Dengan berselancar di website kami, Anda setuju dengan Kebijakan Privasi kami.
Accept
Teras7.comTeras7.com
  • INDEKS BERITA
  • NEWS
    • Nasional
    • Berita Umum
    • Ekonomi
    • Layanan Publik
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Banjir KalSel
  • LIFE
    • Education
    • Lifestyle
    • Teknologi
    • Kilas Balik
  • HEALTH
  • TRAVEL
  • FOOD
Search
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.
Reading: Mandikapau, Tergusur Bendungan Karang Intan Hingga Jadi Desa Wisata
Share
Sign In
Notification Show More
Aa
Teras7.comTeras7.com
Aa
Search
  • Indeks Berita
  • Nasional
  • Politik
  • Hukum
  • Pemerintahan
  • Lifestyle
  • Budaya
  • Opini
  • Education
  • Ekonomi
  • Video
  • Berita Umum
  • Environment
  • Infrastruktur
  • Kesehatan
  • Kilas Balik
  • Kuliner
  • Layanan Publik
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Religi
  • Sosial
  • Teknologi
  • Travel
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.

Mandikapau, Tergusur Bendungan Karang Intan Hingga Jadi Desa Wisata

Rizki Saputera
Rizki Saputera 28 April 2019, 15.53
Share
DCIM2573
Pembangunan Bendungan Karang Intan membuat kampung Mandikapau terkubur air menjadi Danau Tamiyang
SHARE

TERAS7.COM – Mandikapau adalah sebuah kampung yang berada di Kecamatan Karang Intan yang terkenal dengan objek wisata danau Tamiyang.

Berada di kawasan pegunungan Meratus, secara administrasi kampung ini dibagi atas 2 desa, yaitu Desa Mandikapau Barat dan Desa Mandikapau Timur.

Sebelum terkenal dengan objek wisatanya seperti sekarang, ternyata kampung ini menyimpan kisah yang menarik, hal ini didapatkan Teras7.com saat bertemu Kepala Desa Mandikapau Barat, Abdul Basith beberapa waktu yang lalu.

Kepala desa yang pernah menjadi anggota DPRD Kabupaten Banjar ini menceritakan awal mula terbentuknya 2 desa di Mandikapau dan danau tamiyang hingga menjadi desa wisata.

DCIM1689 1
Kepala Desa Mandikapau Barat, Abdul Basith

“Asal mulanya masyarakat kami sebelum tahun 1990 tinggal di pinggir sungai Riam Kanan. Setelah selesainya pembangunan Bendungan Karang Intan dan Irigasi, kampung kami ditenggelamkan. Yang awalnya sungai hanya selebar 70 meter, usai bendungan tersebut selesai lebarnya menjadi 300 meter menjadi danau,” katanya.

Baca juga :

Dinkes Banjar Minta Warga Waspadai Kabut Asap Pekat, Puskesmas Disiagakan

e-Government Kabupaten Banjar Makin Manis, Layanan Digital hingga Infrastruktur Sudah Jangkau Desa

Kado Harjad ke-76 Kabupaten Banjar, Warga Dapat Layanan Operasi Katarak hingga Bibir Sumbing Gratis

Masyarakat kampung Mandikapau yang tergusur Bendungan Karang Intan pun ujar Abdul Basith mendapatkan biaya ganti dengan nilai antara 40.000-80.000 permeter.

“Jadi masyarakat mendapat ganti rugi dan mendapat tanah 12×25 meter untuk membangun rumah di kawasan yang lebih tinggi. Usai pindah, sungai tidak pernah dipakai lagi karena masyarakat sudah memiliki sumur, kamar mandi dan WC di rumah mereka sendiri,” ujarnya.

Walaupun tidak menggunakan sungai untuk keperluan sehari-hari, masyarakat masih sering bersentuhan dengan sungai ini, terutama masyarakat yang memiliki lahan pertanian di seberang kampung.

