Dengan berselancar di website kami, Anda setuju dengan Kebijakan Privasi kami.
Accept
Teras7.comTeras7.com
  • INDEKS BERITA
  • NEWS
    • Nasional
    • Berita Umum
    • Ekonomi
    • Layanan Publik
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Banjir KalSel
  • LIFE
    • Education
    • Lifestyle
    • Teknologi
    • Kilas Balik
  • HEALTH
  • TRAVEL
  • FOOD
Search
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.
Reading: Pesimis Proyek Embung Gunung Kupang Selesai Sesuai Batas Adendum, Emi: Banyak Pekerjaan Belum Rampung!
Share
Sign In
Notification Show More
Aa
Teras7.comTeras7.com
Aa
Search
  • Indeks Berita
  • Nasional
  • Politik
  • Hukum
  • Pemerintahan
  • Lifestyle
  • Budaya
  • Opini
  • Education
  • Ekonomi
  • Video
  • Berita Umum
  • Environment
  • Infrastruktur
  • Kesehatan
  • Kilas Balik
  • Kuliner
  • Layanan Publik
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Religi
  • Sosial
  • Teknologi
  • Travel
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.

Pesimis Proyek Embung Gunung Kupang Selesai Sesuai Batas Adendum, Emi: Banyak Pekerjaan Belum Rampung!

Muhammad Ariandi
Muhammad Ariandi 4 Januari 2024, 20.00
Share
IMG 20240104 130154
Rombongan Komisi III DPRD Kota Banjarbaru saat meninjau proyek Embung Gunung Kupang yang molor, pada Kamis (04/01/2023). (Foto: ariandi)
SHARE

TERAS7.COM – Rombongan Komisi III DPRD Kota Banjarbaru meninjau lokasi proyek pembangunan Embung Gunung Kupang yang molor di Kecamatan Cempaka, pada Kamis (04/01/2024).

Proyek pembangunan embung Gunung Kupang ini diketahui meleset dari tagret selesai 7 Desember 2023 lalu, sehingga kontraktor diberikan adendum atau penambahan masa kerja hingga 16 Februari 2024 mendatang.

Dalam kesempatan itu, Ketua Komisi III DPRD Kota Banjarbaru, Emi Lasari mengatakan, jika kunjungan kali ini merupakan tindak lanjut dari hasil rapat kerja pihaknya dengan Dinas PUPR Banjarbaru.

“Tadi kita sudah rapat kerja dengan PUPR, dari report laporan itu sudah 78 persen, jadi kita ke lapangan untuk melakukan cross check, apalagi karena sudah lewat tahun anggaran 2023, proyek ini menjadi PR untuk diselesaikan di tahun 2024,” ujar Emi.

Dari tinjauan ini, Emi bersama rombongannya melihat masih banyak pekerjaan proyek pembangunan Embung Gunung Kupang yang belum rampung.

Baca juga :

Penanganan Dampak Karhutla Jadi Fokus Emi Lasari dalam Resesnya di Landasan Ulin

Bahaya Asap Karhutla! Emi Minta Pemerintah Peka Terhadap Risiko Kesehatan Relawan dan Warga

Relawan Ujung Tombak Padamkan Karhutla Banjarbaru, Emi Desak Dapur Umum hingga Operasional Dipenuhi

IMG 20240104 132835
Ketua Komisi III DPRD Kota Banjarbaru, Emi Lasari. (Foto: Ariandi)

“Kita lihat tadi beberapa lengkungan belum rampung, kemudian tanah urugan juga mengalami kendala dalam hal pembungannya,” ucapnya.

Oleh karenanya, Emi meminta kepada kontraktor untuk menambah alat, pekerja, hingga material agar proyek pembangunan embung tersebut bisa selesai sesuai batas adendum.

“Karena kalau kita lihat secara teknis, beberapa lengkungan dari perencanaan itu belum terbentuk, lalu pintu airnya juga baru sekian persen yang selesai, artinya masih cukup banyak pekerjaannya, jangan sampai nanti di tanggal 16 Februari tidak rampung lagi,” ungkapnya.

Apabila sampai batas adendum 16 Februari 2024 nanti proyek Embung Gunung Kupang tersebut kembali tidak rampung, maka Emi meminta agar Dinas PUPR Banjarbaru bisa mengambil sikap terhadap kontraktor pekerja.

“Kalau nanti sampai 16 Februari tidak rampung, kita minta PUPR mengambil sikap. Apakah itu pemutusan kerja dari PUPR terhadap pihak ketiga, karena sudah diberikan adendum 50 hari,” pintanya.

Meski demikian, Emi mengaku pesimis dengan proyek pembangunan Embung Gunung Kupang ini akan selesai sesuai batas adendum pada 16 Februari mendatang.

