Dengan berselancar di website kami, Anda setuju dengan Kebijakan Privasi kami.
Accept
Teras7.comTeras7.com
  • INDEKS BERITA
  • NEWS
    • Nasional
    • Berita Umum
    • Ekonomi
    • Layanan Publik
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Banjir KalSel
  • LIFE
    • Education
    • Lifestyle
    • Teknologi
    • Kilas Balik
  • HEALTH
  • TRAVEL
  • FOOD
Search
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.
Reading: Sepeda Tawakal
Share
Sign In
Notification Show More
Aa
Teras7.comTeras7.com
Aa
Search
  • Indeks Berita
  • Nasional
  • Politik
  • Hukum
  • Pemerintahan
  • Lifestyle
  • Budaya
  • Opini
  • Education
  • Ekonomi
  • Video
  • Berita Umum
  • Environment
  • Infrastruktur
  • Kesehatan
  • Kilas Balik
  • Kuliner
  • Layanan Publik
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Religi
  • Sosial
  • Teknologi
  • Travel
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.

Sepeda Tawakal

Opini Dr Syarani.
Opini Dr Syarani. 3 Maret 2022, 13.04
Share
bung karno bersepeda teras7
Bung Karno dan ibu negara bersepeda saat mobil yang mereka tumpangi saat di India ban nya kempes saat menuju Kota Agra tahun 1950 (foto : perpusbungkarno.perpusnas.go.id)
SHARE

Rasanya hasrat untuk kembali bersepeda, muncul lagi saat studi di Jogja, kira-kira satu dasawarsa silam.  

Daerah istimewa itu benar-benar wilayah yang ideal untuk bermain kereta angin, nyaris setiap waktu.  

Itu dikarenakan udaranya yang relatif bagus dan nyaman, tentu saja tidak sepanas di pulau Kalimantan.  

1dcb097adb548963693a34b5fdcc4a6b Jogja
Suasana kota jogyakarta dikenal ‘ramah’ bagi pesepeda disegala waktu (foto : pmperizinan.jogjakota.go.id)

Bersepeda sepanjang hari sampai menjelang tengah malam pun, rasanya tidak masalah.

Apalagi di perjalanan tidak bakal merasa sendirian, walaupun nyatanya nyepeda sendirian, mungkin dikarenakan pikiran yang tenang dan mata yang disuguhi bermacam warna warni pemandangan kehidupan, baik di dalam ringroad kota, maupun sampai keluar kota.

Baca juga :

Secangkir Kopi dan Pesan dari Sultan: Menemukan Ruh Majapahit di Banjar

Integritas DPR Menentukan Arah Pemilihan

Gemar Menabung, Publik Buntung

rd syarani photos teras7
(foto : koleksi pribadi penulis)

Apalagi akhir pekan, semua jenis sepeda tumpah ruah di jalan, bermacam jenis dan merk sepeda insya Allah bisa ditemukan, dan ajaibnya tidak ada yang merasa superior dibanding yang lainnya, seringkali sapa saja waktu berpapadan dan saat mendahului di jalan, walaupun nyatanya tidak kenal, tapi semua pesepeda di jalan seakan kawan.

Namanya manusia sebagai pengemudinya, tentu berbagai cara bersepeda akan ditemukan, ada yang suka capek-capek dengan daerah tanjakan, sebaliknya ada juga yang suka ambil resiko dengan kontur turunan di gunung dan perbukitan.  

sepeda sepedaan matang keladan rd syarani photos teras7
Trek menuju salah satu tempat wisata di Kabupaten Banjar tepatnya menuju Matang Keladan (foto : koleksi pribadi penulis)

Banyak yang hobi putar-putar dalam kota sembari berburu titik kuliner, namun tak terhitung juga yang suka bersepeda jauh-jauh dan berhari-hari tanpa keder.

Di antara semua macam gaya bersepeda, ada semacam aliran pesepeda yang saya ikuti, yang punya falsafah: ngepit sak tekane.  