DCIM2575
Dahulu danau ini dipenuhi dengan eceng gondok dan usai dibersihkan, menjelma menjadi objek wisata baru di Kabupaten Banjar

“Dulu masyarakat masih memakai perahu untuk menyeberang menuju kebun dan ladang mereka. Setelah kendaraan darat mulai masuk, kami secara bergotong royong mulai membangun jembatan untuk membantu masyarakat yang ingin menyeberang. Pertama-tama jembatan dari susunan bambu, lalu dibuat dari dengan diperkuat drum. Terakhir baru dibuat dengan kayu ulin hingga sekarang. Jembatan yang ini dibangun sepanjang 131 meter dengan dana swadaya masyarakat tanpa bantuan pemerintah sekitar 10 tahun yang lalu. Sementara yang sekarang diuruk sepanjang 200 meter itu dahulu titian dari kayu ulin,” cerita Abdul Basith.

Bertahun-tahun tak dirawat dan dipenuhi dengan tanaman eceng gondok, sekitar tahun 2017 masyarakat secara gotong royong dipimpin Kepala Desa Abdul Basith  membersihkan danau.

“Usai dibersihkan akhirnya danau menjadi terbuka dan nyaman dilihat. Masyarakat mulai berusaha seperti mencari koral dan memasang tambak ikan. Lalu kami jadikan tempat wisata alam dengan menggunakan dana desa dan menjadi booming dan ramai hingga sekarang,” ungkapnya.

Danau Tamiyang ini sekarang dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang sudah memiliki aset setengah miliar setelah 1 tahun pengelolaannya.

“Kami berharap dengan dikelola BUMDes ini, wisata ini dapat menyumbang pendapatan asli desa sebesar 50 juta rupiah pada tahun 2019 ini. Pendapatan ini akan kami gunakan 30% untuk penjaga wisata dan kas desa, sedangkan 70% kami berikan bagi mereka yang sedang membutuhkan seperti membantu anak yang kurang mampu yang ingin masuk sekolah dan biaya rumah sakit,” terang Abdul Basith.

Ke depan objek wisata Danau Tamiyang ini diharapkan dapat menjadi wisata alam unggulan di Kabupaten Banjar dengan membangun beberapa sarana pelengkap bagi pengunjung seperti tempat bermain bagi anak, WC dan mushala.

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Print
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Surprise0
1 Review 1 Review

Leave a review Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Populer Bulan Ini

download 5
Tak Patuhi Ketentuan, Sejumlah Warung Kopi di Kertak Hanyar dan Mali-Mali Diberi SP1
4 Agustus 2026, 09.15
IMG 20260806 191642
Supian HK Pastikan DPRD Cari Solusi Atasi Gejolak Perunggasan di Banua
6 Agustus 2026, 19.19
DJI 20260806093249 0177 Dbjbtv
Bye-Bye Macet! Wali Kota Lisa Percepat Pembangunan Jalan Lingkar Selatan Banjarbaru
7 Agustus 2026, 22.15
IMG 20260808 120458
Rumah Janda Dua Anak di Banjarbaru Ini Terancam Digusur, Baskoro Kawal Penyelesaian Sengketa
8 Agustus 2026, 18.17
Compress 20260806 201843 3882 1024x683 1
Kalsel Punya Aset di Jakarta, DPRD Dorong Optimalisasi Guna Dongkrak PAD
7 Agustus 2026, 18.43

You Might Also Like

Dinkes Banjar Minta Warga Waspadai Kabut Asap Pekat, Puskesmas Disiagakan

e-Government Kabupaten Banjar Makin Manis, Layanan Digital hingga Infrastruktur Sudah Jangkau Desa

Kado Harjad ke-76 Kabupaten Banjar, Warga Dapat Layanan Operasi Katarak hingga Bibir Sumbing Gratis

Dispersip Banjar Butuh Air Bersih, BPBD Langsung Kirim 2.500 Liter

Soal Tarif Air, Warga Minta PTAM Intan Banjar Buka-Bukaan Biaya dan Tingkatkan Pelayanan

Teras7.comTeras7.com
Follow US
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.
  • Pedoman Media Siber
  • SOP Wartawan
  • Tim Redaksi
Selamat Datang!

Masuk ke akun

Register Lost your password?