Dengan berselancar di website kami, Anda setuju dengan Kebijakan Privasi kami.
Accept
Teras7.comTeras7.com
  • INDEKS BERITA
  • NEWS
    • Nasional
    • Berita Umum
    • Ekonomi
    • Layanan Publik
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Banjir KalSel
  • LIFE
    • Education
    • Lifestyle
    • Teknologi
    • Kilas Balik
  • HEALTH
  • TRAVEL
  • FOOD
Search
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.
Reading: Menyalakan Cahaya dari Sekolah ke Sekolah: Energi Kebaikan yang Tak Pernah Padam
Share
Sign In
Notification Show More
Aa
Teras7.comTeras7.com
Aa
Search
  • Indeks Berita
  • Nasional
  • Politik
  • Hukum
  • Pemerintahan
  • Lifestyle
  • Budaya
  • Opini
  • Education
  • Ekonomi
  • Video
  • Berita Umum
  • Environment
  • Infrastruktur
  • Kesehatan
  • Kilas Balik
  • Kuliner
  • Layanan Publik
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Religi
  • Sosial
  • Teknologi
  • Travel
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.

Menyalakan Cahaya dari Sekolah ke Sekolah: Energi Kebaikan yang Tak Pernah Padam

Ahmad Fauzi
Ahmad Fauzi 4 November 2025, 09.00
Share
aadaro
Ratusan siswa SDN Juai, Desa Sumber Rejeki, Kabupaten Balangan, menerima seragam baru melalui program “Satu Seragam Sejuta Harapan” dari PT Adaro Indonesia. (Dok. PT Adaro Indonesia melalui KalselMaju.com / Foto: RH).
SHARE

Oleh: Muhammad Halim Ihsan

Editor: Ahmad Fauzi

TERAS7.COM Siang itu, matahari menembus awan tebal di langit Juai, Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan. Di halaman SDN Juai Desa Sumber Rejeki, anak-anak duduk berbaris rapi. Pandangan mereka tertuju pada bungkusan putih di meja depan—seragam sekolah baru yang selama ini hanya mereka bayangkan.

Perwakilan siswa maju dengan langkah kecil tapi penuh semangat. Ia mengenakan topi sekolah berputar kecil di depan teman-temanya, seolah ingin memastikan dunia melihatnya. Di depannya, para guru tersenyum lega. Bagi mereka, seragam bukan sekadar kain, melainkan simbol martabat.

“Seragam adalah identitas. Saat mengenakannya, anak-anak merasa sejajar dengan teman-teman mereka. Yang membedakan hanyalah usaha dan prestasi,” ujar Priyadi, Presiden Direktur PT Adaro Indonesia, yang hari itu menyerahkan langsung bantuan seragam.

Baca juga :

Sukses Jalankan Tugas HUT ke-81 RI, Paskibraka Tanah Bumbu Dapat Apresiasi dari Bupati

Maknai HUT ke-81 RI, Andi Irmayani: Kemerdekaan Adalah Dorongan untuk Terus Berkarya

Kado Harjad ke-76 Kabupaten Banjar, Warga Dapat Layanan Operasi Katarak hingga Bibir Sumbing Gratis

Dari Seragam ke Harapan

Sebelum program “Satu Seragam Sejuta Harapan” hadir, banyak siswa di pedalaman Kalimantan Selatan terpaksa absen dari sekolah karena alasan sepele tapi menyakitkan, tidak memiliki seragam. Ada yang datang dengan pakaian seadanya, bahkan ada yang akhirnya berhenti bersekolah karena merasa malu.

Secara nasional, tren angka putus sekolah di jenjang dasar memang terus menurun. Namun, di banyak daerah terpencil, tantangan ekonomi masih menjadi penghalang utama anak-anak untuk terus belajar. Laporan-laporan lokal menunjukkan bahwa sebagian keluarga masih kesulitan memenuhi kebutuhan sederhana—termasuk seragam dan perlengkapan sekolah—yang justru menjadi simbol penting kehadiran anak di ruang kelas.

Kini, ribuan paket seragam baru telah disalurkan ke sekolah-sekolah dasar di Balangan, Tabalong, dan Barito Timur. Tahun ini saja, 2.504 paket seragam diserahkan untuk 46 sekolah dasar negeri di Kabupaten Balangan.

Di setiap helai kain itu tersimpan pesan: bahwa pendidikan tidak boleh berhenti hanya karena persoalan kecil di rumah tangga. Bahwa harapan bisa dijahit dari benang solidaritas dan kepedulian.

