Dengan berselancar di website kami, Anda setuju dengan Kebijakan Privasi kami.
Accept
Teras7.comTeras7.com
  • INDEKS BERITA
  • NEWS
    • Nasional
    • Berita Umum
    • Ekonomi
    • Layanan Publik
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Banjir KalSel
  • LIFE
    • Education
    • Lifestyle
    • Teknologi
    • Kilas Balik
  • HEALTH
  • TRAVEL
  • FOOD
Search
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.
Reading: TRENDING: Klepon Tidak Islami? Ini Pendapat Penjual Dan Penikmat Klepon Di Martapura
Share
Sign In
Notification Show More
Aa
Teras7.comTeras7.com
Aa
Search
  • Indeks Berita
  • Nasional
  • Politik
  • Hukum
  • Pemerintahan
  • Lifestyle
  • Budaya
  • Opini
  • Education
  • Ekonomi
  • Video
  • Berita Umum
  • Environment
  • Infrastruktur
  • Kesehatan
  • Kilas Balik
  • Kuliner
  • Layanan Publik
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Religi
  • Sosial
  • Teknologi
  • Travel
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.

TRENDING: Klepon Tidak Islami? Ini Pendapat Penjual Dan Penikmat Klepon Di Martapura

Rizki Saputera
Rizki Saputera 29 Juli 2020, 16.41
Share
WhatsApp Image 2020 07 29 at 16.03.40
SHARE

TERAS7.COM – Ditengah pandemi Covid-19 yang masih belum usai ini, jagat dunia maya sempat dihebohkan dengan sebutan kue klepon tidak islami.

Akibatnya kata Klepon sendiri sempat merajai trending Twitter di Tanah Air, bahkan disebut-sebut berkaitan dengan Perayaan Natal.

Kue berwarna hijau berbalut kelapa parut ini ramai menjadi perbincangan publik usai sebuah akun mengunggah postingan ‘Kue klepon tidak islami. yuk tinggalkan jajanan yang tidak islami dengan cara membeli jajanan islami, aneka kurma yang tersedia di toko syariah kami, Abu Ikhwan Aziz.’

Kue Klepon ini sendiri di Kota Martapura, Kabupaten Banjar sudah menjadi panganan ringan bagi masyarakat lokal maupun mereka yang mengunjungi Kota yang dikenal sebagai Serambi Mekkah ini, khususnya Klepon buntut.

WhatsApp Image 2020 07 29 at 16.06.07

Baca juga :

Dinkes Banjar Minta Warga Waspadai Kabut Asap Pekat, Puskesmas Disiagakan

Soal Tarif Air, Warga Minta PTAM Intan Banjar Buka-Bukaan Biaya dan Tingkatkan Pelayanan

Bupati Tutup Kuliner Ramadan Baiman 1447 H di Kawasan Bawah Jembatan Barito

Biasanya di Martapura, kue berisi gula merah ini dijual dalam kemasan kotak kertas, dengan harga sekitar 5000 rupiah bisa mendapatkan 2 kotak berisi panganan lezat.

Siti (30) salah satu penjual kue Klepon kepada Teras7.com mengaku mengetahui perihal polemik Klepon tidak islami tersebut, ia memilih tidak menanggapinya terlalu serius.

“Bagi saya sih itu cuma kerjaan orang iseng aja. Tapi kalau benar, itu memang cara berdagang yang tidak baik, karena seperti menjatuhkan produk lain dengan membawa agama,” katanya.

WhatsApp Image 2020 07 29 at 16.06.08

Siti sendiri mengungkapkan tidak terlalu paham kenapa Klepon dianggap tidak islami, padahal bahan bakunya halal dan aman di konsumsi.

Kue panganan berwarna hijau ini lanjut Siti dibuat dari bahan-bahan yaitu tepung ketan, pewarna hijau pandan, gula merah dan parutan kelapa.

“Saya kurang tahu banyak, yang pasti intuk parutan kepala di kukus, sementara untuk adonan tepung ketan diwarnai dulu, baru diisi gula merah dan direbus sampai timbul, baru diberikan parutan kelapa,” katanya.

Salah satu penikmat klepon, Ainuddin mengatakan tidak bisa suatu makanan dimanakan islami kecuali dilarang dalam Islam seperti Babi dan Anjing.

WhatsApp Image 2020 07 29 at 16.06.19

“Jadi apa ciri tidak islami dan tandanya, seperti Klepon tadi darimana segi tidak islamnya? Padahal bahan Klepon dari tepung ketan, gula merah dan parutan kelapa,” terangnya.

Dikaitkannya kue tradisional ini dengan perayaan Natal, tepatnya dikatakan mirip pohon natal yang berwarna hijau dibalut salju pun dianggap tak beralasan oleh warga Sekumpul ini.

“Kalau dikaitkan dengan pohon natal, sebenarnya di negara yang mengalami musim salju saat merayakan natal, hanya pohon Cemara yang masih tumbuh dan daunnya hijau. Karena itu digunakan menjadi perlengkapan untuk perayaan natal, kalau di disana tumbuh pohon Belinju, bisa jadi itu yang digunakan,” sebut Ainuddin.

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Print
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy1
Angry0
Surprise0

Populer Bulan Ini

download 5
Tak Patuhi Ketentuan, Sejumlah Warung Kopi di Kertak Hanyar dan Mali-Mali Diberi SP1
4 Agustus 2026, 09.15
IMG 20260806 191642
Supian HK Pastikan DPRD Cari Solusi Atasi Gejolak Perunggasan di Banua
6 Agustus 2026, 19.19
DJI 20260806093249 0177 Dbjbtv
Bye-Bye Macet! Wali Kota Lisa Percepat Pembangunan Jalan Lingkar Selatan Banjarbaru
7 Agustus 2026, 22.15
IMG 20260808 120458
Rumah Janda Dua Anak di Banjarbaru Ini Terancam Digusur, Baskoro Kawal Penyelesaian Sengketa
8 Agustus 2026, 18.17
Compress 20260806 201843 3882 1024x683 1
Kalsel Punya Aset di Jakarta, DPRD Dorong Optimalisasi Guna Dongkrak PAD
7 Agustus 2026, 18.43

You Might Also Like

Dinkes Banjar Minta Warga Waspadai Kabut Asap Pekat, Puskesmas Disiagakan

Soal Tarif Air, Warga Minta PTAM Intan Banjar Buka-Bukaan Biaya dan Tingkatkan Pelayanan

Bupati Tutup Kuliner Ramadan Baiman 1447 H di Kawasan Bawah Jembatan Barito

Obat Batuk Seledryl Jadi Tren Nge-Fly Remaja, RSUD Raza Ingatkan Dampak Fatalnya

Perkuat Kesiapsiagaan Wilayah, Kecamatan Beruntung Baru Gelar Bimtek dan Pelatihan Satlinmas

Teras7.comTeras7.com
Follow US
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.
  • Pedoman Media Siber
  • SOP Wartawan
  • Tim Redaksi
Selamat Datang!

Masuk ke akun

Register Lost your password?