Dengan berselancar di website kami, Anda setuju dengan Kebijakan Privasi kami.
Accept
Teras7.comTeras7.com
  • INDEKS BERITA
  • NEWS
    • Nasional
    • Berita Umum
    • Ekonomi
    • Layanan Publik
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Banjir KalSel
  • LIFE
    • Education
    • Lifestyle
    • Teknologi
    • Kilas Balik
  • HEALTH
  • TRAVEL
  • FOOD
Search
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.
Reading: Rumah untuk ‘Healing’
Share
Sign In
Notification Show More
Aa
Teras7.comTeras7.com
Aa
Search
  • Indeks Berita
  • Nasional
  • Politik
  • Hukum
  • Pemerintahan
  • Lifestyle
  • Budaya
  • Opini
  • Education
  • Ekonomi
  • Video
  • Berita Umum
  • Environment
  • Infrastruktur
  • Kesehatan
  • Kilas Balik
  • Kuliner
  • Layanan Publik
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Religi
  • Sosial
  • Teknologi
  • Travel
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.

Rumah untuk ‘Healing’

Opini Dr Syarani.
Opini Dr Syarani. 7 Maret 2022, 10.35
Share
rembang teras7 scaled
Sebuah rumah haruslah memberi kenyamanan bagi penghuninya karena itulah nilai tertinggi bagi pemiliknya (foto : dok teras7.com)
SHARE

Pernah suatu saat yang mengharuskan hidup di luar kota, saya terpaksa meninggalkan rumah selama dua tahun.

Rupanya selama tidak dihuni manusia, ada penghuni lain yang hidup di sana, kebetulan makhluk hidup itu suka sekali mencerna selulosa dari bagian-bagian rumah yang terbuat dari kayu.  

Hal itu baru disadari saat kembali pulang, menemui beberapa bagian utama rumah digerogoti rayap tanpa ampun, struktur rumah jadi tidak karuan dan membahayakan.  

timber gf519720ff 1920
rumah kalau lama ditinggalkan bisa bisa dihuni oleh mahluk lain seperti rayap yang menggerogoti struktur rumah yang terbuat dari kayu (foto : pixabay)

Walaupun sudah berusaha diperbaiki, tetap saja ada rasa was-was, bagaimana jika nanti suatu saat rangka utamanya runtuh.

Sampai akhirnya memutuskan untuk keluar dari rumah itu, yang dirasa sudah tidak begitu nyaman untuk ditinggali, karena bagaimanapun kenyamanan adalah kunci utama dari bangunan bernama rumah.  

Baca juga :

Secangkir Kopi dan Pesan dari Sultan: Menemukan Ruh Majapahit di Banjar

Integritas DPR Menentukan Arah Pemilihan

Gemar Menabung, Publik Buntung

Makanya bicara rumah tidaklah bicara sekedar tentang harga, tapi juga tentang nilai.  Nilai yang tidak bisa dihitung dengan sekedar angka.

Sebelumnya dulu waktu jamannya ngekos, pernah kejadian mencatat rekor, tinggal di sebuah kamar kos, tidak sampai dua puluh empat jam, sampai akhirnya saya memutuskan hengkang dari sana.  

Alasannya sangat sederhana sebenarnya, juragan kos tidak menghargai hak dasar penghuni kos.  

kost
rumah termasuk kost yang dicari paling utama selain harganya juga sisi kenyamanannya (foto : net)

Saya juga tidak ambil pusing, karena walaupun sudah melakukan kewajiban yaitu membayar uang kos, tapi untuk apa bertahan di tempat yang tidak menghargai hak penghuninya, lebih dari itu, kembali ke masalah kenyamanan.

Bukankah sekali lagi, kenyamanan inti dari tempat tinggal, yang tentu tak akan ditinggali dalam waktu yang singkat.

Walaupun rumah kos milik juragan, bukan berarti juragan kos bisa semena-mena terhadap penghuninya, apalagi sampai tidak menghargai hak penghuninya, jadi jangan disalahkan jika anak kos merasa harus pindah ke kos lain yang lebih nyaman untuk tinggal, istirahat dan belajar.  

Lebih-lebih harusnya sang juragan harusnya mengerti, bahwa anak kos adalah aset bagi mereka yang harus diperhatikan, karena sebuah bangunan kalau lama tak dihuni manusia, bisa-bisa nanti malah jadi rumah untuk rayap, atau malah makhluk dari dunia lain.