Artinya sepedaan sesampainya, atau mungkin sama dengan istilah balarut dalam bahasa Banjar.

Saya bersama beberapa orang kawan, selalu menggunakan cara itu saat sepedaan.  Sesantainya, sesampainya tanpa perlu ada beban target macam-macam.  

sepeda sepedaan rd syarani photos teras7
Bersepeda dengan falsafah: ngepit sak tekane (foto : koleksi pribadi penulis)

Jadi bila terasa lelah di tengah jalan, tinggal mampir dan istirahat, di manapun letih sudah terasa.  

Saat lapar dan haus menggoda, tinggal mampir makan dan minum secukupnya.  Begitu pula kala terik matahari dirasa menyengat kulit kepala, cari naungan untuk berteduh.

Tapi tentu saja, tujuan perjalanan sudah direncanakan sebelumnya, jarak dan waktu tempuh diperkirakan sebisanya dan yang terpenting peralatan standar jika ada kerusakan ringan sewaktu di jalan dan ban dalam tak lupa diselipkan.

sepeda sepeda rd syarani photos teras7
(foto : koleksi pribadi penulis)

Juga sangu secukupnya dan lampu untuk jaga-jaga kalau kemalaman di jalan.  Sebab seringkali, berangkat pagi, sampai tujuan lewat tengah malam.

Walaupun perjalanan cukup panjang, anehnya lelah pun jadi tetap terasa menyenangkan.  Terkadang saya pikir, gaya bersepedaan seperti itu layaknya menjalani hidup.

rd syarani teras7
falsafah: bersepeda ngepit sak tekane seperti menjalani kehidupan (foto : koleksi pribadi penulis)

Tujuan sudah ditetapkan, segala yang diperlukan dipersiapkan, sedangkan urusan bagaimana nanti kalau ada masalah di perjalanan diusahakan untuk diselesaikan.  

Sisanya tinggal serahkan pada Tuhan.

Tak salah jika sepedaan seperti itu, tak ubah seperti latihan untuk menerjemahkan hakikat dari kata tawakal.

Ada yang mau ikutan mencoba, mungkin?

Dr Rd Sya’rani

Penulis adalah PNS di Kabupaten Banjar

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Print
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Surprise0
Leave a review Leave a review

Leave a review Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Populer Bulan Ini

83f51e18 4109 435a b616 14b65b7d5d3c
Rugikan PT AGM, Terdakwa Akui Surat Tanah Dicetak Mundur Tahun 2017 dalam Sidang di PN Kandangan
28 Juli 2026, 13.22
20260726 193045
Bupati Taufik Sampaikan 3 Pesan kepada 62 Pendeta HKBP yang Baru Ditahbiskan di Asahan
26 Juli 2026, 17.48
download 5
Tak Patuhi Ketentuan, Sejumlah Warung Kopi di Kertak Hanyar dan Mali-Mali Diberi SP1
4 Agustus 2026, 09.15
IMG 20260806 191642
Supian HK Pastikan DPRD Cari Solusi Atasi Gejolak Perunggasan di Banua
6 Agustus 2026, 19.19
DJI 20260806093249 0177 Dbjbtv
Bye-Bye Macet! Wali Kota Lisa Percepat Pembangunan Jalan Lingkar Selatan Banjarbaru
7 Agustus 2026, 22.15

You Might Also Like

Secangkir Kopi dan Pesan dari Sultan: Menemukan Ruh Majapahit di Banjar

Integritas DPR Menentukan Arah Pemilihan

Gemar Menabung, Publik Buntung

Rasionalisme di Era Post-Truth: Saat Akal Sehat Jadi Barang Langka

Dari Mitos ke Sains: Empirisme dan Perjalanan Manusia Mencari Kebenaran

Teras7.comTeras7.com
Follow US
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.
  • Pedoman Media Siber
  • SOP Wartawan
  • Tim Redaksi
Selamat Datang!

Masuk ke akun

Register Lost your password?