Dengan berselancar di website kami, Anda setuju dengan Kebijakan Privasi kami.
Accept
Teras7.comTeras7.com
  • INDEKS BERITA
  • NEWS
    • Nasional
    • Berita Umum
    • Ekonomi
    • Layanan Publik
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Banjir KalSel
  • LIFE
    • Education
    • Lifestyle
    • Teknologi
    • Kilas Balik
  • HEALTH
  • TRAVEL
  • FOOD
Search
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.
Reading: Soroti Penanganan Kasus Mama Khas Banjar, Ketua HIPMI Kalsel: UMKM Itu Beda dengan Industri!
Share
Sign In
Notification Show More
Aa
Teras7.comTeras7.com
Aa
Search
  • Indeks Berita
  • Nasional
  • Politik
  • Hukum
  • Pemerintahan
  • Lifestyle
  • Budaya
  • Opini
  • Education
  • Ekonomi
  • Video
  • Berita Umum
  • Environment
  • Infrastruktur
  • Kesehatan
  • Kilas Balik
  • Kuliner
  • Layanan Publik
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Religi
  • Sosial
  • Teknologi
  • Travel
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.

Soroti Penanganan Kasus Mama Khas Banjar, Ketua HIPMI Kalsel: UMKM Itu Beda dengan Industri!

Muhammad Ariandi
Muhammad Ariandi 14 Mei 2025, 20.47
Share
IMG 20250514 204528
Ketua BPD HIPMI Kalimantan Selatan, Putra Qomaluddin Attar Nurriqli. (Foto: istimewa)
SHARE

TERAS7.COM – Menteri UMKM, Maman Abdurrahman datang langsung ke Banjarbaru, Kalimantan Selatan untuk menghadiri sidang kasus yang menyeret pelaku usaha Mama Khas Banjar di Pengadilan Negeri (PN) Banjarbaru, pada Rabu (14/05)2025).

Kehadiran Menteri Maman untuk membela pelaku UMKM di Kalsel itu turut didampingi Ketua BPD HIPMI Kalimantan Selatan, Putra Qomaluddin Attar Nurriqli.

Di tengah sorotan terhadap kasus yang menimpa UMKM Mama Khas Banjar, Bang Qomal, sapaan akrabnya menyatakan telah mengikuti perkembangan perkara tersebut secara seksama.

Ia menjelaskan, persoalan yang menjerat Mama Khas Banjar berkaitan dengan kelengkapan administrasi produk, seperti label halal, tanggal kedaluwarsa, hingga informasi yang wajib dicantumkan dalam kemasan pangan olahan.

Sebagai sosok yang aktif dalam pemberdayaan komunitas UMKM dan ekonomi kreatif, Bang Qomal merasa perlu menyampaikan pandangan terkait pendekatan yang digunakan dalam menangani kasus ini.

Baca juga :

Anak Belajar dari Apa yang Dilihat, Andi Irmayani Ingatkan Pentingnya Peran Orang Tua dan Guru

Soal Aspirasi Hibah dan Bansos, Nurkhalis: Boleh Diusulkan, Tapi…

Anjing Liar Resahkan Warga Gang Kancil Banjarbaru, Liana Cari Solusi Penanganan Tanpa Kekerasan

“Tentu kita tidak sedang membela kesalahan prosedural. Tapi kita juga harus melihat bahwa konteks UMKM sangat berbeda dengan industri besar yang punya akses sumber daya dan infrastruktur regulasi yang mapan,” ujarnya.

Bang Qomal menekankan, usaha seperti Mama Khas Banjar lahir dari dapur rumah serta semangat warga yang percaya bahwa kearifan lokal bisa menjadi kekuatan ekonomi.

“Kalau terjadi kekurangan dalam aspek administratif, seperti label halal atau tanggal kedaluwarsa, seharusnya pendekatan pertama yang dilakukan adalah pembinaan, bukan langsung palu sidang,” tegasnya.

Bang Qomal mengaku khawatir, jika pendekatan hukum dijadikan jalur utama tanpa disertai mekanisme pembinaan yang memadai justru menjauhkan pelaku usaha untuk bertumbuh.

“Yang lahir bukan keadilan sosial, tapi ketimpangan akses terhadap pemahaman regulasi. Kita bukan sedang menyelesaikan masalah, justru mengasingkan pelaku usaha dari proses belajar dan tumbuh,” ucapnya.

Bang Qomal juga mempertanyakan mengapa tidak ada ruang pendampingan yang dibuka sejak awal. Ia mendorong pelibatan lembaga pendidikan, asosiasi profesi, hingga komunitas kreatif untuk menciptakan ekosistem belajar yang membantu UMKM menjadi sadar hukum, berkualitas, dan berdaya saing.

“Saya tidak ingin UMKM tumbang bukan karena produknya gagal, tapi karena sistem yang terlalu cepat menghukumnya,” ujarnya.

Bang Qomal berharap kasus Mama Khas Banjar ini bisa menjadi pelajaran bagi semua pihak untuk lebih banyak mendengar, bukan sekadar mengadili.

“Di balik kemasan sederhana produk rumahan, ada harapan banyak orang untuk mandiri, bertumbuh, dan bermartabat sebagai warga ekonomi lokal yang ingin punya tempat di negeri sendiri,” pungkasnya.

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Print
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Surprise0
Leave a review Leave a review

Leave a review Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Populer Bulan Ini

IMG 20260916 170912
Nahkoda Kapal Virgo Transport 8 Selamat dari Insiden, Kini Jalani Pemeriksaan
16 September 2026, 19.05
IMG 20260926 WA0032 scaled e1790408898730
Pererat Kemitraan Antar Vendor, Aston Tanjung City Hotel Kumpulkan 55 Event dan Wedding Organizer
26 September 2026, 15.48
89a452ae c910 4565 ae93 a74121580007 1
Dr. Iwan Aflanie Terpilih sebagai Rektor ULM Periode 2026-2030
2 Oktober 2026, 14.34
66593275 5a57 44a2 a0fc a71c2d8589d7
KAKI Kalsel Soroti Dugaan Mafia Tanah HSS di Kejati
21 September 2026, 16.25
IMG 20260924 WA0041 scaled e1790248419389
Pencarian Hari ke-12 KM Virgo Transport 8: Tim Penyelam Kembali Temukan 14 Korban, Total 150 Orang Ditemukan
24 September 2026, 19.15

You Might Also Like

Anak Belajar dari Apa yang Dilihat, Andi Irmayani Ingatkan Pentingnya Peran Orang Tua dan Guru

Soal Aspirasi Hibah dan Bansos, Nurkhalis: Boleh Diusulkan, Tapi…

Anjing Liar Resahkan Warga Gang Kancil Banjarbaru, Liana Cari Solusi Penanganan Tanpa Kekerasan

Di Tengah Kabut Asap Karhutla, RSD Idaman Banjarbaru Catat 76 Kasus ISPA

Jalan Al Jafri Makin Padat, Nurkhalis Tawarkan Opsi Pelebaran atau Drainase Tertutup

Teras7.comTeras7.com
Follow US
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.
  • Pedoman Media Siber
  • SOP Wartawan
  • Tim Redaksi
Selamat Datang!

Masuk ke akun

Register Lost your password?