TERAS7.COM – Kelompok peternak di Desa Bangkal, Kecamatan Halong, Kabupaten Balangan, mendapat pembekalan mengenai biosecurity dan penanganan penyakit menular menjelang penyaluran bantuan 38 ekor kambing pada tahun 2026.
Penyuluhan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) yang digelar Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kabupaten Balangan itu bertujuan meningkatkan pengetahuan para peternak agar mampu mengelola bantuan ternak secara baik dan berkelanjutan.
Ketua Kelompok Rajawali Desa Bangkal, Rusnansyah, menyambut baik kegiatan tersebut. Menurutnya, penyuluhan menjadi bekal penting sebelum kelompoknya menerima bantuan ternak.
“Alhamdulillah, dengan acara penyuluhan kami bisa tahu bagaimana cara memelihara kambing dan berharap kami bisa memelihara kambing serta mengembangkannya,” ujar Rusnansyah saat ditemui di lokasi kegiatan, Kamis (07/05/2026).
Ia berharap ilmu yang diperoleh dapat diterapkan sehingga bantuan yang diterima nantinya mampu meningkatkan produktivitas peternakan sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi kelompok.
Sementara itu, Medik Veteriner Ahli Madya DKP3 Kabupaten Balangan, drh. Dewa Ayu Putu Asrinadi, mengatakan penyuluhan KIE merupakan tahapan yang rutin dilakukan sebelum bantuan ternak disalurkan kepada masyarakat.
Menurutnya, pembekalan tersebut penting agar kelompok penerima memahami manajemen pemeliharaan kambing sekaligus mampu mengenali berbagai penyakit yang berpotensi menyerang ternak.
“Penyuluhan KIE ini biasanya kami lakukan sebelum masyarakat atau kelompok ternak mendapat bantuan. Sedangkan hari ini tema penyuluhannya adalah penyakit pada ternak kambing dan domba serta manajemen pemeliharaan ternak kambing, karena kelompok di Desa Bangkal akan menerima bantuan ternak kambing sebanyak 38 ekor untuk tahun ini,” jelas Dewa Ayu.
Ia menambahkan, pemahaman mengenai pencegahan penyakit dan penerapan biosecurity diharapkan mampu meminimalkan risiko kematian ternak sekaligus meningkatkan keberhasilan program bantuan pemerintah.
“Harapan kami dengan adanya penyuluhan ini, semoga masyarakat atau kelompok ternak yang menerima bantuan sudah minimal tahu cara memelihara ternak yang baik, mengetahui jenis penyakit yang ada pada kambing, dan bisa diterapkan untuk beternak di lapangan dalam pemeliharaan dan pencegahan penyakit,” pungkasnya.