TERAS7.COM – Universitas Lambung Mangkurat (ULM) sejak 2017 telah berkomitmen menerima mahasiswa difabel, hingga sekarang 2025 sudah ada 90 orang menjalani aktivitas perkuliahan, membaur dengan ribuan mahasiswa lainnya.
Wakil Rektor 3 ULM Dr. Muhammad Rusmin Nuryadi saat ditemui mengatakan, mahasiswa difabel yang berkuliah di ULM, juga mendapatkan beasiswa dari Kementerian secara gratis sejak masuk hingga lulus nanti, ini salah satu bentuk perhatian ULM kepada mereka yang memiliki keterbatasan sebagaimana juga amanat Undang-Undang nomor 8 Tahun 2016.
ia juga menekankan kepada mahasiswa laiinya untuk bersikap saling menghormati bersama mereka, serta diperlakukan sama dengan mahasiswa lainnya, mereka juga bebas memilih jurusan yang mereka mau, walau ada jurusan yang tidak bisa seperti kedokteran.
“ULM sangat terbuka untuk mereka, mereka bisa membaur dengan mahasiswa lainnya berkegiatan serta juga bebas memilih semua jurusan, namun ada beberapa jurusan yang memang tidak bisa seperti kedokteran,” ujarnya.
Selain itu pihaknya juga memberikan perhatian khusus dengan memberikan pendampingan oleh volunteer yang diambil dari mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), baik menuntun mereka serta membatu berkomunikasi dengan lingkungan sekitar.
“Disini mereka membaur dengan mahasiswa lainnya, kita juga memberikan perlakukan khusus dengan memberikan pendampingan oleh volunteer dari Mahasiswa FKIP, menuntun mereka dan juga membantu komunikasi dengan yang lainnya,” terangnya.

Kepala Pusat Pengembangan Pendidikan Inklusif dan Layanan Disabilitas (P3ILD), Utomo, menambahkan, ULM sendiri telah membentuk Unit Penyandang Disabilitas yang kita beri nama Pusat Pengembangan Pendidikan Inklusif dan Layanan Disabilitas/
Utomo menjelaskan, tidak ada pengkategorian khusus kepada para difabel yang berkuliah di ULM.
Semuanya memiliki hak mendapatkan Pendidikan yang sama, baik yang memiliki hambatan di penglihatan, pendengaran, bicara, fisik maupun autis.
“Semuanya bisa masuk diberbagai jalur dan tetap mengikuti proses administrasi secara normal. Baik jalur undangan, Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) hingga jalur mandiri,” jelasnya.
Terkait beasiswa ia meneruskan, para mahasiswa difabel awalnya sejak 2017 hingga 2024 dibiayai oleh pihak Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia, kemudian ULM mendapat support bantuan program beasiswa dari PT Bayan Resources Tbk (BYAN) dan telah menjalin kontrak sejak tahun 2024 sampai 2027 yang mana tersedia setiap tahunnya untuk 20 mahasiswa difabel.
“Kini kita sudah bekerjasama dengan PT BYAN yang akan berjalan selama empat kali penerimaan hingga tahun 2027 nanti. Dengan artian kerjasama ini akan berajalan selama enam belas tahun sampai mahaswa mahasisi difabel kita lulus. Kita berharap semoga kerjasama ini akan bisa dilanjutkan nantinya dan terus berjalan,” harapnya.
Ditempat terpisah, Nur Cinta mahasiswi difabel yang sedang mengikuti kegiatan orientasi mahasiswa baru didampingi volunteer, sangat bersyukur bisa diterima dan berkuliah di ULM dan ia pun merasa senang bisa membaur dan memiliki banyak teman.
“Sangat senang bisa mendapat banyak teman baru, tentunya diterima di ULM saya merasa bangga,” ungkapnya.
Nur Cinta yang mengambil jurusan Pendidikan khusus pun memiliki cita cita ingin menjadi seorang guru dimasa depan.
“Saya punya cita cita ingin menjadi guru setelah lulus kuliah di ULM nanti,” tuturnya.

Selain itu Mahasiswa difabel lainnya Samiyah Mardhatillah juga turut mengungkapkan syukurnya bisa diterima di ULM menjadi mahasiswa dan mendapatkan beasiswa gratis hingga lulus nant.
“Alhamdulillah saya sangat bersyukur bisa berkuliah di ULM juga mendapat beasiswa gratis, tentunya orang tua saya sangat mendukung,” pungkasnya.