Energi yang Menyalakan Nurani

Selama ini, energi kerap dimaknai dalam bentuk listrik, bahan bakar, atau industri. Namun di tangan Adaro, energi menjelma menjadi sesuatu yang lebih halus energi—kemanusiaan.

Lewat beragam program tanggung jawab sosial, Adaro menyalurkan daya yang tak diukur dengan kilowatt: daya untuk memperbaiki hidup. Program Satu Seragam Sejuta Harapan hanyalah satu di antara sekian bentuk energi sosial yang terus mengalir.

Menerangi rumah dengan listrik mungkin hal biasa. Tapi menerangi keberanian anak-anak untuk bermimpi—itulah cahaya yang tak mudah padam. Dari langkah kecil datang ke kelas dengan seragam baru, tumbuh keberanian untuk melangkah lebih jauh. Di titik inilah, beasiswa menjadi obor yang meneruskan cahaya.

Menyalakan Jalan ke Pendidikan Tinggi

Dari ruang kelas dasar hingga bangku kuliah, api semangat yang sama terus menyala. Menurut data BPS 2024, angka partisipasi kasar pendidikan tinggi di Indonesia tercatat sekitar 32%. Di Kalimantan Selatan, angka yang tersedia menunjukkan sekitar 26% untuk jenjang perguruan tinggi. Artinya, hanya kurang dari satu dari empat lulusan SMA melanjutkan ke perguruan tinggi.

Dalam konteks inilah, beasiswa Adaro hadir sebagai jembatan nyata antara kampung dan dunia akademik. Tahun 2025, Adaro kembali menyalakan obor pengetahuan melalui program beasiswa pendidikan tinggi bagi pelajar Kalimantan Selatan yang menempuh studi di IPB University dan UPN Veteran Yogyakarta. Program ini tak hanya menanggung biaya kuliah, tetapi juga biaya hidup, asrama, layanan kesehatan, bantuan skripsi, hingga biaya co-ass bagi mahasiswa kedokteran hewan.

“Anak-anak di sini bukan penonton masa depan, tapi pelaku. Mereka akan menjadi emas yang menyinari negeri,” ujar Zuraida Murdia Hamdie, Ketua Yayasan Amanah Bangun Negeri, mitra pelaksana program pendidikan Adaro.

Cahaya yang Mengembalikan Penglihatan

Gelombang kepedulian itu juga menjangkau mereka yang lama terhalang oleh kabut pandangan. Sejak 2003, Adaro menjalankan program “Satu Cahaya Bejuta Cerita”, operasi katarak gratis bagi masyarakat di sekitar wilayah tambang. Lebih dari 7.000 mata telah dioperasi, dan tahun ini 480 warga dari enam kabupaten di Kalimantan Selatan kembali bisa melihat dunia dengan jelas.

Menurut Riskesdas 2018, prevalensi katarak nasional mencapai 1,8%, meningkat tajam pada kelompok usia di atas 50 tahun hingga 5%. Tanpa akses operasi, puluhan ribu warga berisiko kehilangan penglihatan.

Salah satunya, Supagi (58), warga Tanjung Selatan. Ia pernah kehilangan penglihatannya karena katarak. “Kalau malam silau, apalagi hujan, pandangan makin nggak jelas,” kenangnya. Kini, setelah operasi, ia bisa kembali bekerja. “Sekarang setelah operasi, saya bisa melihat jelas lagi. Happy karena ingin sehat” ujarnya tersenyum.

Program ini tidak hanya mengobati mata, tetapi mengembalikan kemampuan untuk membaca wajah orang yang dicintai—melihat masa depan dengan mata sendiri.

Dari Tambang ke Buku

Kalimantan Selatan sering disebut jantung energi nasional. Tapi di tengah wilayah penghasil batu bara, tumbuh pula tambang lain yaitu tambang ilmu.

Di Tabalong, PT Saptaindra Sejati (SIS) bersama Yayasan Amanah Bangun Negeri menggagas Festival Literasi 2025, melibatkan anak PAUD dan SD untuk bercerita, membaca, dan menulis pengalaman mereka. “Indonesia Emas itu tidak hanya tentang anak kota besar. Anak-anak di daerah ini juga akan menjadi emas yang memimpin dunia,” ujar Zuraida Murdia Hamdie.

