TERAS7.COM – Suasana khidmat menyelimuti Kecamatan Banjarbaru Utara saat kegiatan Banjarbaru Utara Bershalawat digelar, Sabtu (17/1/2026) malam, di Masjid Nurul Kahroba, Jalan Karang Sawo RT 20, Kelurahan Loktabat Utara. Acara ini menjadi momentum penting dalam mempererat ukhuwah Islamiyah antarwarga, tokoh agama, serta jajaran pemerintah setempat.
Lantunan shalawat dipimpin oleh Habib Muchsin Al Hamid, sementara tausiah disampaikan oleh Habib Agil bin Salim Baharun dari Gresik, Jawa Timur. Dalam ceramahnya, Habib Agil mengajak jamaah untuk memperkuat kecintaan kepada Rasulullah SAW dan mengamalkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari.
Wali Kota Banjarbaru yang diwakili oleh Asisten I Setda Kota Banjarbaru, H. Rizana Mirza, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Menurutnya, Banjarbaru Utara Bershalawat bukan sekadar kegiatan religius, tetapi juga menjadi sarana membangun kebersamaan dan mempererat tali silaturahmi antarwarga.
“Dengan mengikuti kegiatan Kecamatan Banjarbaru Utara Bershalawat ini, kita semakin cinta kepada Rasulullah SAW dan semakin sering bershalawat dalam kehidupan sehari-hari,” ujar H. Rizana Mirza.
Selain penguatan nilai-nilai keagamaan, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan Pengukuhan Pengurus Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kecamatan Banjarbaru Utara Tahun 2026. Pengukuhan ini diharapkan mampu menjadi tonggak strategis dalam pembinaan Al-Qur’an di tingkat kecamatan, sekaligus menyiapkan generasi Qur’ani yang berakhlak dan beriman kuat.
H. Rizana Mirza menekankan bahwa pengukuhan LPTQ bukan sekadar seremoni, tetapi mengandung amanah besar. “Beriringan dengan pengukuhan ini, ada tugas-tugas yang telah menanti saudara-saudara, untuk membina, mendidik, dan mencetak generasi muda Kota Banjarbaru yang tidak hanya mampu membaca Al-Qur’an, tetapi juga mampu menerapkan nilai-nilai Al-Qur’an ke dalam perilaku sehari-hari,” tegasnya.
Kegiatan Banjarbaru Utara Bershalawat menegaskan bahwa tradisi keagamaan dapat menjadi sarana penguatan sosial dan ukhuwah, sekaligus membangun masyarakat yang religius, harmonis, dan bersatu di tengah keragaman.