Sebenarnya yang mahal dari sebuah rumah itu adalah nilainya, yang sekali lagi seringkali tidak bisa diukur dari harga fisiknya.  

rumah teras7
Kenyamanan yang didapat nilainya sangat tinggi dibandingkan dengan nilai rumah secara materi (foto : net)

Rumah yang sederhana bisa jadi nilainya sangat tinggi, bahkan tidak ternilai dan tidak bisa ditukar dengan benda berharga apapun, dan nilai tersebut diciptakan oleh para penghuninya sendiri.  

Makanya ada istilah home sweet home, itulah hakikat sebuah rumah.  Atau dengan bahasa lain ada kalimat rumahku surgaku.  

Karena sudah kodratnya manusia mencari ketenangan, maka apabila terjadi salah satu penghuni rumah yang tidak betah dan memutuskan untuk pergi keluar rumah, ada baiknya penghuni yang tersisa memeriksa ulang kondisi rumah.

IMG 20220219 WA0015
Tim Animal Rescue DPKP Banjar Saat Mengamankan Ular Jenis Phyton di Rumah Warga, Jalan Gotong Rorong, Kelurahan Gambut, Kabupaten Banjar. (Foto: DPKP Banjar(

Mungkin ada bagian rumah yang sudah lapuk dan perlu diperbaiki, atau saluran air yang macet sehingga menyulitkan saat ingin mandi, atau rerumputan di halaman sudah cukup rimbun dan tinggi, sehingga dikhawatirkan menjadi sarang nyamuk dan ular berbisa.

Jangan-jangan, penghuni yang ingin keluar rumah, bukan semata-mata masalah kenyamanan, akan tetapi dikarenakan bosan dengan suasana rumah yang monoton dan ingin berlibur menghirup udara luar yang lebih segar, mungkin ingin sekedar berlibur ke pantai yang menghidangkan laut biru atau ke gunung yang hijaunya menyejukkan mata dan batin.

Mungkin, bagusnya sesekali mengobrol santai antar sesama penghuni rumah, tentang nilai rumah yang merupakan tempat berlindung bersama, biar semuanya semakin terasa cerah, bukan malah membuat gerah.  

Atau mungkin, menyusun rencana, untuk kerjabakti, membasmi sarang rayap dan memotong gulma yang meninggi, biar pemandangan langit dan pohon di depan teras bisa terlihat lega kembali. Bisa juga ditambah kegiatan gali tanah untuk bikin kolam ikan.

IMG 20220122 WA0011 scaled
Membuat kolam ikan kecil di rumah juga bisa menjadi cara menyediakan kenyamanan bagi penghuni rumah (foto : dok teras7.com)

Jika sudah begitu, piknik pun tak perlu lagi jauh-jauh, cukup menggelar tikar di halaman, sambil ngopi dan ngisengin ikan yang berenang di air yang bening.

Saat rasa tenang sudah hadir di rumah, rasanya tak akan ada keinginan keluar rumah untuk berkeliling dengan alasan healing.

Penulis : Dr. Rd. Sya’rani.

PNS di Kabupaten Banjar

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Print
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Surprise0
Leave a review Leave a review

Leave a review Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Populer Bulan Ini

83f51e18 4109 435a b616 14b65b7d5d3c
Rugikan PT AGM, Terdakwa Akui Surat Tanah Dicetak Mundur Tahun 2017 dalam Sidang di PN Kandangan
28 Juli 2026, 13.22
20260726 193045
Bupati Taufik Sampaikan 3 Pesan kepada 62 Pendeta HKBP yang Baru Ditahbiskan di Asahan
26 Juli 2026, 17.48
download 5
Tak Patuhi Ketentuan, Sejumlah Warung Kopi di Kertak Hanyar dan Mali-Mali Diberi SP1
4 Agustus 2026, 09.15
IMG 20260806 191642
Supian HK Pastikan DPRD Cari Solusi Atasi Gejolak Perunggasan di Banua
6 Agustus 2026, 19.19
DJI 20260806093249 0177 Dbjbtv
Bye-Bye Macet! Wali Kota Lisa Percepat Pembangunan Jalan Lingkar Selatan Banjarbaru
7 Agustus 2026, 22.15

You Might Also Like

Secangkir Kopi dan Pesan dari Sultan: Menemukan Ruh Majapahit di Banjar

Integritas DPR Menentukan Arah Pemilihan

Gemar Menabung, Publik Buntung

Rasionalisme di Era Post-Truth: Saat Akal Sehat Jadi Barang Langka

Dari Mitos ke Sains: Empirisme dan Perjalanan Manusia Mencari Kebenaran

Teras7.comTeras7.com
Follow US
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.
  • Pedoman Media Siber
  • SOP Wartawan
  • Tim Redaksi
Selamat Datang!

Masuk ke akun

Register Lost your password?