TERAS7.COM – Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Banjar menaruh perhatian serius terhadap kualitas dan akurasi data sektor peternakan. Hal ini dibahas dalam forum diskusi kelompok terarah (FGD) yang melibatkan petugas pengumpul data peternakan di Aula Distan, Selasa (21/4/2026).
Forum tersebut tidak hanya menjadi ajang evaluasi kinerja, tetapi juga ruang untuk mengidentifikasi persoalan yang dihadapi di lapangan, sekaligus menyusun strategi pendataan triwulan I tahun 2026.
Sejumlah pejabat terkait turut hadir dalam kegiatan ini, di antaranya Kepala Bidang Sarana TPH, Perkebunan dan Peternakan Nurul Chatimah, Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner drh Lulu Vilavardi, Pengawas Mutu Hasil Pertanian Lily Marlina, Koordinator Penyuluh Kementerian Pertanian, serta para petugas pendata.
Dalam arahannya, Nurul Chatimah menegaskan bahwa pemahaman terhadap aktivitas usaha peternakan menjadi kunci utama dalam menghasilkan data yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Dalam sektor peternakan, sangat penting bagi kita untuk memahami kegiatan usaha yang akan didata. Tanggung jawab atas data peternakan sepenuhnya berada di tangan dinas kita,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa data yang dihimpun memiliki peran strategis, karena akan menjadi rujukan bagi Badan Pusat Statistik (BPS) dalam menetapkan angka resmi ke depan.
“BPS akan menggunakan data yang kita kelola sebagai dasar angka tetap yang akan datang. Oleh karena itu, kita dituntut untuk lebih teliti, cermat, dan berhati-hati dalam mengelola data, karena kredibilitas potret peternakan daerah sangat bergantung pada kualitas data yang kita sajikan saat ini,” tambahnya.
Menurutnya, tantangan dalam pendataan peternakan masih cukup besar jika dibandingkan dengan sektor tanaman pangan seperti padi dan palawija. Pada sektor tersebut, mekanisme pengawasan dinilai lebih terstruktur melalui sinkronisasi rutin bersama BPS, sehingga memudahkan dalam memastikan keakuratan data sebelum dipublikasikan.
Melalui forum ini, Distan Banjar berharap kualitas pendataan peternakan dapat terus ditingkatkan, sehingga mampu menjadi dasar perumusan kebijakan yang tepat dan berkelanjutan di sektor tersebut.