TERAS7.COM – Guna percepatan penurunan angka stunting, seluruh tingkatan pemerintah dari atas hingga paling bawah harus terlibat dan berkoordinasi.
Hal ini diungkapkan langsung Walikota Banjarbaru melalui oleh Asisten III, Rahmah Khairita saat acara Rembuk Stunting sebagai bagian dari Aksi Konvergensi Percepatan Pencegahan Stunting (KP2S) di Aula Gawi Sabarataan, pada Rabu (29/05/2024).
Sekadar informasi, Rembuk Stunting merupakan langkah penting pemerintah daerah untuk memastikan berbagai program pencegahan stunting berjalan terintegrasi antara instansi terkait dan masyarakat serta untuk memperkuat komitmen pimpinan daerah dalam menurunkan angka stunting.
“Program Aksi Penurunan angka stunting ini bukan hanya dilaksanakan di tingkat Kota saja, tetapi juga harus sebenarnya dilaksanakan di tingkat kelurahan dan Kecamatan, jadi diharapkan semua Kecamatan dan kelurahan juga melaksanakan dan mempelajari Program Aksi ini, jadi harus terintegrasi semuanya dan terkoordinasi” ujarnya.
Dalam acara ini juga dilakukan penandatanganan kesepakatan komitmen percepatan penurunan angka stunting, oleh Pemerintah Kota Banjarbaru dengan berbagai pemangku kepentingan.
Kerjasama ini diharapkan dapat memperkuat sinergi dalam melaksanakan berbagai program dan kegiatan pencegahan stunting.
Adapun saat ini, Banjarbaru telah berhasil mencatat penurunan signifikan dalam angka stunting, dari 22,1% pada tahun 2022 menjadi hanya 12,4% pada tahun 2023, menjadikannya sebagai wilayah dengan angka stunting terendah di Kalimantan Selatan.