TERAS7.COM – Pemerintah Kabupaten Banjar terus mendorong optimalisasi pemenuhan hak dan perlindungan anak melalui pelaksanaan Rapat Evaluasi Monitoring (E-Monev) internal Kabupaten Layak Anak (KLA) Tahun 2026, yang digelar di Guest House Sultan Sulaiman, Senin (6/4/2026).
Kegiatan yang diinisiasi Dinas Sosial P3AP2KB tersebut menjadi langkah strategis untuk mengukur capaian program sekaligus merumuskan perbaikan dalam upaya mewujudkan daerah ramah anak secara berkelanjutan.
Wakil Bupati Banjar, Habib Idrus Al Habsyi, menegaskan bahwa program Kabupaten Layak Anak bukan sekadar target administratif, melainkan komitmen nyata pemerintah daerah dalam menjamin hak-hak anak.
Menurutnya, anak merupakan aset penting bagi masa depan daerah, sehingga diperlukan upaya terstruktur dan berkelanjutan guna menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung tumbuh kembang mereka.
“Perlu langkah konkret, sistematis, dan terintegrasi agar anak-anak dapat tumbuh secara optimal dalam lingkungan yang kondusif,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya evaluasi sebagai sarana untuk menilai kinerja, menghadapi masa transisi, serta menyusun strategi perbaikan ke depan. Seluruh perangkat daerah pun diminta melengkapi dokumen pendukung sesuai ketentuan dalam sistem penilaian KLA.
Dalam kesempatan tersebut, ia turut mengapresiasi kinerja jajaran Pemkab Banjar yang dinilai konsisten dalam mendukung program KLA, mulai dari penguatan regulasi, penyediaan layanan ramah anak, hingga pelibatan masyarakat.
Namun demikian, sejumlah tantangan masih menjadi perhatian, seperti kasus kekerasan terhadap anak, eksploitasi, serta perkawinan usia dini. Untuk itu, diperlukan kolaborasi lintas sektor, penguatan kelembagaan, serta inovasi layanan yang lebih responsif.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial P3AP2KB Banjar, Erny Wahdini, menyampaikan bahwa kegiatan E-Monev bertujuan memaparkan progres capaian masing-masing perangkat daerah dalam memenuhi indikator KLA.
“Seluruh program berada di OPD masing-masing. Hari ini kita melihat sejauh mana progres penginputan instrumen dan pemenuhan indikator di setiap klaster,” jelasnya.
Ia mengungkapkan, hasil evaluasi sementara menunjukkan masih adanya beberapa klaster yang perlu perhatian, khususnya pada aspek kelembagaan yang masih dalam tahap penguatan regulasi.
Melalui kegiatan ini, pihaknya berharap dapat mengidentifikasi berbagai kendala sekaligus merumuskan solusi yang tepat sesuai kondisi daerah.
“Dari evaluasi ini kita bisa mengetahui capaian, hambatan, dan langkah yang perlu dilakukan ke depan,” tambahnya.
Rapat E-Monev ini diharapkan menghasilkan rekomendasi yang aplikatif sebagai dasar penyusunan kebijakan, guna memperkuat implementasi Kabupaten Layak Anak di Kabupaten Banjar ke depan.