Dengan berselancar di website kami, Anda setuju dengan Kebijakan Privasi kami.
Accept
Teras7.comTeras7.com
  • INDEKS BERITA
  • NEWS
    • Nasional
    • Berita Umum
    • Ekonomi
    • Layanan Publik
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Banjir KalSel
  • LIFE
    • Education
    • Lifestyle
    • Teknologi
    • Kilas Balik
  • HEALTH
  • TRAVEL
  • FOOD
Search
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.
Reading: Diauddin : “Jangan Bikin Stigma Buruk Tentang Covid-19, Semua Orang Bisa Kena, Termasuk Kita”
Share
Sign In
Notification Show More
Aa
Teras7.comTeras7.com
Aa
Search
  • Indeks Berita
  • Nasional
  • Politik
  • Hukum
  • Pemerintahan
  • Lifestyle
  • Budaya
  • Opini
  • Education
  • Ekonomi
  • Video
  • Berita Umum
  • Environment
  • Infrastruktur
  • Kesehatan
  • Kilas Balik
  • Kuliner
  • Layanan Publik
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Religi
  • Sosial
  • Teknologi
  • Travel
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.

Diauddin : “Jangan Bikin Stigma Buruk Tentang Covid-19, Semua Orang Bisa Kena, Termasuk Kita”

Rizki Saputera
Rizki Saputera 29 April 2020, 17.26
Share
IMG 20200427 WA0036 1
Kepala Dinas Kesehatan Banjar sekaligus Jubir GTPP Covid-19 Banjar, dr. Diauddin
SHARE

TERAS7.COM – Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Banjar, dr. Diauddin angkat bicara pada Rabu (29/4) mengenai warga Martapura yang belum lama ini meninggal dan dimakamkan dengan protokol Covid-19.

Diauddin menceritakan usai pemakaman dengan protokol Covid-19 yang sempat menimbulkan kontroversi tersebut, 2 orang anak pasien tersebut mendatanginya.

“Keluarga yang bersangkutan minta penjelasan dan mengadu pada kita. Hari ini kita sampaikan pada masyarakat bahwa beliau belum terbukti positif Covid-19, namun prosedur di masa sekarang mengharuskan beliau dimakamkan dengan prosedur yang ditetapkan. Banyak isu yang beredar di masyarakat dan berlebihan,” katanya.

Diauddin mengungkapkan bahwa pasien meninggal tersebut diketahui hanya berkontak dengan 2 orang saja, yaitu kedua anak beliau yang mengantarkannya ke rumah sakit.

“Setelah kami rapid test keduanya non reaktif. Salah satu anak beliau menyampaikan bahwa stigma mengenai Covid-19 ini sangat kejam, bahkan ia sampai dikeluarkan dari pekerjaan hanya karena berkontak dengan ayahnya. Begitu pula dengan anak-anak beliau yang lain pun mendapatkan stigma negatif dari masyarakat,” terangnya.

Baca juga :

Dinkes Banjar Minta Warga Waspadai Kabut Asap Pekat, Puskesmas Disiagakan

e-Government Kabupaten Banjar Makin Manis, Layanan Digital hingga Infrastruktur Sudah Jangkau Desa

Kado Harjad ke-76 Kabupaten Banjar, Warga Dapat Layanan Operasi Katarak hingga Bibir Sumbing Gratis

PicsArt 04 27 12.49.07 scaled 1
Suasana pemakaman pasien suspect Covid-19 yang meninggal di RSUD Ratu Zalecha beberapa waktu yang lalu.

Masyarakat lanjut Diauddin harusnya membantu keluarga pasien dan tidak membuat stigma negatif bahwa pasien yang meninggal diduga karena Covid-19 adalah aib sehingga keluarga yang bersangkutan dijauhi secara membabi buta.

“Kita harusnya bisa berempati dengan korban dan keuarga korban, karena Covid-19 ini bisa mengenai siapa saja, baik yang kaya maupun yang miskin, yang sehat maupun yany sakit hingga dari rakyat sampai pejabat. Stigma yang berlebihan ini mungkin akan kita pahami jika kita suatu saat nanti juga bisa terkena Covid-19 ini. Karena itu kami meminta agar masyarakat bisa memahami hal ini karena beban mental bagi keluarga korban sangat berat,” tegasnya.

