TERAS7.COM – Jumlah kasus Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) yang diakibatkan terjangkit virus SARS-CoV-2 yang muncul sejak Desember 2019 di Wuhan, China meningkat pesat, lebih dari 1 juta orang dari seluruh dunia terjangkit pandemi ini.
Dari kasus positif, ratusan ribu orang meregang nyawa akibat penyakit yang menyerang saluran pernafasan manusia ini, tapi juga sangat banyak kasus sembuh setelah melewati perjuangan dan masa isolasi yang cukup panjang.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Banjar sekaligus Jubir GTPP Covid-19 Banjar, dr. Diauddin mengungkapkan virus SARS-CoV-2 ini merupakan penyebab dari Covid-19 ini merupakan virus yang sangat baru sehingga masih banyak yang perlu dipelajari.
“Akan tetapi mereka yang dinyatakan sembuh berdasarkan hasil laboratorium artinya adalah negatif dan tak ada virus lagi ditubuhnya dan tak mungkin lagi menularkan virus ini, karena itu masyarakat tidak perlu takut lagi,” ujarnya.
Karena sudah negatif dan tak mungkin lagi menyebarkan virus, karena itu mereka yang dinyatakan sembuh sudah boleh pulang dan beraktivitas sebagaimana biasanya.
“Mereka sudah aman karena gejala klinis seperti batuk, demam dan sesak nafas sudah hilang, tak mungkin mereka dipulangkan kalau berpotensi menularkan,” terang Diauddin.
Karena itu Ia meminta agar masyarakat dapat menerima kembali pasien yang telah sembuh, bahkan katanya mereka merupakan pejuang karena berhasil selamat melawan keganasan Covid-19.
Bahkan Diauddin sempat menyinggung adanya metode pengobatan yang sedang dikembangkan bagi pasien positif Covid-19 menggunakan antibody yang ada dari pasien yang telah dinyatakan sembuh.
“Darah mereka yang sembuh cukup berharga, karena dapat dipastikan imun dan antibody mereka terbentuk dengan baik untuk melawan virus ini. Karena itu sedang ada penelitian mengenai metode pengobatan baru menggunakan plasma dari darah mereka yang sembuh dari Covid-19. Antibody yang ada di darah dari pasien sembuh ini digunakan untuk membantu pasien lain yang masih diraway agar mempercepat penyembuhan mereka. Metode ini berhasil pada beberapa kasus, karena itu masih dikembangkan,” bebernya.