TERAS7.COM – Bupati Banjar, H. Khalilurrahman menyerahkan hadiah pemenang lomba menulis artikel dengan Tema “Saya Berani Saya Sehat” dalam rangka peringatan Hari AIDS Sedunia Tahun 2018 di Kabupaten Banjar dalam Apel Kerja Gabungan Lingkup Pemerintah Kabupaten Banjar di Halaman Kantor Bupati Banjar, senin pagi (7/1).
Hadiah yang diserahkan berupa piala dan uang pembinaan kepada Alfina Amalia Widi Hastuti asal SMA Negeri 2 Martapura sebagai Juara I sebesar 1 juta rupiah, Muhammad Junaidi asal SMA Negeri 2 Martapura sebagai Juara II sebesar 750 ribu rupiah dan Noorlaily Devianti asal SMK Negeri 1 Martapura sebagai Juara III sebesar 500 ribu rupiah.

Dalam rangkaian acara yang sama juga dilakukan penandatangan Perjanjian Kerjasama tentang Pencegahan dan Penanggulangan HIV AIDS di kabupaten Banjar antara Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Banjar dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Ikatan Bidan Indonesia (IBI), DPD Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI), Persatuan Ahli Teknologi Laboratorium Medik Indonesia (PATELKI) dan Persatuan Terapis Gigi Mulut Indonesia (PTGMI) yang ada di Kabupaten Banjar.
Sekretaris KPA Kabupaten Banjar H. M. Hamdi menjelaskan bahwa penandatanganan perjanjian kerjasama ini dalam rangka bersama-sama melaksanakan kegiatan pencegahan dan penanggulangan bencana HIV/AIDS pada masyarakat yang berada di Kabupaten Banjar secara promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif.
“Pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS ini ibarat memecahkan gunung es, karena semakin diungkap maka akan semakin besar. Karena itu kerja sama ini patut dibangun agar semua pihak dapat saling tunjang menunjang dan bantu membantu dalam pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS ini, karena ini tugas kita semua, bukan hanya tugas Dinas Kesehatan saja. Karena itu selain penandatangan perjanjian kerjasama, juga kami melibatkan generasi muda melalui lomba penulisan artikel tentang HIV/AIDS dan melaksanakan acara jalan sehat untuk memberikan sosialisasi pada masyarakat pada bulan desember lalu,” ungkapnya.
Hamdi menambahkan selama ini sosialisasi, pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS sudah dilakukan kepada semua pihak, tapi diperlukan kesadaran masyarakat sendiri untuk mau ikut serta dan berperan aktif.

“Penderita HIV itu masih segar bugar, sedangkan penderita AIDS sudah down, makanya masyarakat yang merasa pernah atau orang yang disekitarnya melakukan tindakan yang berpotensi menularkan atau tertular HIV/AIDS harus sadar dan mau memeriksakan diri. Bila positif tertular HIV/AIDS maka rahasia tersebut akan dijaga oleh pihak terkait, utamanya oleh dokter dan petugas kesehatan yang memang pertama kali mendeteksi orang yang positif terkena HIV, sebelum menjadi AIDS,” jelasnya.
Sekretaris KPA Kabupaten Banjar ini menambahkan sosialisasi pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS akan terus dilakukan, walaupun dengan anggaran yang minim.
“Walaupun anggaran kami kurang, kami harus tetap turun walaupun tanpa dibayar, karena tugas semua, bahkan para wartawan,” tutupnya.