Menurut PISA 2022, skor literasi membaca siswa Indonesia berada di 359 poin, turun dari 371 pada 2018 dan jauh di bawah rata-rata OECD (493). Berdasarkan Asesmen Nasional 2023, lebih dari 45% siswa SD di Kalimantan Selatan belum mencapai kompetensi minimum membaca. Karena itu, festival literasi menjadi gerakan kecil yang menyalakan kesadaran baca di daerah.

Literasi, dalam bentuk paling sederhana, telah menjadi nyala dari getar kemanusiaan.

Energi yang Tak Pernah Habis

Di tengah perdebatan tentang transisi energi dan keberlanjutan industri ekstraktif, Adaro menampilkan wajah lain dari energi: energi empati.

Daya ini tak bersumber dari tambang, melainkan dari hati manusia yang belajar memberi. Ia menyala setiap kali seorang anak bisa bersekolah, seorang mahasiswa bisa melanjutkan kuliah, seorang kakek bisa kembali melihat, dan seorang guru merasa tak sendiri.

“Kalau listrik bisa padam, batu bara bisa habis. Tapi semangat belajar dan rasa syukur itu tak akan pernah padam,” kata seorang guru di Juai, sambil menatap murid-muridnya.

Mengabadikan Energi Kebaikan

Kini, setiap kali Priyadi atau tim Adaro turun ke lapangan, mereka tak hanya melihat angka CSR atau laporan tahunan. Mereka melihat kehidupan yang berubah. Mereka melihat bagaimana denyut kepedulian bisa diabadikan dalam bentuk paling sederhana: senyum, cahaya mata, dan keberanian bermimpi.

Karena sejatinya, sebuah kemajuan bukanlah negeri yang kaya batu bara, melainkan negeri yang kaya kepedulian. Dan di tanah Kalimantan Selatan, di antara debu tambang dan sinar mentari, energi itu terus hidup mengabadikan kebaikan untuk negeri, dari generasi ke generasi. Suatu hari, anak-anak penerima manfaat ini akan tumbuh menjadi generasi yang memiliki mimpi besar, bukan dengan bara, tetapi dengan cahaya pengetahuan.

45a0bf33 cba1 4e7a b418 33e0182c0d46
Presiden Direktur PT Adaro Indonesia, Priyadi, menyerahkan paket seragam kepada siswa SDN Juai, Desa Sumber Rejeki, Kabupaten Balangan, dalam program “Satu Seragam Sejuta Harapan”. (Foto: ANTARA/HO-YABN via PT Adaro Indonesia)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Print
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Surprise0
Leave a review Leave a review

Leave a review Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Populer Bulan Ini

20260721 095341
Bibit Pemain Sepak Bola Siap Berlaga Diajang GSI Asahan 2026
20 Juli 2026, 17.54
IMG 20260720 222408
Dugaan Korupsi Seret Dinkes Kabupaten Banjar, Kejari Geledah Kantor dan Sita 48 Dokumen
20 Juli 2026, 22.34
b64aef3c 0611 4575 a009 f17384d9d012
Pemalsuan Dokumen Tanah, Kuasa Hukum PT AGM: “Terdakwa Sudah Beberapa Kali Melakukan Hal Serupa”
21 Juli 2026, 20.20
83f51e18 4109 435a b616 14b65b7d5d3c
Rugikan PT AGM, Terdakwa Akui Surat Tanah Dicetak Mundur Tahun 2017 dalam Sidang di PN Kandangan
28 Juli 2026, 13.22
20260726 193045
Bupati Taufik Sampaikan 3 Pesan kepada 62 Pendeta HKBP yang Baru Ditahbiskan di Asahan
26 Juli 2026, 17.48

You Might Also Like

Sukses Jalankan Tugas HUT ke-81 RI, Paskibraka Tanah Bumbu Dapat Apresiasi dari Bupati

Maknai HUT ke-81 RI, Andi Irmayani: Kemerdekaan Adalah Dorongan untuk Terus Berkarya

Kado Harjad ke-76 Kabupaten Banjar, Warga Dapat Layanan Operasi Katarak hingga Bibir Sumbing Gratis

Masuk Kios Warga di Martapura, Seekor Biawak Langsung Diamakan Petugas Damkar

Dispersip Banjar Butuh Air Bersih, BPBD Langsung Kirim 2.500 Liter

Teras7.comTeras7.com
Follow US
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.
  • Pedoman Media Siber
  • SOP Wartawan
  • Tim Redaksi
Selamat Datang!

Masuk ke akun

Register Lost your password?