Tak hanya itu, relawan sosial juga mengusulkan adanya fasilitas pendukung, seperti satu unit ambulans untuk membantu masyarakat tidak mampu, sekretariat bagi IPSM, serta tali asih untuk para pekerja sosial sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi mereka.
“Karena masyarakat tidak mampu yang butuh layanan kesehatan itu kan tidak mengenal waktu, sementara kalau hanya mengandalkan puskesmas terbatas jam kerjanya. InsyaAllah di tahun 2026 kita coba bantu satu unit ambulans untuk IPSM, tentu dengan menyesuaikan mekanisme hibah dan administrasi,” jelasnya.
“Dan juga saat ini sekretariat IPSM masih menumpang di Dinas Sosial. Ke depan kita upayakan bisa punya sekretariat sendiri agar lebih fleksibel, termasuk untuk pertemuan di hari libur. Pun juga perhatian pemerintah kota terhadap tali asih ini ke depan juga akan kita perjuangkan,” tegas Emi.
Emi menambahkan, pertemuan dengan IPSM dalam reses kali ini bukan sekadar seremonial, melainkan langkah nyata untuk memperkuat sinergi antara pemerintah dan relawan sosial.
Ia berharap masukan yang diterima dapat menjadi pijakan dalam penyusunan kebijakan daerah, khususnya yang berhubungan dengan kesejahteraan masyarakat.
Sementara itu, Wakil Ketua IPSM Kota Banjarbaru, Catur Zulkarnain Hadi Prayetno menyampaikan apresiasi kepada Emi Lasari yang sudah memberi ruang berdiskusi bagi para pekerja sosial.
“Alhamdulillah, Ibu Emi sudah memberikan ruang diskusi bagi kami. Semoga beliau selalu diberikan kesehatan, keberkahan, dan bisa terus berkontribusi bagi masyarakat Banjarbaru,” ungkapnya.
Menurut Catur, kebutuhan utama IPSM saat ini yaitu armada operasional. Sebab tanpa itu, para relawan kerap kesulitan turun ke lapangan.
“Armada ini sangat penting, karena tanpa itu kami sering kesulitan ketika harus turun ke lapangan. Apalagi kegiatan kami berlangsung 24 jam, jadi mobilitas benar-benar dibutuhkan,” jelasnya.
Selain armada, lanjut Catur, IPSM juga memerlukan sekretariat sebagai pusat koordinasi. Keberadaan sekretariat dinilai akan memudahkan relawan dalam berkomunikasi dan merencanakan kegiatan sosial.
“Kalau ada sekretariat, kami bisa lebih mudah berkumpul dan berkoordinasi terkait kegiatan sosial di Kota Banjarbaru. Harapannya tentu aspirasi ini bisa direalisasikan, agar kerja-kerja sosial kami semakin lancar,” tukasnya.