Dengan berselancar di website kami, Anda setuju dengan Kebijakan Privasi kami.
Accept
Teras7.comTeras7.com
  • INDEKS BERITA
  • NEWS
    • Nasional
    • Berita Umum
    • Ekonomi
    • Layanan Publik
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Banjir KalSel
  • LIFE
    • Education
    • Lifestyle
    • Teknologi
    • Kilas Balik
  • HEALTH
  • TRAVEL
  • FOOD
Search
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.
Reading: Ini Asal Usul Nama Desa Tungkaran, Tempat Kejadian Kisah Nyata Nisan Berdarah
Share
Sign In
Notification Show More
Aa
Teras7.comTeras7.com
Aa
Search
  • Indeks Berita
  • Nasional
  • Politik
  • Hukum
  • Pemerintahan
  • Lifestyle
  • Budaya
  • Opini
  • Education
  • Ekonomi
  • Video
  • Berita Umum
  • Environment
  • Infrastruktur
  • Kesehatan
  • Kilas Balik
  • Kuliner
  • Layanan Publik
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Religi
  • Sosial
  • Teknologi
  • Travel
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.

Ini Asal Usul Nama Desa Tungkaran, Tempat Kejadian Kisah Nyata Nisan Berdarah

Rizki Saputera
Rizki Saputera 31 Agustus 2019, 10.45
Share
WhatsApp Image 2019 08 31 at 14.33.55 1
SHARE

TERAS7.COM – Desa Tungkaran, Kecamatan Martapura merupakan salah satu dari beberapa desa di Kabupaten Banjar yang menjadi tempat ziarah karena banyak bermakam para Ulama dan orang-orang sholeh.

Namun desa ini dulu terkenal dengan nama Tungkaran Mayat ketika belum seramai sekarang, hingga muncul kabar yang mengartikan nama Tungkaran tersebut sebagai keranda.

Hal ini dibantah oleh Kepala Desa Tungkaran, M. Salmani saat ditemui Teras7.com beberapa waktu yang lalu di ruang kerjanya.

WhatsApp Image 2019 08 31 at 14.33.55
Kepala Desa Tungkaran, M. Salmani

“Tungkaran itu artinya bukan keranda, tapi tempat pangkalan perahu-perahu jukung pada zaman dahulu,” ujarnya.

Salmani mengungkapkan sebelum menjadi Desa Tungkaran yang ramai dengan 8 Rukun Tetangga (RT) seperti sekarang, kampung ini dulu merupakan perkebunan karet milik masyarakat dari desa di sekitar Kampung Keramat.

Baca juga :

Dinkes Banjar Minta Warga Waspadai Kabut Asap Pekat, Puskesmas Disiagakan

e-Government Kabupaten Banjar Makin Manis, Layanan Digital hingga Infrastruktur Sudah Jangkau Desa

Kado Harjad ke-76 Kabupaten Banjar, Warga Dapat Layanan Operasi Katarak hingga Bibir Sumbing Gratis

“Pada zaman dahulu, Desa Tungkaran sekarang masuk dalam daerah yang bernama Karang Tengah, sekarang disebut Cindai Alus. Jadi orang pada zaman dahulu yang punya lahan karet di Karang Tengah untuk menuju tempat ini menggunakan perahu dan kemudian setelah menyadap karet mereka pulang membawa hasil sadapan mereka dalam perahu. Mereka menambatkan perahu berjejer dalam jumlah yang cukup besar, nah tempat mereka menambatkan perahu ini disebut Tungkaran dalam bahasa Banjar menurut penuturan orang tua dulu. Lama kelamaan menjadi kampung tersendiri dengan nama Desa Tungkaran,” tuturnya.

WhatsApp Image 2019 08 31 at 14.34.10
Sebelum ada jalan tembus menuju Kampung Keramat pada tahun 1980-an, Desa Tungkaran ditempuh dengan menggunakan perahu jukung

Desa yang memiliki jumlah penduduk kurang lebih 2000 orang ini ujar Salmani merupakan tempat kejadian dalam kisah nyata terkenal asal Martapura, yaitu tempat tragedi nisan berdarah.

