TERAS7.COM – Pemerintah Kabupaten Banjar terus mendorong penguatan program Kabupaten Layak Anak (KLA) melalui sosialisasi Informasi Layak Anak (ILA) yang digelar di Aula Dinsos P3AP2KB Banjar, Senin (23/2/2026).
Kegiatan yang diinisiasi Dinas Sosial P3AP2KB Kabupaten Banjar ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat salah satu indikator penting dalam penilaian KLA, yakni peran media massa dalam mendukung pembangunan anak.
Kepala Bidang Pemenuhan Hak Anak pada Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Kalimantan Selatan, Adrian Anwary, menegaskan bahwa Informasi Layak Anak merupakan elemen krusial dalam sistem penilaian KLA.
“Informasi layak anak ini memang hanya satu indikator, tetapi sangat penting karena berkaitan dengan salah satu pilar pembangunan anak, yaitu media massa,” ujarnya.
Menurutnya, keberadaan media yang ramah anak menjadi fondasi dalam menciptakan ekosistem informasi yang mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
“Kalau salah satu pilarnya tidak ada, maka pembangunan anak tidak bisa berjalan normal. Karena itu, wajar jika Kabupaten Banjar menggelar kegiatan seperti ini,” tambahnya.
Adrian juga menekankan bahwa media tidak lagi cukup hanya berperan sebagai penyampai informasi. Ia mendorong agar media memberi ruang partisipasi lebih luas bagi anak, termasuk dalam proses produksi berita.
“Sudah saatnya media tidak hanya memberitakan, tetapi juga melibatkan anak, misalnya melalui pelatihan jurnalistik atau ruang partisipasi lainnya. Anak bisa belajar menjadi jurnalis atau pewawancara,” jelasnya.
Ia menyarankan adanya kolaborasi konkret antara media dan Forum Anak Daerah, bahkan jika diperlukan melalui nota kesepahaman (MoU), agar pelibatan anak lebih terarah dan berkelanjutan.
Sementara itu, Kepala Bidang PPPA Dinsos P3AP2KB Banjar, Merilu Ripner, menyampaikan bahwa sosialisasi ini bertujuan menyamakan persepsi sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam mewujudkan Banjar sebagai Kabupaten Layak Anak.
“Kami berharap media dapat mendukung KLA dengan menghadirkan informasi yang ramah anak, serta membuka ruang partisipasi anak dalam berbagai kegiatan,” tuturnya.
Melalui sosialisasi ini, sinergi antara pemerintah daerah dan insan pers diharapkan semakin solid dalam membangun lingkungan informasi yang aman, edukatif, dan berpihak pada kepentingan terbaik anak di Kabupaten Banjar.