TERAS7.COM – Untuk pertama kalinya, Kelompok Tani (Poktan) Warni Hulu di Desa Kasiau, Kecamatan Murung Pudak, berhasil memetik hasil panen perdana cabai tiung dengan jumlah melimpah. Dalam sekali panen, mereka mampu menghasilkan hingga ratusan kilogram cabai.
Meski hanya beranggotakan enam orang, Poktan Warni Hulu mampu menanam sekitar 6.000 pohon cabai tiung di lahan seluas satu hektare. Penanaman cabai ini menjadi langkah awal yang terbukti memberikan hasil menggembirakan.
Ketua Poktan Warni Hulu, Juhdi Hamdani, mengungkapkan panen perdana ini sudah memberikan keuntungan jutaan rupiah. Meski harga cabai mengalami penurunan, pihaknya tetap merasakan hasil positif.
“Sekali panen bervariasi, kadang dapat 90 kilo, mungkin hari ini lebih, seratus kilo lah. Kemarin harga cabai sekitar 80 ribu per kilo, tapi sekarang turun jadi 40 ribu. Walaupun harga turun, masih untung. Apalagi kalau harga tinggi, sangat untung lah,” ujar Juhdi Hamdani.
Pemerintah Desa Kasiau turut memberikan dukungan penuh terhadap upaya Poktan Warni Hulu. Menurut Kepala Desa Kasiau, Rahmad Fauzi, potensi lahan di wilayah mereka harus dimaksimalkan melalui pengembangan tanaman hortikultura.
“Kami dari Pemerintah Desa Kasiau tentu mensupport kegiatan hortikultura di desa ulun. Lahan di sini sangat berlimpah, sebisa mungkin dimanfaatkan agar warga bisa bertanam hortikultura di setiap RT,” jelasnya.
Poktan Warni Hulu berharap pemerintah daerah memberikan perhatian lebih, terutama terkait harga pupuk yang cukup tinggi. Mereka juga mengajak masyarakat Desa Kasiau lainnya untuk ikut bergabung dan memanfaatkan peluang dari budidaya cabai.