TERAS7.COM – RSD Idaman Kota Banjarbaru menggelar peringatan Hari Epilepsi Sedunia (Purple Day) yang jatuh setiap 26 Maret. Kegiatan ini berlangsung di area depan antrean Instalasi Farmasi, Kamis (26/3/2026), sebagai bentuk dukungan terhadap Orang Dengan Epilepsi (ODE).
Kegiatan ini tidak hanya diinisiasi oleh pihak rumah sakit, tetapi juga melibatkan langsung para pasien penyandang epilepsi. Kehadiran mereka turut menarik perhatian pengunjung dan masyarakat di lingkungan rumah sakit.
Dalam kesempatan tersebut, dr. Winny Marthalina, Sp.S, M.Si.Med memberikan edukasi singkat terkait epilepsi, khususnya untuk mengikis stigma negatif yang masih melekat di masyarakat. Ia mengungkapkan bahwa diskriminasi terhadap ODE masih cukup tinggi.
“Sekitar 47 persen orang menolak berteman atau bergaul dengan ODE, 44 persen menolak mempekerjakan, dan 60,2 persen menolak menikah atau menikahkan anggota keluarganya dengan ODE,” ungkapnya.
Menurutnya, kurangnya pemahaman menjadi salah satu penyebab utama munculnya stigma tersebut. Oleh karena itu, edukasi kepada masyarakat dinilai penting agar ODE dapat diterima secara lebih inklusif.
Selain itu, dalam kegiatan ini juga disampaikan informasi mengenai faktor pemicu kejang yang dikenal dengan istilah “5K”, yakni kedinginan, kepanasan, kecapekan, kepikiran, dan kelaparan.
Antusiasme terlihat dari para peserta, baik ODE maupun masyarakat umum, yang mengikuti rangkaian kegiatan edukasi.
Melalui momentum Purple Day ini, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap epilepsi semakin meningkat, sekaligus mendorong terciptanya lingkungan yang lebih peduli dan bebas stigma bagi penyandang epilepsi.