TERAS7.COM – Setelah kasus positif Covid-19 di Kabupaten Banjar sempat menurun, kembali terjadi kenaikan kasus positif terjangkit virus asal Negeri Tirai Bambu ini.
Hal ini diungkapkan Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Banjar, dr. Diauddin saat video conference bersama Jurnalis Banjar pada Sabtu (25/4).
“Ada tambahan yang signifikan dalam beberapa hari ini dimana warga kita yang positif terjangkit Covid-19 ada 12 kasus. Dimana 7 orang masih dalam masa perawatan, 4 orang dinyatakan sembuh dan 1 orang meninggal dunia,” katanya.
Sementara jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) menjadi nol karena 1 PDP yang terakhir saat dilakukan rapid test hasilnya non reaktif, begitu pula tes swab juga negatif sehingga sudah dipulangkan.

“Tambahan kasus positif yang baru berasal dari 21 orang yang dikatagorikan memiliki kontak erat dengan pasien positif sebelumnya, mereka kita telah ambil swab-nya. Hasilnya 19 orang negatif, sementara 2 orang dinyatakan positif namun tanpa gejala,” sebut Diauddin.
Pasien positif tersebut 1 orang telah melaksanakan isolasi secara mandiri di rumahnya yang berada di kawasan perumahan elit, sementara 1 pasien positif lainnya menjalani isolasi di Guest House Sultan Sulaiman
“Pasien positif yang menjalani isolasi mandiri di Guest House adalah bayi umur 15 bulan. Yang bersangkutan positif, sementara ibu dan kakak dari bayi tersebut negatif. Jadi kita putuskan tetap kita satukan dengan ibunya untuk dijaga selama masa isolasi,” terang Kadinkes Banjar ini.
Sehingga total ada 3 pasien positif yang dirawat di RSUD Ulin Banjarmasin, 1 pasien isolasi mandiri di rumah, 1 pasien isolasi di Guest House dan 1 pasien di RS Bhayangkara Banjarmasin.
Sementara petugas kesehatan asal Kertak Hanyar yang menjalani isolasi di rumah dinyatakan sembuh setelah menjalani 2 kali tes swab dan hasilnya negatif.
“Mungkin besok jumlah pasien positif bertambah jadi 2 orang, pertama di rawat di RSUD Ulin dan kedua di rawat RS Anshari Saleh, kami kurang tahu info pastinya karena yang bersangkitan langsung berobat ke rumah sakit rujukan tanpa melalui kita,” jelasnya.
Diauddin membeberkan masih belum mendapatkan info lebih lanjut mengenai PDP yang sebelumnya meninggal, apakah positif atau negatif Covid-19.
“Kita menduga PDP yang meninggal ini tak sempat diambil swab-nya karena yang bersangkutan masuk pada saat malam dan paginya meninggal. Jadi ada kemungkinan statusnya akan menggantung. Tapi kita tunggu saja informasi besok, apakah 2 tambahan positif ini kasus baru atau PDP yang meninggal,” kata Diauddin.