TERAS7.COM – Desa Sungai Pinang Baru, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar adalah salah satu desa yang letaknya berada tidak jauh dari Kantor Kecamatan Sungai Tabuk.
Akan tetapi hingga saat ini, akses menggunakan kendaraan roda 2 menuju desa ini hampur putus akibat tak adanya perbaikan infrastruktur.
Apalagi disaat banjir yang melanda pada awal tahun 2021, membuat jalan terendam dan tergerus air sehingga membuat desa ini menjadi semakin terisolir dan hanya bisa dicapai menggunakan perahu kecil.
Hal ini membuat Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Banjar, M. Rofiqi yang juga ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Banjar bersama dengan Anggota Kadin Abu Amar dan Andi Fitri datang ke Desa Sungai Pinang Baru untuk melihat langsung kondisi masyarakat setempat, baru-baru ini.

Kepada awak media, Rofiqi mengungkapkan kondisi desa tersebut sangat memprihatinkan, apalagi pada saat tersebut pihaknya hanya bisa mencapai desa tersebut menggunakan perahu.
“Kita sudah melihat desa Sungai Pinang Baru walau tak semuanya kita kunjungi. Kita sudah melihat keadaan desa mereka dan kehidupan warga disini. Sangat memprihatinkan, padahal dekat dengan pusat Kecamatan dan Banjarmasin. Mereka butuh perhatian dari pemerintah,” ungkapnya.
Rofiqi menjelaskan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat setempat, yang dilakukan oleh pemerintah adalah berupa perbaikan infrastruktur dan peningkatan kesehatan masyarakat.
Rofiqi menjelaskan apa yang terjadi di desa ini akan menjadi Pekerjaan Rumah mereka sebagai legislatif dan akan mengusahakan agar eksekutif untuk melakukan pembangunan secara merata sehingga terwujud keadilan bagi masyarakat Kabupaten Banjar.
“Tadi kita juga mendengarkan keluhan masyarakat, bahwa pemerintah tidak pernah turun kesini. Bahkan kata mereka camat sendiri juga tidak pernah berkunjung, terlebih pasca banjir yang terjadi,” ucapnya.
Sementara itu salah satu warga yang enggan disebutkan namanya mengatakan saat ini yang mereka sangat perlukan adalah akses jalan darat penghubung desa.
“Kami harapkan pada pemerintah agar kami bisa menggunakan kendaraan roda dua. apalagi saat banjir ini, jalan yang biasanya kami lewati habis tergerus air. Kita setiap kali panen padi selalu melakukan sumbangan sukarela untuk perbaikan jalan desa kami, padahal antara desa kami dengan jalan tol Gubernur Syarkawi hanya berjarak 4 Km,” ungkap warga.
Tak hanya menyerap aspirasi masyarakat, rombongan Kadin Kabupaten Banjar ini juga mengunjungi seorang balita berusia 3 tahun warga Desa Sungai Pinang Baru yang hanya bisa merangkak pelan dari satu tempat ke tempat lainnya di rumahnya.
Balita bernama Haura, tersebut tidak dapat berjalan normal seperti pada umumnya lantaran menderita kekurangan gizi mengakibatkan tidak bisa berjalan.
Haura sendiri tinggal bersama ayahnya dan juga 2 kakaknya yang masih sekolah madrasah dan lulusan sekolah tingkat Tsanawiyah, sementara ibunya sudah meninggal dunia sejak Haura berusia enam bulan.
Haura sendiri tidak pernah dibawa ke rumah sakit karena orang tuanya tidak punya biaya untuk mengobati anaknya, bahkan kakaknya terpaksa hanya bersekolah sampai Tsanawiyah, karena orang tuanya tidak mampu lagi membiayai untuk melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi.
Dalam kesempatan tersebut, Rofiqi menyerahkan bantuan berupa kursi roda untuk Haura dan memberikan sejumlah uang untuk keluarga Haura.