TERAS7.COM – Minimnya jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang melayani program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD (3B) di Kalimantan Selatan menjadi sorotan serius. Padahal, MBG 3B dinilai sebagai salah satu intervensi krusial dalam upaya pencegahan stunting.
Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kalimantan Selatan, Farah Adibah, mengungkapkan bahwa hingga kini masih banyak SPPG yang belum menjalankan layanan MBG 3B secara optimal.
Kondisi ini menurut Farah, berpotensi menghambat percepatan penurunan angka stunting, khususnya di daerah dengan kerentanan gizi tinggi.
“MBG untuk kelompok 3B ini sangat penting karena menyasar fase paling krusial dalam siklus kehidupan, mulai dari kehamilan hingga balita. Namun faktanya, belum semua SPPG memberikan layanan tersebut,” ujarnya saat Rapat Koordinasi Lintas Sektor yang digelar Tim Penggerak PKK Provinsi Kalimantan Selatan di Banjarmasin, Rabu (21/01/2026).
Farah menyebutkan, sejumlah wilayah seperti Kabupaten Tanah Laut dan Barito Kuala masih perlu didorong agar SPPG di daerah tersebut segera melaksanakan layanan MBG 3B. Menurutnya, keterlambatan layanan berisiko memperpanjang rantai masalah gizi dan stunting di masyarakat.
Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024, prevalensi stunting di Kalimantan Selatan tercatat sebesar 22,9 persen, angka yang masih berada di atas rata-rata nasional. Data ini menjadi peringatan bahwa penguatan intervensi gizi, khususnya bagi ibu dan anak, tidak bisa ditunda.
Meski dihadapkan pada tantangan penurunan dana operasional, Farah menegaskan komitmen program pencegahan stunting tetap berjalan. Dukungan dari Badan Gizi Nasional disebut akan menjadi penguat pelaksanaan MBG, termasuk bagi kelompok 3B.
Sementara itu, Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Kalimantan Selatan, Hj. Fathul Jannah Muhidin, menekankan pentingnya keterlibatan semua pihak dalam menjangkau kelompok rentan gizi. Ia mendorong percepatan koordinasi dan aksi lapangan agar layanan MBG 3B benar-benar dirasakan oleh masyarakat.
“Kami berharap seluruh pemangku kepentingan dapat segera turun ke lapangan, khususnya untuk memastikan dapur MBG benar-benar melayani ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD,” katanya.
Dengan kondisi layanan MBG 3B yang belum merata, percepatan penurunan stunting di Kalimantan Selatan masih menghadapi tantangan besar. Penguatan layanan gizi dasar dinilai menjadi kunci agar upaya peningkatan kualitas kesehatan ibu dan anak dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.