“Benar, kata orang tua dahulu disini dulu tempat kejadian kisah nyata nisan berdarah, dimana si gadis bernama Siti Fatimah meninggal karena tertusuk nisan si Mashor. Namun untuk tempat pasti dan kapan kejadiannya kami kurang tahu, tapi terjadi pada zaman Belanda,” ungkapnya.

Selain itu terdapat pula 8 titik makam keramat yang kerap kali diziarahi oleh masyarakat dari Martapura maupun luar daerah.

WhatsApp Image 2019 08 31 at 14.33.55 2
Di Desa Tungkaran ada 8 titik makam yang cukup sering diziarahi oleh masyakat Martapura dan luar daerah

“Kurang lebih ada 8 titik makam keramat di desa ini dan keberadaannya tersebar, salah satu titiknya adalah makam istri Datu Kalampaian yaitu Datu Bajut serta anak dan menantu Datu Kelampaian yaitu Siti Fatimah dan Syekh Abdul Wahab Bugis yang ada dalam 1 kubah. Dulu ketika Guru Sekumpul masih hidup, beliau sering ke kampung ini untuk berziarah,” jelas Salmani.

Kepala Desa Tungkarang juga membantah bahwa Desa yang memiliki luas wilayah kurang lebih 750 hektar dan berbatasan langsung dengan Desa Sungai Sipai, Desa Cindai Alus, Kampung Keramat, Pekauman dan Pesayangan ini dulunya tempat pembuangan mayat.

“Salah itu, cuma isu saja bahwa Desa kami ini tempat pembuangan mayat. Tapi memang di desa kami ini menjadi tempat pemakaman bagi mayat yang identitasnya tidak dikenal karena pemakaman di desa kami dikelola langsung oleh Pemerintah Daerah,” jelasnya.

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Print
What do you think?
Love4
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Surprise3
12 Reviews 12 Reviews

Leave a review Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Populer Bulan Ini

download 5
Tak Patuhi Ketentuan, Sejumlah Warung Kopi di Kertak Hanyar dan Mali-Mali Diberi SP1
4 Agustus 2026, 09.15
IMG 20260806 191642
Supian HK Pastikan DPRD Cari Solusi Atasi Gejolak Perunggasan di Banua
6 Agustus 2026, 19.19
DJI 20260806093249 0177 Dbjbtv
Bye-Bye Macet! Wali Kota Lisa Percepat Pembangunan Jalan Lingkar Selatan Banjarbaru
7 Agustus 2026, 22.15
IMG 20260808 120458
Rumah Janda Dua Anak di Banjarbaru Ini Terancam Digusur, Baskoro Kawal Penyelesaian Sengketa
8 Agustus 2026, 18.17
Compress 20260806 201843 3882 1024x683 1
Kalsel Punya Aset di Jakarta, DPRD Dorong Optimalisasi Guna Dongkrak PAD
7 Agustus 2026, 18.43

You Might Also Like

Dinkes Banjar Minta Warga Waspadai Kabut Asap Pekat, Puskesmas Disiagakan

e-Government Kabupaten Banjar Makin Manis, Layanan Digital hingga Infrastruktur Sudah Jangkau Desa

Kado Harjad ke-76 Kabupaten Banjar, Warga Dapat Layanan Operasi Katarak hingga Bibir Sumbing Gratis

Dispersip Banjar Butuh Air Bersih, BPBD Langsung Kirim 2.500 Liter

Soal Tarif Air, Warga Minta PTAM Intan Banjar Buka-Bukaan Biaya dan Tingkatkan Pelayanan

Teras7.comTeras7.com
Follow US
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.
  • Pedoman Media Siber
  • SOP Wartawan
  • Tim Redaksi
Selamat Datang!

Masuk ke akun

Register Lost your password?