TERAS7.COM – Halaman Kantor Bupati Balangan menjadi saksi bisu refleksi sejarah besar bumi borneo pada Senin (18/5/2026). Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-77 Proklamasi Pemerintahan Gubernur Tentara Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) Divisi IV Pertahanan Kalimantan dijadikan momentum krusial untuk membakar kembali semangat patriotisme lokal dalam melawan ancaman modern, termasuk peredaran gelap narkoba.
Upacara khidmat yang memperingati peristiwa heroik 17 Mei 1949 di bawah komando tekad Hasan Basry ini dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Balangan, Akhmad Fauzi. Dalam pidatonya, ia menegaskan bahwa esensi dari perayaan HUT ALRI ini bukan sekadar seremonial tahunan, melainkan sebuah kompas moral bagi masyarakat untuk menghadapi tantangan zaman yang kian kompleks.
Wakil Bupati Balangan, Akhmad Fauzi, menyatakan bahwa warisan keteguhan hati para pejuang ALRI Divisi IV yang menolak tunduk pada kolonialisme Belanda di masa lalu, wajib ditransformasikan oleh generasi masa kini menjadi benteng pertahanan daerah.
“Semangat inilah yang sejatinya harus selalu hidup dalam jiwa kita demi kemajuan dan kejayaan bangsa Indonesia,” tegas Akhmad Fauzi di hadapan peserta upacara.
Mengulas kembali memori kolektif bangsa, Fauzi menggarisbawahi kekuatan sejarah deklarasi 1949 sebagai bukti otentik geopolitik bahwa kedaulatan Indonesia di tanah Kalimantan adalah harga mati.
“Fakta sejarah ini cukup meyakinkan kita semua bahwa kesetiaan rakyat Kalimantan terhadap NKRI tidak pernah tergoyahkan,” imbuh Fauzi secara lugas.
HUT ke-77 ALRI kali ini memboyong tema sentral “Pejuang-pejuang yang Ikhlas Tidak Menuntut Jasa”. Nilai keikhlasan tanpa pamrih inilah yang menurut Fauzi harus diimplementasikan secara konkret di lapangan. Ia menyerukan kepada seluruh lapisan masyarakat untuk bahu-membahu mengisi kemerdekaan dengan memperkuat persatuan, menyukseskan pembangunan daerah, dan secara radikal memerangi penyalahgunaan narkotika yang merusak generasi penerus Balangan.
Upacara bendera penanda HUT ALRI Divisi IV di Paringin Selatan ini turut dikawal ketat oleh kehadiran jajaran Forkopimda Balangan, para kepala SKPD, serta seluruh elemen Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun tenaga non-ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Balangan.