TERAS7.COM – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas II A Martapura menggelar razia hunian warga binaan di blok Medium Security 1, pada Sabtu (11/10/2025) dini hari.
Razia ini diawali dengan apel gabungan antara petugas Lapas, Kodim 1006/Banjar, dan Polres Banjar untuk memastikan kesiapan dan koordinasi.
Kepala Lapas Perempuan Martapura, Evi Loliancy memastikan razia kali ini bebas dari barang terlarang, termasuk narkoba dan handphone.
“Hasil temuan hanya berupa cermin, paku, mungkin juga rautan. Hampir semua barang ini berkaitan dengan perempuan, tapi memang tidak diizinkan masuk ke lapas,” ujarnya.
Selain razia, Evi mengatakan, petugas juga melakukan tes urine secara acak terhadap sejumlah warga binaan. Dari 10 sampel yang diperiksa, semuanya negatif.
“Tes urine dilakukan untuk memastikan tidak ada yang menggunakan zat terlarang selama di dalam. Tes dilakukan secara acak, bukan menuduh siapa pun, dan semua hasil negatif,” ungkapnya.
Lebih jauh, Evi menjelaskan bahwa kegiatan razia ini merupakan rutinitas bulanan yang menjadi bagian dari komitmen Lapas untuk menjaga keamanan, ketertiban, dan kebersihan.
“Setiap bulan, Direktorat Jenderal Pemasyarakatan memang melakukan bersih-bersih. Kami dituntut oleh pimpinan untuk melakukan razia setiap bulan dan melaporkannya. Ini menjadi rutinitas untuk menunjukkan komitmen kami membersihkan lingkungan lapas dari barang terlarang,” jelasnya.
Disamping itu, Evi menegaskan bahwa razia ini sekaligus membantah anggapan yang menyebut barang terlarang masih bisa masuk ke Lapas Perempuan Martapura.
“Kalau ada suara-suara dari luar yang mengatakan di dalam lapas masih bisa masuk barang terlarang, itu tidak benar. Malam ini kami membuktikan bahwa di dalam aman. Kami tidak merekayasa temuan,” tegas Evi.
Adapun untuk meminimalisir temuan, Emi memastikan, ke depannya Lapas akan memperketat pengawasan terhadap barang dan orang yang masuk, sekaligus memperkuat pemahaman serta visi petugas agar selalu bekerja sesuai prosedur.
“Kami berkomitmen memperkuat penggeledahan barang dan orang yang masuk. Selain itu, kami juga memastikan semua petugas memahami SOP agar bisa bekerja maksimal dan memberikan yang terbaik,” ucapnya.
Tak lupa, Evi juga mengapresiasi dukungan aparat penegak hukum dari kepolisian dan TNI. ia berharap kerja sama solid ini dapat terus berlanjut dalam mendukung pengawasan di Lapas.
“Dukungan mereka luar biasa. Kegiatan ini sebenarnya mendadak, tapi dengan satu telepon saja, mereka langsung hadir. Ke depannya, kami berharap kerjasama yang luar biasa ini terus berlanjut untuk mendukung pengawasan di lapas,” pungkasnya.