Karena, dari tinjauan sebelumnya pada November 2023 lalu, hingga terbaru hari ini, Emi mengaku tidak melihat progres yang signifikan dari proyek pembangunan Embung Gunung Kupang tersebut.

“Saya tidak yakin 16 februari bisa rampung dengan pola kerja seperti ini. Karena kalau dilihat kerukan dan buangan tanah masih belum terselesaikan, ditambah pintu air juga tidak terlalu banyak perkembangan secara fisik,” ungkapnya.

Kemudian terkait pembangunan Embung Gunung Kupang yang tepat berada di tengah kawasan permukiman, menurut Emi akan menjadi evaluasi pihaknya, khususnya berkenaan dengan penyusunan dokumen Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan (UKL/UPL).

“Ini harus jadi evaluasi bagi kita, bahwa saat penyusunan dokumen UKL UPL itu berbeda pola penanganannya untuk pembangunan embung di daerah permukiman dan tidak di permukiman,” ucapnya.

“Karena ada dampak sosial yang harus dihitung, makanya hasil rapat tadi kita minta PUPR untuk melengkapi beberapa dokumen, termasuk UKL-UPL, kemudian laporan dari konsultan perencana dari awal berjalan hingga akhir,” sambungnya.

Sementara itu, Kontraktor Pelaksana Lapangan Embung Gunung Kupang dari CV Ardy Gemabahana , Mirza Riantari mengatakan, jika permasalahan utama yang menjadi penyebab molornya proyek tersebut yakni akibat terkendala pembuangan tanah urugan serta adanya perubahan desain bangunan air.

IMG 20240104 131718
Kontraktor Pelaksana Lapangan Embung Gunung Kupang dari CV Ardy Gemabahana , Mirza Riantari. (Foto: ariandi)

“Terkait dengan lokasi pembuangan tanah urugan, itu yang membuat kami hilang waktu sekitar 2 bulan, dan juga adanya perubahan bangunan air. Jadi itu permasalahan utamanya,” terangnya.

Untuk progres pembangunan Embung Gunung Kupang per hari ini, Mirza menyebut sudah mencapai 78 persen, dengan menyisakan pekerjaan terbanyak di bagian bangunan air.

Mirza menargetkan proyek embung Gunung Kupang teresebut bisa selesai sebelum batas adendum pada 16 Februari 2024 mendatang.

“Kita dikasih kesempatan adendum itu 50 hari sampai 16 Februari, jika kondisinya memungkinkan kita kejar terus, kalau bisa sebelum akhir Januari bisa kita selesaikan,” ungkapnya.

Adapun Mirza juga mengaku, jika dalam masa adendum ini, pihaknya diminta untuk membayar denda atas keterlambatan sebesar Rp 1,4 juta per harinya.

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Print
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Surprise0
Leave a review Leave a review

Leave a review Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Populer Bulan Ini

83f51e18 4109 435a b616 14b65b7d5d3c
Rugikan PT AGM, Terdakwa Akui Surat Tanah Dicetak Mundur Tahun 2017 dalam Sidang di PN Kandangan
28 Juli 2026, 13.22
download 5
Tak Patuhi Ketentuan, Sejumlah Warung Kopi di Kertak Hanyar dan Mali-Mali Diberi SP1
4 Agustus 2026, 09.15
IMG 20260806 191642
Supian HK Pastikan DPRD Cari Solusi Atasi Gejolak Perunggasan di Banua
6 Agustus 2026, 19.19
DJI 20260806093249 0177 Dbjbtv
Bye-Bye Macet! Wali Kota Lisa Percepat Pembangunan Jalan Lingkar Selatan Banjarbaru
7 Agustus 2026, 22.15
IMG 20260808 120458
Rumah Janda Dua Anak di Banjarbaru Ini Terancam Digusur, Baskoro Kawal Penyelesaian Sengketa
8 Agustus 2026, 18.17

You Might Also Like

Penanganan Dampak Karhutla Jadi Fokus Emi Lasari dalam Resesnya di Landasan Ulin

Bahaya Asap Karhutla! Emi Minta Pemerintah Peka Terhadap Risiko Kesehatan Relawan dan Warga

Relawan Ujung Tombak Padamkan Karhutla Banjarbaru, Emi Desak Dapur Umum hingga Operasional Dipenuhi

Hadapi Karhutla, PAN Banjarbaru Instruksikan Kader Bantu Warga: Jangan Biarkan Mereka Berjuang Sendirian

PANminton Jadi Panggung Kebersamaan PAN Banjarbaru di Momen HUT ke-28 Partai dan HUT ke-81 RI

Teras7.comTeras7.com
Follow US
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.
  • Pedoman Media Siber
  • SOP Wartawan
  • Tim Redaksi
Selamat Datang!

Masuk ke akun

Register Lost your password?