Dengan berselancar di website kami, Anda setuju dengan Kebijakan Privasi kami.
Accept
Teras7.comTeras7.com
  • INDEKS BERITA
  • NEWS
    • Nasional
    • Berita Umum
    • Ekonomi
    • Layanan Publik
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Banjir KalSel
  • LIFE
    • Education
    • Lifestyle
    • Teknologi
    • Kilas Balik
  • HEALTH
  • TRAVEL
  • FOOD
Search
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.
Reading: Apatisme Politik Gen Z Menuju Pesta Demokrasi 2024
Share
Sign In
Notification Show More
Aa
Teras7.comTeras7.com
Aa
Search
  • Indeks Berita
  • Nasional
  • Politik
  • Hukum
  • Pemerintahan
  • Lifestyle
  • Budaya
  • Opini
  • Education
  • Ekonomi
  • Video
  • Berita Umum
  • Environment
  • Infrastruktur
  • Kesehatan
  • Kilas Balik
  • Kuliner
  • Layanan Publik
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Religi
  • Sosial
  • Teknologi
  • Travel
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.

Apatisme Politik Gen Z Menuju Pesta Demokrasi 2024

Opini
Opini 20 Mei 2023, 12.40
Share
WhatsApp Image 2023 05 20 at 00.03.28
Untung Prasyatyo. F, S.Pd / Pengamat Sosial, Penulis Opini
SHARE

TERAS7.COM – Genderang pesta demokrasi akbar di Indonesia semakin kencang menggema. Segala tahapan demi tahapan dan pergerakan politik semakain massif disuguhkan publik. Sebab, Pemilu 2024 mendatang merupakan pesta demokrasi terbesar bagi masyarakat Indonesia dan tentunya akan melibatkan seluruh rakyat Indonesia yang telah mendapatkan hak untuk memilih atau yang sudah masuk dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT).

Para politisi sudah mulai menjalankan strateginya untuk menjadi yang terpilih, saling sahut sudah menjadi latar diskusi publik belakangan ini. Mulai dari peraturan-peraturan kepemiluan sampai pada saling adu argument tentang kebijakan-kebijakan publik yang berjubahkan motif politik. Tak luput serta pembahasan tentang keberadaan dan peranan generasi Z dalam warna pesta akbar 2024 mendatang yang tak kalah penting untuk disorot

Generasi Z (GenZ) merupakan istilah satu kelompok yang lahir dalam rentang tahun 1995-2012 dan dapat dipastikan bahwa GenZ merupakan generasi yang sangat lekat dengan kehidupan teknologi dan digital.

Survey BPS pada tahun 2020 mencatat jumlah Proporsi Generasi Z sebanyak 27,94% (74,93 jiwa ), Generasi Milenial (1981-1996) sebanyak 25,87% (69,38 jiwa), Generasi X (1965-1980) sebanyak 21,88% (58,65 jiwa), Baby Boomer (1946-1964) sebanyak 11,56 % (31,01 jiwa), Pre-Boomer (lahir sebelum 1945) sebanyak 1,87% (5,03 jiwa), dan Post Generasi Z (lahir 2013-sekarang) sebanyak 10,88% (29,17 jiwa). Dari data tersebut dapat dilihat bahwa GenZ merupakan kelompok pemilih terbesar yang akan mendominasi pesta demokrasi 2024 mendatang.

Namun, sekarang yang perlu menjadi perhatian lebih adalah keberadaan generasi Z yang kemudian mulai bersikap apatis terhadap politik. Hal tersebut disebabkan oleh guliran-guliran isuk politik irasional yang banyak disuguhkan di media-media yang kemudian menjadi hidangan basi yang tak lagi layak dilirik.

Baca juga :

Secangkir Kopi dan Pesan dari Sultan: Menemukan Ruh Majapahit di Banjar

Integritas DPR Menentukan Arah Pemilihan

Gemar Menabung, Publik Buntung

Buah dari masalah tersebut itulah generasi Z kemudian memilih untuk menjadi acuh dengan isu-isu politik, dan pada akhirnya kehilangan semangat demokrasi, kebosanan, dan lebih memilih untuk tidak menyalurkan aspirasinya (golput), bahkan yang lebih berbahaya lagi adalah mereka kemudian akan menjadi sasaran empuk politisi-politisi nakal untuk membeli hak pilihnya dengan nominal uang (politik uang). Hal tersebut tentunya akan sangat berbahaya pada keberhasilan pesta demoktasi 2024 akan datang.

