Dengan berselancar di website kami, Anda setuju dengan Kebijakan Privasi kami.
Accept
Teras7.comTeras7.com
  • INDEKS BERITA
  • NEWS
    • Nasional
    • Berita Umum
    • Ekonomi
    • Layanan Publik
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Banjir KalSel
  • LIFE
    • Education
    • Lifestyle
    • Teknologi
    • Kilas Balik
  • HEALTH
  • TRAVEL
  • FOOD
Search
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.
Reading: 9 Hari 9 Malam Aruh Syukur Dayak Paramasan
Share
Sign In
Notification Show More
Aa
Teras7.comTeras7.com
Aa
Search
  • Indeks Berita
  • Nasional
  • Politik
  • Hukum
  • Pemerintahan
  • Lifestyle
  • Budaya
  • Opini
  • Education
  • Ekonomi
  • Video
  • Berita Umum
  • Environment
  • Infrastruktur
  • Kesehatan
  • Kilas Balik
  • Kuliner
  • Layanan Publik
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Religi
  • Sosial
  • Teknologi
  • Travel
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.

9 Hari 9 Malam Aruh Syukur Dayak Paramasan

Maulana
Maulana 4 September 2018, 11.41
Share
WhatsApp Image 2018 09 03 at 20.07.41
SHARE

TERAS7.COM – Berbagai cara dilakukan oleh masyarakat di daerah sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, atas panen yang berlimpah. Masyarakat Dayak Paramasan, di Kabupaten Banjar Provinsi Kalimantan Selatan, mengungkapkannya dengan menggelar Aruh Ganal Masyarakat Adat.

Seperti yang digelar di Babalai Adat Induk Dayak Desa Paramasan Bawah, Kecamatan Paramasan Kabupaten Banjar, masyarakat adat Dayak Paramasan menggelar Aruh Ganal, dengan dihadiri para pemuka adat, demang serta dari pemerintah daerah, kepolisian dan TNI setempat.

“Upacara adat tersebut digelar sebagai wujud syukur masyarakat adat Dayak Paramasan, atas hasil panen yang melimpah,” jelas Kepala Desa Paramasan Bawah, Suwardi yang juga tokoh adat Dayak Paramasan, Sabtu (1/9).

Beragam prosesi digelar, seperti tarian Babangsai yang dimainkan oleh beberapa pemuda dan pemudi Dayak Paramasan. Setelahnya juga ada Tari Babalian yang diikuti oleh warga Dayak Paramasan. Mereka menari sambil mengelilingi langgat atau semacam tugu yang dihiasi dengan janur dan diiringi musik gendang dan sarunai.

Menurut Suwardi, acara di Babalai Adat Induk Dayak ini merupakan rangkaian upacara syukuran warganya. Sebelumnya telah dilaksanakan upacara Bapalas dan Babalai Kambang. Upacara adat di Babalai Adat Dayak ini dilaksanakan selama sembilan hari Sembilan malam sejak 27 Agustus 2018.

Baca juga :

Dinkes Banjar Minta Warga Waspadai Kabut Asap Pekat, Puskesmas Disiagakan

Soal Tarif Air, Warga Minta PTAM Intan Banjar Buka-Bukaan Biaya dan Tingkatkan Pelayanan

Bahrul Ilmi dan Isteri Anjangsana ke Pemondokan Para Kafilah

“Upacara adat dayak ini kami laksanakan tiga kali dalam setahun. Pertama adalah Bapalas yakni saat tanaman padi yang berumur 3 bulan atau tingginya mencapai 10 sampai 15 cm, sebagai tanda syukur kepada Tuhan karena tanaman kami tidak terkena penyakit,” tuturnya.

WhatsApp Image 2018 09 03 at 20.07.41 1

Sedangkan upacara adat Babalai Kambang dilaksanakan oleh warga Dayak Paramasan ketika tanaman padi sudah mulai dipanen hingga belum habis dipanen.

Damang Adat Banjar Umung menambahkan, kegiatan Aruh Ganal di Babalai Adat ini sudah dilakukan turun-temurun sejak nenek moyang hingga sekarang. Tujuannya sebagai ungkapan syukur, sekaligus meminta berkah kepada Tuhan Yang Maha Kuasa dan para leluhur agar terhindar dari musibah.

Kepala Bidang Kebudayaan, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banjar, Yuana Karta Abidin yang juga hadir pada Aruh Ganal Adat Dayak Paramasan mengatakan, warga di Paramasan merupakan salah satu daerah di Kabupaten Banjar yang masih sangat kental menjunjung tinggi adat istiadat daerah.

Aruh Ganal ujarnya, juga berpotensi terus menjalin kebersamaan, persatuan dan kesatuan termasuk untuk menjadi salah satu daya tarik sektor pariwisata.

“Ada tiga komponen utama dalam kesuksesan sebuah pembangunan, yaitu adanya pemerintah sebagai pembuat perencanaan dan pembuat kebijakan pembangunan, kemudian, berkembangnya sektor usaha dari swasta dan yang ketiga adalah para alim ulama, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat,” tandasnya.

Potensi Kecamatan Paramasan, sebagai salah satu destinasi wisata adat serta wisata alam menurut Yuana sangatlah potensial untuk dikembangkan.

“Di sini alamnya masih asri dengan ari terjun serta budaya yang menarik,” pungkasnya.

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Print
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Surprise0
1 Review 1 Review

Leave a review Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Populer Bulan Ini

download 5
Tak Patuhi Ketentuan, Sejumlah Warung Kopi di Kertak Hanyar dan Mali-Mali Diberi SP1
4 Agustus 2026, 09.15
IMG 20260806 191642
Supian HK Pastikan DPRD Cari Solusi Atasi Gejolak Perunggasan di Banua
6 Agustus 2026, 19.19
DJI 20260806093249 0177 Dbjbtv
Bye-Bye Macet! Wali Kota Lisa Percepat Pembangunan Jalan Lingkar Selatan Banjarbaru
7 Agustus 2026, 22.15
IMG 20260808 120458
Rumah Janda Dua Anak di Banjarbaru Ini Terancam Digusur, Baskoro Kawal Penyelesaian Sengketa
8 Agustus 2026, 18.17
Compress 20260806 201843 3882 1024x683 1
Kalsel Punya Aset di Jakarta, DPRD Dorong Optimalisasi Guna Dongkrak PAD
7 Agustus 2026, 18.43

You Might Also Like

Dinkes Banjar Minta Warga Waspadai Kabut Asap Pekat, Puskesmas Disiagakan

Soal Tarif Air, Warga Minta PTAM Intan Banjar Buka-Bukaan Biaya dan Tingkatkan Pelayanan

Bahrul Ilmi dan Isteri Anjangsana ke Pemondokan Para Kafilah

Bazar dan Pameran Semarakan MTQ ke-37 Kalsel di Batola

Obat Batuk Seledryl Jadi Tren Nge-Fly Remaja, RSUD Raza Ingatkan Dampak Fatalnya

Teras7.comTeras7.com
Follow US
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.
  • Pedoman Media Siber
  • SOP Wartawan
  • Tim Redaksi
Selamat Datang!

Masuk ke akun

Register Lost your password?