TERAS7.COM – Pemerintah Kabupaten Balangan menggelar Focus Group Discussion (FGD) revitalisasi PT Asabaru Daya Cipta Lestari sebagai upaya mengkaji ulang peran Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Kegiatan yang berlangsung di Aeris Hotel Banjarbaru, Kamis (30/4/2026), ini menjadi langkah strategis untuk menata kembali arah bisnis perusahaan daerah agar lebih optimal dan berdaya saing.
Sekretaris Daerah Kabupaten Balangan, Fakhriyanto, menegaskan bahwa FGD tersebut bukan sekadar agenda rutin, melainkan momentum penting untuk melakukan pembenahan menyeluruh, baik dari sisi manajemen maupun tata kelola.
“FGD ini menjadi momentum untuk menata ulang arah, memperbaiki fondasi, dan memastikan BUMD mampu kembali menjadi instrumen strategis dalam mendorong kemajuan ekonomi daerah,” ujarnya.
Ia mengakui, perjalanan PT Asabaru Daya Cipta Lestari sebelumnya menghadapi berbagai tantangan, termasuk persoalan hukum yang menimpa jajaran direksi terdahulu. Hal tersebut menjadi evaluasi penting untuk memperkuat penerapan prinsip tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance) ke depan.
Dalam proses revitalisasi, Pemkab Balangan juga menyoroti potensi ekonomi daerah yang dinilai besar, terutama pada sektor karet, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), serta ekonomi kreatif. Ketiga sektor ini akan dikembangkan secara terintegrasi dengan pendekatan hilirisasi dan pemanfaatan teknologi digital.
“BUMD ke depan harus mampu menjadi katalisator yang menghubungkan berbagai potensi tersebut menjadi kekuatan ekonomi yang terintegrasi,” tambahnya.
Untuk mendukung hal tersebut, pemerintah daerah berencana melakukan penataan ulang struktur operasional BUMD, mulai dari penempatan manajemen yang kompeten hingga penguatan fungsi pengawasan.
Langkah ini diharapkan mampu mendorong profesionalisme kerja serta memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Melalui FGD ini, Pemkab Balangan berharap lahir solusi konkret yang tidak hanya berhenti pada wacana, tetapi benar-benar dapat diimplementasikan untuk memperkuat peran BUMD dalam pembangunan ekonomi daerah.