Antusiasme apatisme politik pada kalangan generasi Z merupakan penyakit yang harus segera disembuhkan, karena mereka merupakan tunas-tunas muda yang di masa mendatang akan menjadi punggawa di Negeri ini. Hal ini tentu menjadi suatu pekerjaan berat bagi semua kalangan terlebih penyelenggara pemilu untuk menerapkan strategi yang tepat agar apatisme politik dikalangan generasi Z ini dapat teratasi sebab sikap pemuda yang didominasi oleh generasi Z yang memiliki kesadaran politik yang tinggi adalah sebuah hadiah indah bagi kedewasaan politik dan demokrasi bangsa kita.

Eksistensi generasi Z sebenarnya dapat didorong melalui berbagai hal. Dianataranya adalah dengan melibatkan mereka dalam bagian dari penyelenggara pemilu secara langsung, hal tersebut tentu akan menjadi pengetahuan baik secara teknis maupun empiris seputar penyelenggaraan pemilu. Selain itu kandidat-kandidat peserta pemilu juga diharapkan bisa memberi ruang kepada mereka minimal untuk menjadi bagian dari tim pemenangan dengan tujuan agar mereka memiliki pengalaman tentang dinamika politik dan kepemiluan yang kemudian akan menjadi proses pendewasaan berdemokrasi.

Tujuan melibatkan generasi Z dalam peranan tersebut dapat melahirkan kesadaran kolektif untuk membentuk kesadaran memiliki tanggung jawab besar dalam menentukan pilihan politik agar tidak mudah terpengaruh oleh propaganda dan retorika politik para politisi demi kepentingan pribadi.

Dan yang tak kalah penting bahwa apatisme politik bisa diatasi dan dicegah dengan kepemimpinan visioner, (jujur, adil, tegas), kepemimpinan yang bertumpu pada intregitas, kepemimpinan yang telah meleburkan antara perkataan dan perbuatan, kepemimpinan yang tidak hanya sekedar menjadikan retorika lisan untuk mengambil empati dan membuat senang semua orang.
Selamat berdemokrasi !!!

Penulis: Untung Prasyatyo. F, S.Pd – Pengamat Sosial

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Print
What do you think?
Love2
Cry0
Sad0
Happy2
Angry0
Surprise0
Leave a review Leave a review

Leave a review Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Populer Bulan Ini

83f51e18 4109 435a b616 14b65b7d5d3c
Rugikan PT AGM, Terdakwa Akui Surat Tanah Dicetak Mundur Tahun 2017 dalam Sidang di PN Kandangan
28 Juli 2026, 13.22
20260726 193045
Bupati Taufik Sampaikan 3 Pesan kepada 62 Pendeta HKBP yang Baru Ditahbiskan di Asahan
26 Juli 2026, 17.48
download 5
Tak Patuhi Ketentuan, Sejumlah Warung Kopi di Kertak Hanyar dan Mali-Mali Diberi SP1
4 Agustus 2026, 09.15
IMG 20260806 191642
Supian HK Pastikan DPRD Cari Solusi Atasi Gejolak Perunggasan di Banua
6 Agustus 2026, 19.19
DJI 20260806093249 0177 Dbjbtv
Bye-Bye Macet! Wali Kota Lisa Percepat Pembangunan Jalan Lingkar Selatan Banjarbaru
7 Agustus 2026, 22.15

You Might Also Like

Secangkir Kopi dan Pesan dari Sultan: Menemukan Ruh Majapahit di Banjar

Integritas DPR Menentukan Arah Pemilihan

Gemar Menabung, Publik Buntung

Rasionalisme di Era Post-Truth: Saat Akal Sehat Jadi Barang Langka

Dari Mitos ke Sains: Empirisme dan Perjalanan Manusia Mencari Kebenaran

Teras7.comTeras7.com
Follow US
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.
  • Pedoman Media Siber
  • SOP Wartawan
  • Tim Redaksi
Selamat Datang!

Masuk ke akun

Register Lost your password?