TERAS7.COM – Gelaran Festival Pasar Terapung 2025 di Sungai Lok Baintan tidak hanya menampilkan pesona budaya sungai dan aktivitas jual beli tradisional, tetapi juga membawa manfaat nyata bagi masyarakat.
Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan (DKUMPP) Kabupaten Banjar menghadirkan Pasar Murah, sebagai langkah konkret membantu warga menghadapi kenaikan harga bahan pokok dan menekan laju inflasi daerah.
Kepala DKUMPP Kabupaten Banjar, I Gusti Made Suryawati, mengatakan kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam menjaga kestabilan harga sekaligus meningkatkan daya beli masyarakat.
Selama dua hari pelaksanaan festival, pihaknya menyediakan 400 paket sembako subsidi bagi pengunjung dan warga sekitar.
“Setiap hari kami sediakan 200 paket, jadi total ada 400 paket sembako selama kegiatan berlangsung,” ujarnya, Sabtu (8/11/2025).
Dalam satu paket, lanjut Made, terdapat empat komoditas utama, gula pasir, minyak goreng, tepung terigu, dan susu kaleng, dengan subsidi sebesar Rp20.000 per paket atau sekitar Rp5.000 per item.
Dengan demikian, masyarakat bisa memperoleh kebutuhan pokok dengan harga lebih murah dari harga pasar.
“Subsidi ini bentuk perhatian pemerintah untuk meringankan beban warga, apalagi menjelang akhir tahun harga kebutuhan biasanya mulai naik,” ungkapnya.
Menurut Made, pelaksanaan pasar murah di lokasi festival juga menjadi strategi efektif dalam memastikan ketersediaan barang dan menjaga stabilitas harga di tengah meningkatnya aktivitas ekonomi masyarakat.
“Festival ini selalu ramai dikunjungi, jadi momentum yang tepat untuk intervensi harga agar inflasi tetap terkendali,” tambahnya.
Kehadiran pasar murah DKUMPP Banjar mendapat sambutan antusias dari warga. Sejak pagi, puluhan pengunjung sudah memadati stan penjualan untuk mendapatkan paket sembako bersubsidi.
Melalui kegiatan ini, Festival Pasar Terapung 2025 tak hanya memperkuat identitas budaya sungai masyarakat Banjar, tetapi juga menjadi wadah nyata sinergi antara pelestarian tradisi dan pemberdayaan ekonomi rakyat.