Dengan berselancar di website kami, Anda setuju dengan Kebijakan Privasi kami.
Accept
Teras7.comTeras7.com
  • INDEKS BERITA
  • NEWS
    • Nasional
    • Berita Umum
    • Ekonomi
    • Layanan Publik
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Banjir KalSel
  • LIFE
    • Education
    • Lifestyle
    • Teknologi
    • Kilas Balik
  • HEALTH
  • TRAVEL
  • FOOD
Search
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.
Reading: Drama 5 Triliun di Kalsel: Salah Input yang Menggerus Kepercayaan
Share
Sign In
Notification Show More
Aa
Teras7.comTeras7.com
Aa
Search
  • Indeks Berita
  • Nasional
  • Politik
  • Hukum
  • Pemerintahan
  • Lifestyle
  • Budaya
  • Opini
  • Education
  • Ekonomi
  • Video
  • Berita Umum
  • Environment
  • Infrastruktur
  • Kesehatan
  • Kilas Balik
  • Kuliner
  • Layanan Publik
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Religi
  • Sosial
  • Teknologi
  • Travel
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.

Drama 5 Triliun di Kalsel: Salah Input yang Menggerus Kepercayaan

Ahmad Fauzi
Ahmad Fauzi 30 Oktober 2025, 14.02
Share
edd73acb f7a4 48a1 86d0 4881260e3dec
Gedung Bank Kalsel di Banjarbaru, simbol keuangan daerah yang kini menjadi sorotan setelah polemik dana Rp5 triliun mencuat. Foto: Dok. Teras7.com
SHARE

Oleh: Ahmad Fauzi

TERAS7.COM Di Banua, kabar bisa menyebar lebih cepat dari aroma gaguduh panas di warung pinggir jalan. Apalagi kalau kabarnya berbau uang—apalagi 5 triliun. Dalam sekejap, publik heboh. Ada yang mengira uang itu “mengendap”, ada yang menyebut “salah input”, ada pula yang langsung curiga: “jangan-jangan ada korupsi.”

Padahal, kalau ditelusuri, masalahnya sederhana: kesalahan teknis pada sistem perbankan. Tapi di era media sosial, satu kesalahan angka bisa berubah jadi badai opini. Dan seperti biasa, di tengah badai itu, yang paling repot bukan yang salah, tapi yang harus menjelaskan.

Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin akhirnya angkat bicara. Ia membantah tudingan dana mengendap Rp5,1 triliun. Menurutnya, dana itu milik Pemerintah Provinsi, bukan Kota Banjarbaru, dan tersimpan dalam bentuk giro dan deposito. “Jangan sampai seperti koboy salah tembak,” katanya. Kalimat itu cepat viral, karena dalam politik, metafora selalu lebih kuat dari klarifikasi.

Dari sisi lain, Bank Kalsel juga tak tinggal diam. Mereka mengakui ada kesalahan kode sistem yang membuat dana Pemprov seolah milik Pemko. Kesalahan itu, kata mereka, sudah diperbaiki. Tapi publik sudah terlanjur bising. Bahkan seorang pengamat hukum langsung bicara keras, menuding ada potensi korupsi.

Baca juga :

Sukses Jalankan Tugas HUT ke-81 RI, Paskibraka Tanah Bumbu Dapat Apresiasi dari Bupati

Maknai HUT ke-81 RI, Andi Irmayani: Kemerdekaan Adalah Dorongan untuk Terus Berkarya

Kado Harjad ke-76 Kabupaten Banjar, Warga Dapat Layanan Operasi Katarak hingga Bibir Sumbing Gratis

Begitulah nasib angka di negeri ini. Ia sering dianggap kaku, padahal ia bisa sangat lentur tergantung siapa yang membaca. Satu digit bisa mengubah tafsir, satu kata bisa mengubah reputasi.

Saya jadi teringat pelajaran sederhana dari dunia pendidikan: jika anak salah menulis angka, guru biasanya menyuruhnya memperbaiki, bukan menghakimi. Tapi dalam dunia birokrasi, satu angka salah bisa membuat satu daerah tampak bersalah seluruhnya.

