TERAS7.COM – Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SILPA) Pemerintah Kota Banjarbaru pada tahun 2022, mengalami peningkatan yang cukup besar jika dibadingkan tahun sebelumnya.
Hal ini diungkapkan langsung Walikota Banjarbaru, Aditya Mufti Ariffin kepada awak media usai rapat paripurna penyampaian LKPJ kepada DPRD setempat. Senin (27/03/2023).
Penyebab besarnya SILPA Pemko Banjarbaru ini, diungkapkan Walikota akibat dana transfer dari pusat yang mengalami keterlambatan.

“SILPA tahun ini agak besar karena dana transfer dari pusat mengalami keterlambatan, jadi tahun 2022 kemarin, dana transfer itu ditransfernya di bulan Desember, sehingga banyak yang belum teranggarkan,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Banjarbaru, Jainudin menyebut, dana SILPA 2022 yang diperoleh mencapai Rp 300 miliar.
Tentunya, dana SILPA 2022 milik Pemko Banjarbaru ini, jauh meningkat dibandingkan tahun 2021 sebelumnya, yang hanya mencapai Rp 150 miliar.
“Sekitar Rp 300 miliar (dana SILPA tahun 2022 -red), kalau tahun sebelumnya Rp 150 miliar,” sebutnya.
Kemudian, dana SILPA 2022 ini, disampaikan Jainudin, rencananya akan digunakan Pemko Banjarbaru pada APBD perubahan tahun ini.
“Di perubahan APBD 2023 ini (dana SILPA -red) akan kita gunakan,” tandasnya.
Sekadar informasi, SILPA adalah selisih lebih realisasi penerimaan dan pengeluaran anggaran selama satu periode anggaran, atau pada dasarnya merupakan sisa anggaran tahun lalu yang dapat dibawa dan digunakan kembali pada tahun berikutnya.