Dengan berselancar di website kami, Anda setuju dengan Kebijakan Privasi kami.
Accept
Teras7.comTeras7.com
  • INDEKS BERITA
  • NEWS
    • Nasional
    • Berita Umum
    • Ekonomi
    • Layanan Publik
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Banjir KalSel
  • LIFE
    • Education
    • Lifestyle
    • Teknologi
    • Kilas Balik
  • HEALTH
  • TRAVEL
  • FOOD
Search
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.
Reading: Secangkir Kopi dan Pesan dari Sultan: Menemukan Ruh Majapahit di Banjar
Share
Sign In
Notification Show More
Aa
Teras7.comTeras7.com
Aa
Search
  • Indeks Berita
  • Nasional
  • Politik
  • Hukum
  • Pemerintahan
  • Lifestyle
  • Budaya
  • Opini
  • Education
  • Ekonomi
  • Video
  • Berita Umum
  • Environment
  • Infrastruktur
  • Kesehatan
  • Kilas Balik
  • Kuliner
  • Layanan Publik
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Religi
  • Sosial
  • Teknologi
  • Travel
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.

Secangkir Kopi dan Pesan dari Sultan: Menemukan Ruh Majapahit di Banjar

Teras 7 Official
Teras 7 Official 9 Maret 2026, 22.42
Share
IMG 20260309 WA0041
Refleksi malam Ramadan: pesan dari Sultan Banjar Yusuf Isnendar Chevi mengingatkan tentang jejak peradaban Majapahit, Demak, dan Banjar dalam sejarah Nusantara. (Foto: ist)
SHARE

Jakarta, 19 Ramadhan 1447 H

Malam ini terasa lebih tenang. Baru saja saya menyelesaikan ibadah Tarawih, sebuah rutinitas spiritual yang selalu membawa kedamaian. Di sebuah sudut, sambil menikmati hidangan malam dan aroma kopi yang mengepul hangat, layar ponsel saya menyala. Sebuah pesan WhatsApp masuk dari Sultan Banjar, Yusuf Isnendar Chevi.

Isi pesannya bukan sekadar tegur sapa biasa. Beliau mengirimkan sebuah narasi besar tentang jati diri, sebuah pengingat tentang Peradaban Majapahit, Kesultanan Demak, dan Kesultanan Banjar.

Menyusuri Garis Sejarah dalam Genggaman

Sambil menyeruput kopi, saya meresapi baris demi baris pesan dari Sultan. Beliau mengingatkan bahwa tanah Kalimantan tidak berdiri sendiri dalam ruang hampa. Di sana, dari lingkungan dinasti Negara Dipa dan Negara Daha, muncul sosok Pangeran Samudera, sang pewaris sah takhta.

Baca juga :

Rahmat Saleh Dorong Pemkab Banjar Genjot PAD dan Perkuat Infrastruktur di Tahun 2027

Rapat Paripurna DPRD Banjar Sepakati KUPA-PPAS 2026 dan KUA-PPAS 2027

DPRD Banjar Dorong Perda Perlindungan UMKM, Perkuat Kepastian Hukum bagi Pelaku Usaha Kecil

Pesan Sultan Yusuf membuat saya merenung: betapa kuatnya ikatan Nusantara ini. Pangeran Samudera tidak berjuang sendirian. Dengan dukungan politik dari Kesultanan Demak di Jawa, beliau berhasil menegakkan kembali marwah dinasti Banjar. Tepat pada tahun 1526, sejarah mencatat sebuah transformasi agung ketika beliau memeluk Islam dan dinobatkan sebagai Sultan Suriansyah, Sultan pertama Kesultanan Banjar.

Kuin: Titik Temu Tradisi dan Religi

Dalam pesan tersebut, Sultan menekankan bahwa dari pusat pemerintahan di Kuin, Banjarmasin, peradaban ini tidak hanya berkembang secara politik, tetapi juga menjadi motor penyebaran Islam di seluruh Kalimantan. Namun, ada satu hal yang paling menyentuh hati saya malam ini: kesinambungan.

Sultan Yusuf menegaskan bahwa peradaban Nusantara bukanlah rangkaian kerajaan yang terputus-putus. Ada garis merah yang tebal dan nyata:

Majapahit mewariskan sistem pemerintahan dan budaya istana.

Kesultanan Demak menjadi jembatan transformasi menuju nilai-nilai baru.

Kesultanan Banjar melanjutkan warisan itu dalam bentuk kesultanan Islam yang tetap memeluk erat akar budaya Nusantara.

Refleksi di Malam Ramadhan

Duduk di Jakarta malam ini, saya merasa pesan WhatsApp dari Sultan Yusuf Isnendar Chevi adalah sebuah “prasasti digital” yang sangat berharga. Beliau mengingatkan saya, dan kita semua bahwa sejarah kita dibangun oleh persatuan budaya dan kebijaksanaan para leluhur.

Apa yang diwariskan oleh Majapahit hingga ke Banjar adalah bukti bahwa kita adalah satu garis sejarah yang terus hidup. Di tengah hiruk-pikuk modernitas Jakarta, pesan ini seperti jangkar yang menjaga kita agar tetap membumi pada akar identitas bangsa.

Terima kasih, Sultan, atas pengingat sejarah yang luar biasa ini. Sembari menghabiskan sisa kopi malam ini, saya merasa bangga menjadi bagian dari peradaban yang besar dan bersambung ini.

Wasallam.

Penulis: M Irfan Fajrianur

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Print
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Surprise0
Leave a review Leave a review

Leave a review Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Populer Bulan Ini

b64aef3c 0611 4575 a009 f17384d9d012
Pemalsuan Dokumen Tanah, Kuasa Hukum PT AGM: “Terdakwa Sudah Beberapa Kali Melakukan Hal Serupa”
21 Juli 2026, 20.20
83f51e18 4109 435a b616 14b65b7d5d3c
Rugikan PT AGM, Terdakwa Akui Surat Tanah Dicetak Mundur Tahun 2017 dalam Sidang di PN Kandangan
28 Juli 2026, 13.22
20260726 193045
Bupati Taufik Sampaikan 3 Pesan kepada 62 Pendeta HKBP yang Baru Ditahbiskan di Asahan
26 Juli 2026, 17.48
download 5
Tak Patuhi Ketentuan, Sejumlah Warung Kopi di Kertak Hanyar dan Mali-Mali Diberi SP1
4 Agustus 2026, 09.15
IMG 20260722 165547
Lisa Halaby Buka Piala Banjarbaru Emas 2026 U13 dan U15, Perkuat Pembinaan Sepak Bola Usia Dini
22 Juli 2026, 22.45

You Might Also Like

Rahmat Saleh Dorong Pemkab Banjar Genjot PAD dan Perkuat Infrastruktur di Tahun 2027

Rapat Paripurna DPRD Banjar Sepakati KUPA-PPAS 2026 dan KUA-PPAS 2027

DPRD Banjar Dorong Perda Perlindungan UMKM, Perkuat Kepastian Hukum bagi Pelaku Usaha Kecil

Ombudsman RI Kalsel Berikan Opini Kualitas Tinggi untuk Pelayanan Publik Kabupaten Banjar

Integritas DPR Menentukan Arah Pemilihan

Teras7.comTeras7.com
Follow US
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.
  • Pedoman Media Siber
  • SOP Wartawan
  • Tim Redaksi
Selamat Datang!

Masuk ke akun

Register Lost your password?