TERAS7.COM – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan mendorong penerapan konsep wisata ramah Muslim sebagai strategi meningkatkan daya saing pariwisata daerah.
Melalui sosialisasi penerapan CHSE (Cleanliness, Health, Safety, Environment Sustainability), pelaku usaha di sektor pariwisata diajak memahami pentingnya layanan bersih, sehat, aman, dan ramah Muslim.
Kegiatan sosialisasi diselenggarakan Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Selatan, melalui Bidang Pengembangan Destinasi, di Kabupaten Tanah Laut, beberapa waktu lalu.
Acara ini menghadirkan dua narasumber praktisi pariwisata, Novyandi Saputra dan Fanggi Theresia, yang membagikan pengalaman dan praktik terbaik terkait penerapan CHSE serta pengembangan wisata ramah Muslim.
Plt. Kepala Dinas Pariwisata Kalsel, Muhammad Syarifuddin, melalui Kepala Bidang Pengembangan Destinasi, Yosalvina Yovani, menyampaikan bahwa perilaku wisatawan kini berubah pascapandemi.
“Mereka semakin peduli terhadap kebersihan, kesehatan, keselamatan, sekaligus mencari destinasi yang nyaman dan ramah Muslim. Ini menjadi peluang besar bagi Kalsel,” kata Yosalvina, Kamis (09/10/2025).
CHSE, menurutnya, bukan sekadar aturan, tetapi menjadi nilai tambah dan daya saing bagi usaha pariwisata. Penerapan prinsip ini mencakup kebersihan fasilitas, keamanan, standar kesehatan, hingga kelestarian lingkungan.
Dengan mengintegrasikan prinsip halal dan ramah Muslim, destinasi pariwisata Kalsel dapat menarik wisatawan domestik maupun mancanegara.