TERAS7.COM – Ribuan jamaah diperkirakan memadati Alun-Alun RTH Ratu Zalecha Martapura pada gelaran Banjar Bersalawat bersama Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf, Sabtu (23/8/2025) malam.
Untuk mengantisipasi lonjakan arus kendaraan, Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Banjar menerapkan rekayasa lalu lintas dan penutupan jalan secara bertahap.
Kepala Bidang Lalu Lintas Perhubungan Darat Dishub Banjar, Refda Helmy Rakhman, menyampaikan bahwa penutupan difokuskan untuk kendaraan roda empat ke atas, khususnya angkutan barang.
“Ruas Jalan Ahmad Yani akan ditutup sementara mulai KM 36 (Bundaran Simpang Empat Banjarbaru) hingga KM 54 (Simpang Tiga Bypass Mataraman–Sungai Ulin),” jelasnya, Sabtu (23/8/2025).
Kendaraan besar akan dialihkan ke jalur lingkar melalui Jalan Sungai Ulin – Mali Mali – Mataraman agar pusat kota Martapura tidak padat. Dishub bersama Satlantas Polres Banjar menempatkan personel di beberapa titik pengalihan, seperti Simpang Empat Banjarbaru dan kawasan Mataraman Haji Duan.
Sementara itu, pengaturan arus untuk kendaraan pribadi dan roda dua dilakukan secara situasional. Jalan Ahmad Yani tetap dibuka jika lalu lintas terkendali, namun penutupan bertahap akan diterapkan saat volume kendaraan meningkat.
“Dari arah Hulu Sungai, kendaraan dialihkan ke Jalan Berlian – Pangeran Abdurrahman – keluar di lampu merah Sekumpul. Dari Banjarbaru ke arah Hulu Sungai, jalur dialihkan melalui Tugu Adipura – Jalan Tebu – Menteri 4 hingga tembus ke Jalan Jamrut,” tambah Refda.
Puncak penutupan diperkirakan terjadi di Jalan Berlian dan Tugu Adipura jika arus kendaraan semakin padat.
Refda juga mengimbau masyarakat untuk mematuhi rambu-rambu lalu lintas dan arahan petugas.
“Kami harap pengemudi angkutan barang maupun pengguna kendaraan pribadi tertib dan bersabar. Rekayasa lalu lintas ini demi kelancaran, keamanan, dan kenyamanan bersama dalam kegiatan keagamaan besar ini,” pungkasnya.