0177 Dbjbtv
Bye-Bye Macet! Wali Kota Lisa Percepat Pembangunan Jalan Lingkar Selatan Banjarbaru
7 Agustus 2026, 22.15

You Might Also Like

Alasan Sewa Mobil Defender 160 Juta per Bulan, Wali Kota Samarinda: Waktu Mau Beli Gak Ada Duit

Mantap! Pemko Samarinda Sewa Land Rover Defender 160 Juta per Bulan untuk Layani Tamu VIP

Usai Viral se-Indonesia, Gubernur Kaltim Batalkan Pengadaan Mobil Dinas Rp8,5 Miliar

Viral Isu Beras Berbahan Kimia di Kaltim, LPK Borneo Buka Fakta Sebenarnya

Mobil Dinas “Marwah Kaltim” Rp8,5 M, Praktisi Kritik Pedas: Tak Beri Manfaat ke Rakyat!

Teras7.comTeras7.com
Follow US
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.
  • Pedoman Media Siber
  • SOP Wartawan
  • Tim Redaksi
Selamat Datang!

Masuk ke akun

Register Lost your password?