Mungkin yang perlu kita benahi bukan hanya sistem bank, tapi juga sistem komunikasi publik. Karena sering kali yang bocor bukan data, tapi kepercayaan.

Ketika Menteri Keuangan menyebut angka 5,1 triliun di Banjarbaru, publik langsung berasumsi: uang itu diam, tidak bekerja, tidak bermanfaat. Padahal, sebagian besar tersimpan sementara untuk keperluan belanja daerah. Bahkan menghasilkan bunga yang masuk kembali ke kas daerah. Tapi di ruang digital, klarifikasi kalah cepat dari tuduhan.

Masyarakat sudah terbiasa berpikir “yang viral pasti benar”. Padahal, yang viral hanya cepat bukan selalu tepat.

Di sinilah ironi modernitas: teknologi mempercepat informasi, tapi sering melambatkan pemahaman.

Bisa jadi, yang sebenarnya mengendap bukan uangnya, tapi rasa percaya. Sekali publik kehilangan itu, berapa pun bunga deposito tak akan cukup untuk membelinya kembali.

Mungkin kita semua perlu belajar lagi satu hal: menjaga amanah bukan hanya soal menjaga uang, tapi menjaga persepsi publik agar tidak tersesat. Karena di zaman ini, fitnah bisa lahir dari salah klik, dan krisis bisa muncul hanya karena satu angka yang salah tempat.

Kalau saja semua pejabat bisa duduk bersama di warung kopi, mungkin masalah ini selesai dalam dua cangkir saja. Tapi karena semua bicara lewat podium dan media, suara jadi gema, bukan dialog.

Kita boleh berbeda tafsir soal 5 triliun, tapi ada satu hal yang pasti: kebenaran tidak butuh mikrofon, ia hanya butuh ketenangan untuk dijelaskan.

Catatan Editor:
Tulisan ini bersumber dari laporan Teras7.com tanggal 29 Oktober 2025 berjudul “Bank Kalsel Klarifikasi, Muhidin Membantah, Badrul Ain: Saya Menduga Ada Korupsi di Sana”, diolah kembali menjadi esai reflektif untuk memperkaya wacana publik.

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Print
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Surprise0
Leave a review Leave a review

Leave a review Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Populer Bulan Ini

20260721 095341
Bibit Pemain Sepak Bola Siap Berlaga Diajang GSI Asahan 2026
20 Juli 2026, 17.54
IMG 20260720 222408
Dugaan Korupsi Seret Dinkes Kabupaten Banjar, Kejari Geledah Kantor dan Sita 48 Dokumen
20 Juli 2026, 22.34
b64aef3c 0611 4575 a009 f17384d9d012
Pemalsuan Dokumen Tanah, Kuasa Hukum PT AGM: “Terdakwa Sudah Beberapa Kali Melakukan Hal Serupa”
21 Juli 2026, 20.20
83f51e18 4109 435a b616 14b65b7d5d3c
Rugikan PT AGM, Terdakwa Akui Surat Tanah Dicetak Mundur Tahun 2017 dalam Sidang di PN Kandangan
28 Juli 2026, 13.22
20260726 193045
Bupati Taufik Sampaikan 3 Pesan kepada 62 Pendeta HKBP yang Baru Ditahbiskan di Asahan
26 Juli 2026, 17.48

You Might Also Like

Sukses Jalankan Tugas HUT ke-81 RI, Paskibraka Tanah Bumbu Dapat Apresiasi dari Bupati

Maknai HUT ke-81 RI, Andi Irmayani: Kemerdekaan Adalah Dorongan untuk Terus Berkarya

Kado Harjad ke-76 Kabupaten Banjar, Warga Dapat Layanan Operasi Katarak hingga Bibir Sumbing Gratis

Masuk Kios Warga di Martapura, Seekor Biawak Langsung Diamakan Petugas Damkar

Dispersip Banjar Butuh Air Bersih, BPBD Langsung Kirim 2.500 Liter

Teras7.comTeras7.com
Follow US
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.
  • Pedoman Media Siber
  • SOP Wartawan
  • Tim Redaksi
Selamat Datang!

Masuk ke akun

Register Lost your password?