Diauddin juga membeberkan bahwa yang bersangkutan tidak memiliki riwayat perjalanan kemana-mana dan hanya hidup sendiri di rumah sehingga kontak dengan keluarganya juga minim.

“Beliau juga sudah mengalami sakit jantung sejak lama, bahkan sempat masuk RS Pelita Insani dan kemudian dirawat lagi di RSUD Raza karena maag. Terakhir yang bersangkutan mengeluh tak nyaman di dada hingga kemudian meninggal dunia,” jelasnya.

Namun karena situasi yang terjadi sekarang adalah situasi wabah Covid-19, maka siapapun yang memiliki gejala klinis Covid-19 seperti batuk kering, sesak nafas dan demam maka secara prosedur yang berlaku akan disangka sebagai suspect Covid-19 sampai ada hasil swab yang menyatakan negatif.

“Namun yang bersangkutan juga meninggal tak lama setelah mengalami keluhan di dada sehingga tak sempat kita periksa swab-nya. Prosedur seperti itu dilakukan sebagai tindakan preventif yang lazim dilakukan di rumah sakit ketika terjadi wabah, termasuk jika meninggal maka akan menjalani pemakaman dengan protokol tertentu,” ungkapnya.

Diauddin menambahkan pemakaman pasien yang hasilnya belum jelas positif atau negatif Covid-19 dengan protokol pemulsaraan khusus tak hanya terjadi kali ini saja.

“Di Kabupaten Banjar saja sudah ada beberapa yang dimakamkan dengan Protokol Covid-19 walau belum dinyataka positif atau negatif karena itu sesuai dengan SOP tindakan pencegahan penyebaran peyakit. Bahkan di Jakarta saja mereka yang dimakamkan dengan protokol tersebut jumlahnya jauh melebihi kasus kematian pasien positif,” pungkas Diauddin.

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Print
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Surprise0
Leave a review Leave a review

Leave a review Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Populer Bulan Ini

download 5
Tak Patuhi Ketentuan, Sejumlah Warung Kopi di Kertak Hanyar dan Mali-Mali Diberi SP1
5 Agustus 2026, 09.15
IMG 20260806 191642
Supian HK Pastikan DPRD Cari Solusi Atasi Gejolak Perunggasan di Banua
6 Agustus 2026, 19.19
DJI 20260806093249 0177 Dbjbtv
Bye-Bye Macet! Wali Kota Lisa Percepat Pembangunan Jalan Lingkar Selatan Banjarbaru
7 Agustus 2026, 22.15
IMG 20260808 120458
Rumah Janda Dua Anak di Banjarbaru Ini Terancam Digusur, Baskoro Kawal Penyelesaian Sengketa
8 Agustus 2026, 18.17
Compress 20260806 201843 3882 1024x683 1
Kalsel Punya Aset di Jakarta, DPRD Dorong Optimalisasi Guna Dongkrak PAD
7 Agustus 2026, 18.43

You Might Also Like

Dinkes Banjar Minta Warga Waspadai Kabut Asap Pekat, Puskesmas Disiagakan

e-Government Kabupaten Banjar Makin Manis, Layanan Digital hingga Infrastruktur Sudah Jangkau Desa

Kado Harjad ke-76 Kabupaten Banjar, Warga Dapat Layanan Operasi Katarak hingga Bibir Sumbing Gratis

Dispersip Banjar Butuh Air Bersih, BPBD Langsung Kirim 2.500 Liter

Soal Tarif Air, Warga Minta PTAM Intan Banjar Buka-Bukaan Biaya dan Tingkatkan Pelayanan

Teras7.comTeras7.com
Follow US
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.
  • Pedoman Media Siber
  • SOP Wartawan
  • Tim Redaksi
Selamat Datang!

Masuk ke akun

Register Lost your password?