TERAS7.COM – Bupati Kotabaru H. Muhammad Rusli, S.Sos, hadir dalam penandatanganan kontrak lanjutan pembangunan Jembatan Pulau Laut, proyek strategis yang menjadi kerjasama antara Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, Pemkab Kotabaru, dan Pemkab Tanah Bumbu. Acara berlangsung di Aula Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Provinsi Kalimantan Selatan, Banjarbaru, Senin (30/03/2026).
Penandatanganan kontrak skema tahun jamak (multiyear) ini disaksikan langsung oleh Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin, bersama Bupati Kotabaru Muhammad Rusli dan Bupati Tanah Bumbu Andi Rudi Latif.
Dalam sambutannya, Gubernur H. Muhidin menekankan bahwa proyek ini bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan strategi besar dalam memperkuat konektivitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi baru di Kalimantan Selatan.
“Proyek ini akan membuka akses, memangkas waktu tempuh, dan menggerakkan ekonomi masyarakat. Dengan skema tahun jamak, pembangunan dijamin berkelanjutan hingga selesai,” ujarnya.
Gubernur menjelaskan skema pendanaan proyek, yang melibatkan pemerintah daerah dan pusat. Pemkab Kotabaru dan Pemkab Tanah Bumbu masing-masing menyiapkan Rp100 miliar per tahun, sementara Pemprov Kalsel mengalokasikan Rp550 miliar per tahun, sehingga total investasi tahunan mencapai Rp750 miliar untuk pembangunan bagian pinggir jembatan. Bagian tengah jembatan akan dikerjakan Kementerian Pekerjaan Umum senilai Rp3 triliun.
“Pembangunan jembatan Pulau Laut ditargetkan rampung pada 2028. Pengawasan ketat dari pemerintah daerah sangat penting agar proyek ini berjalan tepat waktu dan sesuai standar kualitas,” tegas Muhidin.
Bupati Kotabaru Muhammad Rusli menegaskan kehadirannya sebagai bentuk komitmen Pemkab Kotabaru dalam percepatan pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan dan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat. Jembatan Pulau Laut diproyeksikan menjadi gerbang konektivitas wilayah, sekaligus mendorong sektor unggulan seperti perdagangan, logistik, perikanan, dan pariwisata.
“Ini bukan sekadar proyek, tapi langkah strategis kita untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat Kotabaru dan sekitarnya,” kata Rusli.
Dengan langkah ini, diharapkan pembangunan jembatan dapat berjalan lancar, menjadi penghubung vital antarwilayah, serta memacu pertumbuhan ekonomi dan mobilitas masyarakat di Kalimantan Selatan.