TERAS7.COM – Apel Kesiapsiagaan Bencana Hidrometeorologi Tahun 2025 yang digelar Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu tidak hanya menjadi ajang pengecekan kesiapan daerah, namun juga momen penghargaan bagi para relawan dan petugas penanggulangan bencana yang selama ini bekerja di garis depan.
Dalam apel yang berlangsung di halaman Kantor Bupati, Batulicin, Kamis (4/12/2025), Sekretaris Daerah Tanah Bumbu, Yulian Herawati, mewakili Bupati Andi Rudi Latif, menegaskan bahwa dedikasi para relawan dan personel menjadi pilar utama ketangguhan daerah menghadapi ancaman cuaca ekstrem.
Ia menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh unsur yang selama ini terjun langsung dalam penanganan bencana, mulai BPBD, TNI, Polri, organisasi masyarakat, hingga relawan independen yang selalu hadir tanpa pamrih.
“Para relawan dan personel telah bekerja dengan semangat pengabdian yang luar biasa. Banyak dari mereka turun ke lapangan saat kondisi sulit, bahkan ketika risiko keselamatan cukup tinggi. Kita sangat menghargai komitmen tersebut,” ujar Yulian.
Menurutnya, selama ini banyak aksi kemanusiaan yang dilakukan tanpa sorotan. Relawan dan petugas berjuang siang malam membantu evakuasi warga, menangani banjir, longsor, hingga mendistribusikan logistik ke wilayah terpencil. Pemerintah menyadari bahwa ketangguhan Tanah Bumbu tidak mungkin terbangun tanpa kehadiran mereka.
Ia juga menekankan bahwa apel kesiapsiagaan bukan sekadar formalitas, tetapi wujud penghormatan kepada mereka yang menjaga keselamatan masyarakat.
“Semoga semangat pengabdian ini terus terjaga. Kami berkomitmen memperkuat sinergi dan memberikan dukungan terbaik bagi seluruh personel dan relawan,” ujarnya.
Apel kesiapsiagaan ditandai dengan pengecekan pasukan dan peralatan. Berbagai unsur terlibat dalam gelar kesiapan, mulai armada pertolongan, alat komunikasi, hingga peralatan evakuasi. Pemerintah berharap kegiatan ini dapat memastikan bahwa setiap langkah penanganan bencana berjalan cepat dan tepat.
Dalam suasana penuh keakraban, para relawan yang hadir terlihat berbaur dengan personel gabungan. Bagi sebagian dari mereka, apel ini menjadi simbol pengakuan atas kerja panjang yang sering dilakukan tanpa sorotan publik.
Melalui kegiatan ini, pemerintah ingin memastikan bahwa perjuangan relawan dan petugas tidak hanya dilihat sebagai tugas, tetapi juga sebagai bentuk ketulusan dan kepedulian yang pantas diapresiasi.