Yosalvina menambahkan, sosialisasi ini menargetkan pelaku usaha mulai dari hotel, guest house, restoran, kafe, hingga usaha katering.
“Kami ingin semua pelaku usaha memahami prinsip CHSE dan konsep wisata ramah Muslim sehingga destinasi yang mereka kelola tidak hanya bersih dan aman, tetapi juga memberi kenyamanan bagi wisatawan Muslim,” jelasnya.
Selain itu, Yosalvina menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor. Pemerintah, pelaku usaha, masyarakat, dan pemangku kepentingan harus bersinergi untuk mewujudkan pariwisata berkelanjutan.
“Momentum ini harus dijadikan langkah bersama, agar wisata Kalsel bukan hanya tempat kunjungan, tapi juga pengalaman berkesan yang memberi manfaat ekonomi dan menjaga kelestarian budaya serta lingkungan,” tutupnya.
Dengan penerapan CHSE dan fokus pada wisata ramah Muslim, Kalsel berharap bisa menggaet lebih banyak wisatawan, meningkatkan pendapatan daerah, dan menjadikan sektor pariwisata sebagai penggerak ekonomi sekaligus kebanggaan budaya lokal.