TERAS7.COM – Kisah perjuangan sebuah keluarga yang hidup sebatang kara di RT 14, Kelurahan Landasan Ulin Tengah, Kecamatan Liang Anggang mendapat perhatian serius dari anggota parlemen Kota Banjarbaru.
Anggota Komisi II DPRD Kota Banjarbaru, Emi Lasari SE, secara khusus mendampingi penyerahan bantuan dan memastikan langkah awal penanganan keluarga penyandang disabilitas ini berjalan lancar, pada Selasa (30/09/2025).
Keluarga ini menjadi cerminan nyata kerentanan ekstrem di Banjarbaru. Pasalnya, lima bersaudara ini harus berjuang hidup di mana sebagian besar dari mereka adalah penyandang disabilitas.
Kenyataan pahit ini membuat nasib keluarga sepenuhnya berada di pundak sang adik bungsu, yang sehari-hari harus berburu cacing untuk dijual sebagai umpan pancing.
“Keluarga ini sangat rentan, sepenuhnya bergantung pada adik bungsu mereka yang hanya bekerja mencari cacing untuk dijual ke tempat-tempat pemancingan,” ujar Emi.
Melihat latar belakang keluarga ini yang sangat memprihatinkan, Emi mendesak pemerintah daerah agar persoalan ini segera ditingkatkan menjadi skala prioritas.
“Kita minta penanganan ini menjadi skala prioritas melihat latar belakang keluarganya,” desak Emi.
Emi menjelaskan, masalah utama keluarga ini adalah hunian. Di mana, mereka tinggal menumpang di tanah milik orang lain selama bertahun-tahun.
Syukurnya kata Emi, terungkap bahwa almarhum orang tua mereka ternyata memiliki sebidang tanah di samping rumah yang mereka tempati.
Atas dasar itu, Pemerintah Kota Banjarbaru bersama PLN berkolaborasi membangun rumah baru bagi keluarga disabilitas rentan tersebut.
“Biasanya kan hanya dilakukan bedah rumah, tapi kali ini konsepnya membangun baru. Jadi dananya berasal dari APBD serta bantuan PLN,” jelas Emi, mengapresiasi terobosan ini.