TERAS7.COM – Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu) menyatakan dukungan penuh terhadap langkah BPOM dalam memperkuat pembinaan bagi pelaku UMKM, terutama pada sektor pangan, obat tradisional, dan kosmetik.
Komitmen ini ditegaskan Bupati Tanah Bumbu, Andi Rudi Latif, saat menghadiri Forum Diskusi Sinergitas Pengawasan Obat dan Makanan yang digelar BPOM RI di Banjarbaru, Senin (17/11/2025).
Dalam kegiatan tersebut, BPOM menyerahkan Nomor Izin Edar (NIE) kepada sejumlah pelaku usaha, sebagian besar dari sektor kosmetik. Langkah ini dinilai Bupati sebagai wujud nyata dukungan BPOM dalam membantu UMKM naik kelas dan menembus pasar yang lebih luas.
“Pengawasan pangan dan dukungan BPOM kepada UMKM sangat penting, terutama bagi pelaku usaha lokal yang ingin meningkatkan kualitas produknya. Ini bukan hanya menjaga kesehatan masyarakat, tetapi juga memperkuat perekonomian daerah,” jelas Bupati Andi Rudi Latif.
Forum ini juga membahas berbagai tantangan kesehatan yang berkaitan langsung dengan industri pangan, seperti stunting dan resistensi antimikroba. Bupati menilai pendampingan BPOM bagi UMKM akan memperkuat edukasi dan mutu produk yang dihasilkan masyarakat.
Selain itu, BPOM RI turut meluncurkan Laboratorium Pangan MBG pertama di Indonesia yang berlokasi di Kalimantan Selatan.
Kehadiran laboratorium ini diharapkan menjadi pusat pemeriksaan pangan yang cepat, akurat, dan terjangkau, sehingga memudahkan UMKM dalam proses uji mutu produk.
Rangkaian kegiatan juga ditutup dengan serah terima hibah tanah dari Pemkab Tabalong untuk pengembangan laboratorium MBG, serta penandatanganan prasasti Balai Besar POM Banjarbaru.
Dengan dukungan regulasi dan pendampingan BPOM, Pemkab Tanah Bumbu optimistis sektor UMKM, khususnya di bidang pangan dan kosmetik, dapat berkembang lebih pesat dan berkontribusi besar pada perekonomian daerah.