TERAS7.COM – Geopark Meratus tak hanya menawarkan bentang alam yang memesona, tetapi juga menyimpan kekayaan budaya yang terus hidup di tengah masyarakat.
Salah satu contohnya adalah Kampung Pejabat, singkatan dari Kampung Penjual Jamu dan Obat Tradisional, yang kini menjadi bagian dari rute selatan Geopark Meratus.
Terletak di Kelurahan Loktabat Selatan, Kota Banjarbaru, Kampung Pejabat menghadirkan pengalaman wisata tematik berbasis budaya dan kesehatan. Di kampung ini, tradisi meracik jamu yang dimulai sejak akhir 1970-an tetap dilestarikan oleh para perantau asal Pulau Jawa dan generasi penerusnya.
“Dulu ada 33 pembuat jamu, sekarang sebagian sudah diteruskan ke anak-anak mereka,” ujar Tarmuji, pembuat jamu sekaligus pemilik salah satu cafe jamu di kampung tersebut.
Pengunjung bisa menyaksikan langsung proses pembuatan jamu tradisional, mencicipi berbagai ramuan herbal, hingga menikmati suasana kampung yang sejuk dan esteti, lengkap dengan mural warna-warni, deretan tanaman obat di pekarangan warga, serta cafe jamu yang nyaman.
Sedikitnya ada belasan varian jamu yang diproduksi warga, seperti Kunyit Asem, Beras Kencur, Sari Rapet, hingga Galian Singset, yang dikenal memiliki berbagai khasiat alami untuk kesehatan.
Sebagai bagian dari Geopark Meratus, Kampung Pejabat memiliki fungsi penting dalam mendukung aspek penelitian dan pendidikan budaya hidup. Eksistensinya memperkuat citra Geopark Meratus bukan hanya sebagai kawasan geologi, tetapi juga sebagai ruang pelestarian kearifan lokal.
Sejak ditetapkan sebagai destinasi wisata budaya pada 2017, kampung ini juga memberi dampak ekonomi yang signifikan. Masyarakat setempat tak hanya menjual jamu seduhan dan kemasan, tapi juga aktif menjadi pemandu wisata edukatif bagi pengunjung dari berbagai daerah.
Kampung Pejabat adalah bukti bahwa Geopark Meratus bukan sekadar tentang batu dan bentang alam, tapi juga tentang manusia, warisan budaya, dan kehidupan yang terus dirawat dari generasi ke generasi.