TERAS7.COM – Keluarga Besar Universitas Terbuka Banjarmasin yang terdiri atas UT Banjarmasin, Ikatan Alumni UT Kalimantan Selatan dan Pokjar Mahasiswa Banua salurkan bantuan bagi korban Banjir Kalimantan Selatan pada Minggu (24/1) kemarin.
Direktur UT Banjarmasin, Ir. M. Priyono pada awak media mengungkapkan bantuan yang disalurkan sendiri terdiri atas ratusan paket sembako.
“Total ada sekitar 300 paket sembako juga bantuan lain seperti obat-obatan, pakaian layak pakai dan bahan makanan yang digalang oleh masing-masing institusi,” katanya.
Bantuan dari Universitas Terbuka dengan tagline “UT Peduli” ini menggalang dana dari seluruh staf UT di seluruh Indonesia, sementara Ikatan Alumni Universitas Terbuka (IKA-UT) menggalang dana dari seluruh alumni UT di Indonesia.
Terakhir adalah penggalangan dana yang dilakukan oleh Pokjar Mahasiswa Banua yang melakukan penggalangan dana melalui posko mulai dari 20-23 Januari 2021 berhasil mengumpulkan dana sebesar 2,9 juta dan bantuan lain berupa ratusan dus mie instan, 6 karung pakaian layak pakai serta perlengkapan bayi.
Ratusan paket sembako yang ini sendiri dibagikan langsung di dua titik, yakni di Desa Keliling Benteng, Kecamatan Martapura Barat dan Desa Sungai Puntik, Kabupaten Barito Kuala.
“Bantuan ini akan kami salurkan pada masyarakat dan mengundang alumni UT di daerah setempat, pertama pada Minggu (24/1) di Desa Keliling Benteng dan pada Selasa (26/1) di Desa Puntik,” ungkap Priyono.

Direktur UT Banjarmasin ini berterima kasih pada seluruh alumni dan masyarakat yang menyalurkan bantuannya melalui UT Banjarmasin.
“Kami juga menyampaikan rasa prihatin dari Rektor UT, Prof. Ojat Dorajat atas bencana banjir yang menimpa Kalsel. Semoga bantuan yang kami berikan ini dapat meringankan beban korban,” ujarnya.
UT Banjarmasin juga akan memberikan keringanan bagi mahasiswa UT di Kalimantan Selatan yang terdampak banjir ini.
“Kami sedang mendata mahasiswa kami yang terdampak banjir di Kalsel. Bagi mahasiswa kami yang terdampak banjir akan kami berikan kesempatan mengajukan pembebasan SPP untuk semester ini. Untuk persyaratan yang dipenuhi silahkan kunjungi media sosial UT Banjarmasin. Disana kami siapkan informasinya agar bisa segera dilengkapi,” terangnya.
Priyono juga menyebut mahasiswa yang terdampak banjir dan menerima bantuan pembebasan SPP tersebut jika terlanjur membayar SPP, maka pembayaran SPP yang bersangkutan akan dikembalikan.
Ketua Ikatan Alumni Universitas Terbuka (IKA-UT) Kalsel, Ahmad Mawarni menungkapkan IKA UT Nasional telah melakukan menggalang dana dari seluruh alumni UT di Indonesia.
“Akan tetapi bantuan yang diberikan tersebut harus dibagi-bagi, tak hanya untuk bencana Banjir di Kalsel saja, tapi juga untuk bencana yang melanda daerah lain di Indonesia. Semoga bantuan kami ini bisa meringankan beban korban banjir,” katanya.