Dengan berselancar di website kami, Anda setuju dengan Kebijakan Privasi kami.
Accept
Teras7.comTeras7.com
  • INDEKS BERITA
  • NEWS
    • Nasional
    • Berita Umum
    • Ekonomi
    • Layanan Publik
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Banjir KalSel
  • LIFE
    • Education
    • Lifestyle
    • Teknologi
    • Kilas Balik
  • HEALTH
  • TRAVEL
  • FOOD
Search
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.
Reading: Benarkah Budaya Pasar Terapung Banjar Tergerus Oleh Zaman?
Share
Sign In
Notification Show More
Aa
Teras7.comTeras7.com
Aa
Search
  • Indeks Berita
  • Nasional
  • Politik
  • Hukum
  • Pemerintahan
  • Lifestyle
  • Budaya
  • Opini
  • Education
  • Ekonomi
  • Video
  • Berita Umum
  • Environment
  • Infrastruktur
  • Kesehatan
  • Kilas Balik
  • Kuliner
  • Layanan Publik
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Religi
  • Sosial
  • Teknologi
  • Travel
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.

Benarkah Budaya Pasar Terapung Banjar Tergerus Oleh Zaman?

Maulana
Maulana 17 November 2019, 13.23
Share
WhatsApp Image 2019 11 17 at 13.04.44
Pasar terapung di Festival Pesona Pasar Terapung Lok Baintan Tahun 2019
SHARE

TERAS7.COM – Sebagai upaya untuk terus melestarikan budaya dan menjadikan nilai tradisi sebagai pengalaman pembelajaran bagi masyarakat Kalimantan Selatan masa kini, Dinas Kebudayaan dan Pariwisara (Disbudpar) Kabupaten Banjar kembali menggelar Festival Pesona Pasar Terapung Lok Baintan Tahun 2019.

Bertempat di bawah jembatan Desa Sungai Pinang Kecamatan Sungai Tabuk, ratusan perahu jukung pasar terapung menjadi pemandangan yang menakjubkan, pada Minggu pagi (17/11).

Tradisi budaya ratusan tahun milik masyarakat Banjar ini, hingga kini masih bertahan, mampu menarik ratusan hingga bahkan ribuan wisatawan, baik lokal nasional maupun manca neraga, untuk mengenal nilai-nilai pasar tradisional asal dan asli Lok Baintan.

Bupati Kabupaten Banjar KH Khalilurrahman mengatakan, sejak dulu sepanjang sungai martapura pasar terapung sudah menjadi bagian hidup masyarakat, tempat perputaran ekonomi masyarakat se Kalimanatan Selatan, namun seiring berjalannya waktu tradisi budaya kita ini perlahan berkurang.

guru khalil
KH Khalilurrahman, Bupati Kabupaten Banjar

“Namun karena perkembangan zaman sekarang ini, banyak yang mengubahnya menjadi warung yang diletakan di depan rumahnya, sehingga orang pembeli sudah bisa datang kerumah tanpa harus kesungai lagi,” ujarnya kepada sejumlah awak media saat berada di atas perahu.

Baca juga :

Lestarikan Kekayaan Budaya Banjar, Festival Pasar Terapung 2023 Digelar di Lok Baintan

Keren, Pedagang Pasar Terapung Mulai Dikenalkan Sistem Pembayaran Digital

Untuk menjaga keaslian tradisi budaya Banjar, menurut Bupati yang sudah menjabat empat tahun lebih ini, lewat kegiatatan yang digagas oleh Disbudpar Kabupaten Banjar, Festival Pesona Pasar Terapung Lok Baintan diadakan setiap tahunnya, bisa terus mempertahankan warisan leluhur, sekaligus menjadikan pusat wisata Kalimantan Selatan.

WhatsApp Image 2019 11 17 at 13.04.44 2
Pasar Terapung

Ia menambahkan, sejak awal pasar terapung itu berada di sungai martapura Lok Baintan Kecamatan Sungai Tabuk Kabupaten Banjar, sehingga keasliannya pun pasar terapung adalah milik Kabupaten Banjar, Bukan milik Kota Mandya Banjarmasin.

“Sejak dulu pasar terapung itu ada di Lok Baintan milik Kabupaten Banjar, bukan Kota Madya (Banjarmasin),” tegasnya.

Festival Pesona Pasar Terapung Lok Baintan 2019 ini juga diisi dengan beragam perlombaan, seperti Tanglong Jukung, Jukung Hias Tradisional, Penampilan Pormasi Jukung, Lomba Photografy dan Penampilan Seni Budaya Khas Kabupaten Banjar.

Norhayati (65) peserta lomba tanglong jukung yang berhasil meraih juara 1 mengatakan, menjadi pedagang pasar terapung sudah ia lakoni sejak masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan masih ia lakukan hingga saat ini.

WhatsApp Image 2019 11 17 at 13.04.44 1
Norhayati, Pedagang Pasar Terapung

Ia juga mengatakan, pasar terapung dulu dan kini memang telah mengalami perubahan, yakni jumlah pedagang pasar terapung yang berkurang dan juga masyarakat pembeli barang dagangan pasar terapung yang tidak seramai zaman dulu.

Namun, dengan adanya kegiatan ini, Norhayati berharap bisa terus dilaksanakan dan diadakan setiap tahunnya.

“Acara ini bagus, harapan saya ini bisa terus dilaksanakan setiap tahun,” tutupnya sembari membawa pulang uang tunai sebesar 4 juta rupiah dan tropi penghargaan dari panitia.

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Print
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Surprise0
2 Reviews 2 Reviews

Leave a review Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Populer Bulan Ini

download 5
Tak Patuhi Ketentuan, Sejumlah Warung Kopi di Kertak Hanyar dan Mali-Mali Diberi SP1
4 Agustus 2026, 09.15
IMG 20260806 191642
Supian HK Pastikan DPRD Cari Solusi Atasi Gejolak Perunggasan di Banua
6 Agustus 2026, 19.19
DJI 20260806093249 0177 Dbjbtv
Bye-Bye Macet! Wali Kota Lisa Percepat Pembangunan Jalan Lingkar Selatan Banjarbaru
7 Agustus 2026, 22.15
IMG 20260808 120458
Rumah Janda Dua Anak di Banjarbaru Ini Terancam Digusur, Baskoro Kawal Penyelesaian Sengketa
8 Agustus 2026, 18.17
Compress 20260806 201843 3882 1024x683 1
Kalsel Punya Aset di Jakarta, DPRD Dorong Optimalisasi Guna Dongkrak PAD
7 Agustus 2026, 18.43

You Might Also Like

Lestarikan Kekayaan Budaya Banjar, Festival Pasar Terapung 2023 Digelar di Lok Baintan

Keren, Pedagang Pasar Terapung Mulai Dikenalkan Sistem Pembayaran Digital

Teras7.comTeras7.com
Follow US
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.
  • Pedoman Media Siber
  • SOP Wartawan
  • Tim Redaksi
Selamat Datang!

Masuk ke akun

Register Lost your password?